<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574</id><updated>2012-01-29T15:54:02.577+07:00</updated><category term='Unreal'/><category term='Tag'/><category term='Quotes'/><category term='Social'/><category term='Artwork'/><category term='Award'/><category term='Lagi Waras'/><category term='Etc'/><category term='PsychoInfo'/><category term='PsychoTips'/><category term='About'/><category term='event'/><category term='korban kebiadaban kami'/><category term='Nama Dan Peristiwa'/><category term='Opportunity'/><category term='PsychoShout'/><title type='text'>PsychoSocial</title><subtitle type='html'>Social is Nothing, But Psycho</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>81</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-531760762274330212</id><published>2011-08-14T14:01:00.002+07:00</published><updated>2011-09-22T21:36:05.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artwork'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unreal'/><title type='text'>"Cinta itu....."</title><content type='html'>Aku masih terduduk kaku di ruangan sempit dan pengap itu. Hingga akhirnya seorang polisi berseragam lengkap masuk dan mulai menanyaiku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, bagaimana rasanya membunuh, menyenangkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bukan psikopat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu apa? Tak ada seorang pembunuh yang membunuh seseorang tanpa motif kecuali psikopat. Dan kau membunuh seorang pemulung tak berdaya. Pembunuh macam apa kau ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak membununya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta, cinta yang telah membunuhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, entah kenapa aku merasakan hidupku tak bermakna. Padahal aku memiliki hampir semua orang-orang yang tak miliki. Rumah mewah, Aset melimpah, bahkan mobil-mobil sport itu; yang hampir tak pernah bergerak dari parkirnya karna jarang kupakai. Kecuali itu, aku tak memiliki cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu, kau mulai mencarinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cerita klasik, aku sudah sering mendengar cerita-cerita seperti ini di TV dan buku-buku. Hanya alurnya saja yang dibuat berbeda. Dan… biar kutebak ending ceritamu. Akhirnya kau menemukan cinta dan hidup bahagia. Selesai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika akhirnya bahagia, aku tak mungkin berada diruangan pengap ini bersamamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi…..?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa kulanjutkan ceritaku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, silahkan….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku percaya cintalah yang bisa memberi makna pada hidupku. Aku butuh cinta. Dan ya, Kau benar. aku mulai mencari cinta. Aku mencarinya dimana-mana. Di rumah, di taman, di restaurant, halte, rumah sakit, bahkan aku mencarinya ditempat kerjaku sendiri. Tapi tetap tak menemukannya. Hingga aku pergi ke sebuah mall dan menemukannya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menemukan cinta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja! Kau tidak menyimak ceritaku dari tadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, aku hanya ingin memastikan. Silahkan lanjutkan ceritamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, akhirnya aku menemukan cinta. Ia terpajang manis di sebuah etalase toko itu. Tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke toko itu dan menemui si penjaga toko,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berapa harga cinta yang terpajang di etalase itu? Aku ingin membelinya.” Tanyaku bersemangat dengan napas memburu. Penjaga itu hanya tersenyum dan menggeleng,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau takkan bisa membelinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja aku bisa! Berapa harganya? Berapapun akan kubayar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjaga itu hanya tersenyum dan dan menggelengkan kepalanya lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau takkan bisa membelinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku mulai geram dan mengambil dompet dari sakuku mengeluarkan semua isinya hingga dompet yang tadinya gembung itu jadi menipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Plokk.” Aku meletakkan setumpuk uang seratusan ribu di atas meja counternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau pikir dengan uangmu itu kau bisa membeli cinta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih kurang? Baik, tunggu sebentar.” Aku lalu meninggalkan toko itu dan bergegas menuju ATM terdekat. Pikirku mungkin harga cinta amatlah mahal, jadi kuputuskan untuk menguras seluruh uang di ATM ku. Setelah mendapatkan uangku. Aku kembali ke toko itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mengerti cinta sangatlah mahal, jika uang-uang ku ini juga belum cukup, kau bisa ambil seluruh asetku, rumah mewah, dan mobil-mobil sport itu.” Kataku pada penjaga toko setelah menyerahkan uang tadi. Kali ini penjaga toko itu tak tersenyum, ia malah tertawa kecil setelah mendengar perkataanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha, ternyata kau belum mengerti juga, kawan. Cinta tak bisa dibeli dengan uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta tak bisa dan takkan pernah bisa di beli oleh apapun. Bahkan jika untuk di tukar dengan mobil-mobil sportmu itu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi aku menginginkan cinta, apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan cinta di etalase itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau akan mendapatkannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu saat nanti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai tambah geram,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin cinta sekarang! Bukan nanti. Aku membutuhkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi penjaga itu tersenyum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak orang yang berkata mereka membutuhkan cinta, padahal mereka tidak benar-benar membutuhkannya. Mereka hanya ingin memilikinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kau tetap tak mau menjual cintai itu kepadaku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta itu bukan untuk dijual.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu apa gunanya kau pajang cinta di etalase itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan memberitahumu suatu saat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku jengah dengan percakapan itu dan meninggalkan toko dengan hampa, tanpa cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang membuatmu ingin memiliki cinta? Padahal kau baru melihatnya sekali di etalase toko itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Entahlah, tapi saat pertama kali aku melihat cinta, ada perasaan yang menyenangkan. Tak bisa kuungkapkan. Seperti…. Seperti ekstasi atau morfin, walaupun kau tahu itu buruk bagimu, toh kau tetap menenggaknya, bukan? Seperti itulah cinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu, apa yang kau lakukan setelah gagal membeli cinta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memikirkan perkataan si penjaga toko, bahwa aku tak bisa membeli cinta dengan uang, hingga tiba-tiba aku melihat dari kejauhan seorang rampok yang sedang di kejar-kejar oleh massa berlari ke arahku. Ting! Aku mendapatkan ide!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikut aku, aku akan membawamu ketempat yang aman.” Kataku, sambil ikut berlari dengan rampok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa aku harus mempercayaimu? Kita bahkan baru bertemu. Bagaimana ku tahu kau tidak menjebakku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terserah, tapi lihat orang-orang itu. Mereka membawa bensin dan obor. Siap membakarmu hidup-hidup jika tertangkap.” Perampok itu lalu berpikir sejenak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, aku ikut denganmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya rampok itu lolos dari kejaran massa setelah aku membawanya berbelok kesebuah gang kecil di antara kedai-kedai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terimakasih telah menolongku, sekarang apa maumu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kau bisa tau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya orang gila yang mau menolong perampok seperti ku, atau mereka punya kepentingan sendiri. Dan aku yakin kau tidak gila, jadi apa maumu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, aku ingin kau mencurikan sesuatu untukku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin kau mencuri cinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“APAAA!? Kau menyuruh perampok itu mencuri cinta?! Ide gila macam apa itu?” Tanya polisi itu terkejut setelah mendengar ceritaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kupikir jika aku tak bisa membelinya, mungkin aku bisa mencurinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“KAU SINTING! BENAR BENAR SINTING…..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berarti kau lebih sinting lagi karena mendengar cerita orang sinting.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik-baik… ayo lanjutkan ceritamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai menjelaskan panjang lebar apa yang harus rampok itu lakukan untuk mencuri cinta. Mulai dari letak toko itu, hingga dimana tempat aman kami bisa bertemu agar aku bisa mengambil cinta dari rampok itu. Si rampok hanya mengangguk-angguk mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari penjelasanku tadi, ada yang kurang jelas?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu hal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu cinta? Mengapa kau begitu ingin aku mencurikannya untukmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta itu….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, aku melihat perampok itu beraksi dari kejauhan sambil menikmati kopi panasku di cafe tepat di depan toko itu. Rampok itu berhasil mencuri cinta tanpa kesulitan yang berarti. Lalu aku meninggalkan kafe, dan menuju tempat yang telah kami sepakati untuk mengambil cintaku dari rampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku disitu, berdiri dan menanti si perampok. Tapi perampok itu tak kunjung datang. Setelah berjam-jam menunggu, akhirnya aku sadar. Si rampok mencuri cinta untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mencari rampok dan mendapatkannya saat sedang merampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey kau! Berikan cintaku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf teman, cinta ini milikku, aku yang mencurinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kembalikan, aku menyuruhmu mencuri cinta untukku, bukan untukmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tidak mengerti, semenjak aku memiliki cinta aku jadi menemukan arti hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikan cinta itu atau….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Atau apa…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“RAMPOOOK…..!!!” Teriakku sekencang-kencangnya meneriaki rampok itu. Orang-orang mulai melihat berkeliling mencari dimana rampok yang aku maksud, dan mengejarnya dengan membawa bensin dan obor. Rampok itu lari. Tapi ia tertangkap. Untungnya ketika massa itu siap membakar rampok aku sempat menghentikan mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“JANGAAAN!!!, jangan bakar dia, ada sesuatu yang harus kuambil darinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang itu pun berhenti dan memberi jalan untukku menuju rampok yang sudah dikerumuni massa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikan cintaku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada padaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku buang disuatu tempat saat aku dikejar tadi, agar aku bisa mengambilnya jika lolos.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DIMANA?!” sergahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rampok itu hanya diam. Aku menurunkan nada suaraku dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong beri tahu aku dimana kau membuangnya, dan aku akan bicara pada orang-orang ini agar tidak membakarmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si rampok berpikir sejenak, akhirnya ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia ada di tong sampah di gang yang aku lewati tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, terimakasih.” Jawabku lalu meninggalkan rampok itu bersama massa yang siap membakarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey, kau bilang akan bicara pada orang-orang ini agar tidak membakarku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, aku berbohong teman.” Senyumku sinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“KAU MENGKHIANATIKU!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau juga, sekarang kita impas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rampok itu terhenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bakar dia.” Perintahku pada orang-orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat massa itu menyiraminya dengan bensin dan langsung melemparkan obor-obor yang telah mereka pegang tadi ke rampok. Aku masih sempat mendengar teriakannya yang memilukan dari jauh. Rampok itu terbakar hidup-hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbakar karena pengkhianatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbakar karena cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kejam sekali kau membohongi rampok itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia harus belajar bahwa dikhianati itu sakit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi itu tak setimpal, ia hanya mengkhianatimu dengan mengambil cintamu, sedangkan kau dengan mengambil nyawanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta butuh pengorbanan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu bukan pengorbanan, itu korban atas dendam cintamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau mau terus bicara atau aku melanjutkan ceritaku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik…baik… ayo lanjutkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahu dimana perampok itu membuang cinta, aku langsung menuju ke tong sampah itu. Setelah menemukannya, aku mulai mengorek-ngorek sampah didalamnya tapi tak menemukan cinta. Lalu aku melihat pemulung melintas di dekatku. Aku bertanya, apakah ia ada memulung tong sampah ini. Ternyata bukan dia yang memulungnya tapi temannya, dan jika aku mau bertemu dengannya, aku bisa langsung menuju ke tempat pembuangan akhir disana. Lalu pergilah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, aku yang memulung di tong sampah itu.” Jawab salah satu pemulung setelah aku Tanya siapa yang memulung tong sampah tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang bisa aku bantu.” Ia bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat kau memulung tadi, apakah kau menemukan cinta? Cinta itu milikku, aku hanya ingin mengambilnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terlalu banyak barang yang aku pungut tadi, aku tidak ingat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolonglah, coba kau cari di keranjangmu itu, apa ada cinta disana? Jika kau menemukannya aku akan membayarmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, aku akan mencarinya. Kembalilah besok, aku akan memberikannya padamu jika aku menemukannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terimakasih….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunggu, tapi apa itu cinta? Mengapa kau begitu ingin mendapatkannya? Mengapa kau terlihat begitu putus asa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta itu….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya aku kembali lagi ketempat pemulung tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana? Apa kau menemukannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang sekali anak muda, aku sudah mencarinya dimana-mana tapi tak menemukan cinta yang kau maksud.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau bohong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buat apa aku bohong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agar kau bisa memiliki cinta itu sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak bohong!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau terlihat lebih bahagia dari kemarin. Aku tahu kau telah menemukan cinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, aku mengaku. Aku berbohong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, sekarang berikan cinta itu kepadaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak muda, bolehkah aku memiliki cinta ini untukku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak! Cinta itu milikku, ambil saja uangku ini sebagai bayaran kau telah menemukan cintaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak anak muda, cinta ini tak bisa kau tukar dengan uangmu.” Aku mulai tidak sabar dan mengeluarkan pisau dari balik bajuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kau membunuh pemulung itu?” Tanya polisi itu memotong ceritaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak seperti itu kejadiannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemulung itu terkejut ketika aku mengancamnya dengan pisau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikan cinta itu atau kubunuh kau!” ancamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak muda, kau tahu, seumur hidup aku menderita memunguti sampah-sampah menjijikkan itu, hingga aku menemukan cinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak peduli! Berikan cinta itu padaku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah kau kasihan padaku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah tak sabar lagi. Lalu mulai ingin menikam pemulung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik…baik…” jawab pemulung itu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini cintamu, ambillah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak jadi menikamnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terimakasih, ambillah ini sebagai bayaranmu.” Kataku sambil menyodorkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak butuh uang mu anak muda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi aku sudah berjanji untuk membayarmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikan saja pisaumu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika aku hendak pergi, pemulung itu memanggilku. Aku menoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak muda, tanpa cinta hidupku tak berarti. Aku tak mau menderita bersama sampah-sampah ini. Cinta, jika aku tak bisa memilikimu, apa gunanya aku tetap hidup? maka bunuhlah aku!” teriak pemulung itu seraya menancapkan pisau di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta telah membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hati? Mengapa ia memilih menancapkan pisaunya di hati?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Entahlah, mungkin karena ia patah hati karena cintanya kuambil. Hatinya telah hancur. Buat apa tetap hidup tanpa hati?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmmm…. Jadi intinya kau tak membunuh pemulung itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta itu membunuhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu dimana cinta itu sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada padaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DOR…!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku terlempar dari kursi dan menggelepar di lantai. Polisi itu menembakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A… Apa yang kau lakukan?” tanyaku terbata sambil menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelajaran cintamu telah berakhir, kawan.” Jawab polisi itu sambil tersenyum. Senyum itu…. Senyum yang familiar. Sepertinya aku pernah melihat senyum itu sebelumnya. Tapi dimana aku lupa. Otakku berpikir keras, dan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“K…Kau! Kau si penjaga toko itu! Siapa kau sebenarnya? Dan apa maksudmu tadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha, kau memang jeli kawan.” Lalu ia melepaskan topeng polisinya dan menjelma menjadi si penjaga toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akulah si penjaga toko. Dan pelajaran cintamu malam ini telah selesai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A…Aku tidak mengerti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau sudah belajar banyak malam ini, dan saatnya kau pulang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pulang ke pangkuan Tuhan maksudmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikan cinta itu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak! Kau tahu aku tak akan memberikannya padamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa kau begitu ingin memiliki cinta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta itu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan itulah sebabnya mengapa kau tetap hidup dan masih bisa berbincang-bincang denganku walau sudah kutembak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta memberiku hidup?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, tapi aku harus mengambil cinta itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak! Aku ingin memiliki cinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau akan memilikinya suatu saat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa harus suat saat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena cinta butuh proses, ia tak bisa didapat dengan cara instant. Ia tak bisa dicuri, apalagi dibeli.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, aku harus melewati proses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tepat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana caranya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau telah melewatinya dari ceritamu tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu aku berhak mendapatkan cinta ini. Lalu, mengapa kau ingin mengambilnya dariku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena cinta itu bukan milikmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah!?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tahu kenapa aku memajang cinta di etalase toko itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggeleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agar banyak orang-orang sepertimu yang bisa belajar apa itu cinta dan tak menyianyiakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta ini milikku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia milikku, yang kau curi dari etalase.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba cinta berusaha keluar dari sakuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta, jangan tinggalkan aku. Tanpamu hidupku tak berarti. Tanpamu hidupku hampa. Apa gunanya aku tetap hidup?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika cinta keluar dari sakuku. Tiba-tiba tubuhku terasa lemas, penglihatanku gelap. Sebelum jantungku berhenti, aku sempat mendengar sayup-sayup cinta berkata padaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Selamat tinggal pecinta, aku bukan cintamu. Aku tidaklah nyata. Carilah cintamu yang sebenarnya diluar sana.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku terbangun dari ranjangku. Dan kembali mencari cinta, bukan dengan mencuri, merampas, apalagi membelinya. Tapi mendapatkannya. Dan akhirnya aku mengerti. Penjaga toko itu benar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta butuh proses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-531760762274330212?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/531760762274330212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2011/08/cinta-itu.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/531760762274330212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/531760762274330212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2011/08/cinta-itu.html' title='&quot;Cinta itu.....&quot;'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-7496198270953905007</id><published>2011-07-17T18:54:00.004+07:00</published><updated>2011-07-17T19:28:21.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoShout'/><title type='text'>Celah Sejarah dalam Krisis Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-7UAc8bXCI_A/TiLSKHw-0TI/AAAAAAAAAic/3-XnoCP1pkg/s1600/kursi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 126px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7UAc8bXCI_A/TiLSKHw-0TI/AAAAAAAAAic/3-XnoCP1pkg/s320/kursi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630293555491557682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah celah; sebuah kesempatan bersejarah dalam lilitan krisis multidimensi ini. Tampak mustahil memang, jika melihat bangsa kita ini, yang kepercayaan dirinya seakan sudah lumpuh. Seakan bangsa ini sudah mulai percaya bahwa krisis ini bagaikan titian tanpa ujung. Faktanya, bukan tidak ada seorang ekonom brilian di negeri ini yang mampu menyelesaikan krisis ekonomi ini. Faktanya, bukan tidak ada orang jenius yang dapat menemukan jalan keluar bagi persoalan bangsa ini. Faktanya adalah sebenarnya  orang-orang ini bagaikan lidi yang berserakan di antara gugusan kepulauan di nusantara ini. Orang-orang ini (sayangnya) tak terintegrasi menjadi sapu di bawah sebuah kepemimpinan yang solid.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan. Yang sebagaimana selalu terbukti berulang – ulang dalam sejarah selalu memberikan porsi terbesar bagi masalah yang dihadapi tiap bangsa, atau sebaliknya. Apa yang kita kenal dengan ideologi, agama, dan sistem sebenarnya hanyalah kumpulan benda-benda mati sampai mereka ditiupkan roh kehidupan dari sebuah kepemimpinan. Dan tak ada yang bisa menyelesaikan krisis ini kecuali jika kita dipimpin oleh sebuah kepemimpinan yang andal. Tapi juga perlu di ingat, kepemimpinan yang kuat dan baik tidak menjamin semua krisis ini selesai, tapi kepemimpinan yang kuat dan baik ini dapat memastikan bahwa semua solusi dan pemecahan yang kita rencanakan dapat berjalan dengan benar dan tidak menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari, peningkatan partisipasi politik bangsa ini melahirkan masalah baru bagi kepemimpinan nasional : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;meningkatnya standar harapan masyarakat terhadap pemimpin nasional.&lt;/span&gt; Efeknya, krisis kepemimpinan di negeri ini selalu berakhir dengan pergantian pemimpin nasional di luar jadwal konstitusi. Disebabkan oleh para pemimpin ini “dianggap” tidak memenuhi harapan masyarakat tersebut. Krisis kepemimpinan nasional saat ini adalah masalah nasional terbesar; melebihi dari musibah apapun yang pernah di terpa bangsa ini. Kepemimpinan adalah hal yang sangat vital.  Ini merupakan suatu potongan sejarah yang disebut masa kekosongan kepemimpinan. Karena dalam masa ini, ada pemimpin yang tidak memimpin. Kepemimpinan adalah roh kehidupan yang dapat membuat ideologi, agama, nilai pikiran, dan sistem bekerja efektif mengorganisasi kehidupan bangsa kita ini. Dan ini adalah sebuah celah sejarah bagi para calon pemimpin di tengah krisis ini. Tapi siapakah pemimpin itu? Tentu saja seseorang yang mempunyai kapasitas kepemimpinan yang diperlukan sesuai jamannya untuk menyelesaikan masalah bangsa ini. Dan itu bisa siapa saja. Bahkan mungkin anda. Siapa yang tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-7496198270953905007?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/7496198270953905007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2011/07/celah-sejarah-dalam-krisis-kepemimpinan.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7496198270953905007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7496198270953905007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2011/07/celah-sejarah-dalam-krisis-kepemimpinan.html' title='Celah Sejarah dalam Krisis Kepemimpinan'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7UAc8bXCI_A/TiLSKHw-0TI/AAAAAAAAAic/3-XnoCP1pkg/s72-c/kursi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-2965132900704616814</id><published>2011-07-16T15:23:00.006+07:00</published><updated>2011-07-16T15:38:48.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoShout'/><title type='text'>Anak-Anak yang Gelisah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ccNs_CBIvQ4/TiFMwc3GRRI/AAAAAAAAAiM/W1Ry5CGTVOA/s1600/bayi%2Bbayi.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 265px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ccNs_CBIvQ4/TiFMwc3GRRI/AAAAAAAAAiM/W1Ry5CGTVOA/s320/bayi%2Bbayi.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5629865404454552850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak – anak muda adalah sebuah energi peradaban yang siap meledak di saat dibutuhkan. Ketika idealisme mereka terbentur alam realitas. Ketika janji kemakmuran berubah menjadi krisis ekonomi yang menyengsarakan. Ketika keadilan telah terbungkam oleh tirani kekuasaan, dan kebebasan terenggut oleh kediktaktoran. Ketika semua itu terjadi, maka bersiaplah. Ibu pertiwi pasti akan menepati janjinya. &lt;span class="fullpost"&gt; Janji untuk melahirkan anak-anak yang setia pada cita-cita luhurnya. Anak-anak yang membawa keberanian ditengah lautan ketakutan, yang mengibarkan panji perlawanan terhadap penindasan, yang memekikkan gaung pembelaan ditengah pengkhianatan, yang memberikan darah mereka dengan tulus sebagai mahar sebuah kebebasan dan keadilan, dan yang meninggalkan kenikmatan masa mudanya dengan penuh cinta untuk hidup dalam deru dan debu jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keresahan itu muncul dari jiwa-jiwa yang gelisah. Tapi, kegelisahan yang seperti apakah itu? Yaitu kegelisahan yang membuat mereka berani mencabut semua kenyamanan hidup mereka. Kegelisahan yang membuat mereka bergerak maju di garis depan. Menjemput takdir. Menyambut panggilan sejarah. Kegelisahan bagaikan isyarat bagi anak – anak ini untuk bangun dari tidur panjang mereka dalam rahim sejarah. Seakan kegelisahan memberi mereka energi, semangat perlawanan, dan pembelaan yang ledakannya cukup besar untuk ditulis dalam prasasti sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masih ragu dengan kekuatan energi peradaban ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita runut ulang ledakan energi peradaban ini dari generasi 1900-an. Anak-anak gelisah pada generasi ini dengan lantangnya memekikkan gaung perlawanan dan akhirnya memelopori kebangkitan nasional. Lalu, di generasi 28, kegelisahanlah yang membuat anak-anak muda ini memelopori persatuan nasional dalam simbol tanah air, kebangsaan, dan bahasa persatuan. Sejarah mencatatnya dengan Sumpah Pemuda. Di generasi 45, kegelisahanlah yang membuat anak-anak ini memberikan darah mereka dengan tulus demi mahar sebuah kemerdekaan. Lebih dekat lagi, ada generasi 66 yang berhasil mengakhiri tirani orde lama, dan generasi 98 yang mengakhiri kediktaktoran orde baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah jaket berlumur darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami semua sudah menatapmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Telah berbagi duka yang agung dalam kepedihan bertahun-tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Taufiq Ismail, 1966)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi malaikat telah mencatat indeks prestasi kalian di Trisakti bahkan di seluruh negeri&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Karena kalian berani mengukir alphabet pertama dari gelombang ini dengan darah dan arteri sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merah putih yang setengah tiang ini&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Merunduk di bawah garang matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Taufiq Ismail, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat, tanpa kita sadari kegelisahan inilah yang membuat bangsa kita ini bisa menghirup udara kebebasan.  Tapi, tugas belum selesai. Kini kita tengah berada di persimpangan sejarah. Masa transisi yang tengah kita alami boleh jadi merupakan awal bencana besar yang merugikan akan menimpa bangsa kita di masa depan. Sebab, ada kegelisahan baru. Sebuah idealisme yang terpasung dalam realitas. Dan cita – cita reformasi yang telah di gaungkan para generasi dulu pun seakan semakin mengikis dan habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin memang harus begini kenyatannya. Bahwa bangsa ini menghendaki kita melangkah lebih cepat menyelamatkan dirinya. Bahwa seharusnya kita sudah bersiap dengan letupan letupan kecil sebelum isyarat itu terdengar. Atau bahkan sebenarnya isyarat itu sudah dari dulu berbunyi, tapi teredam karena kita terlalu sibuk dengan diri kita sendiri? Sadar dan lihatlah, betapa bangsa ini sudah cukup lama gelisah. Ia butuh sebuah ledakan dari anak-anak yang terlalu pulas tidur dalam rahim sejarah ini. Ledakan energi peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kita bergerak maju dan menuju garis depan. Mungkin inilah saatnya kita menjemput takdir kita. Memenuhi panggilan sejarah (yang mungkin) sudah lama terdengar tapi tak terhiraukan. Memang, perubahan ini sekilas terlihat seperti kabut tebal  yang menghalangi cahaya matahari turun ke bumi. Tapi percayalah, keresahan dari anak – anak yang gelisah ini cukup kuat untuk meledakkan energi peradaban bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Garuda bukan burung perkutut&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sang saka bukan sandang pembalut&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Dan coba kau dengarkan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang hanya berisikan harapan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Yang hanya berisikan khayalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-2965132900704616814?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/2965132900704616814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2011/07/anak-anak-yang-gelisah.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/2965132900704616814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/2965132900704616814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2011/07/anak-anak-yang-gelisah.html' title='Anak-Anak yang Gelisah'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ccNs_CBIvQ4/TiFMwc3GRRI/AAAAAAAAAiM/W1Ry5CGTVOA/s72-c/bayi%2Bbayi.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-3396084279508517726</id><published>2010-12-14T18:00:00.003+07:00</published><updated>2010-12-14T22:09:58.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artwork'/><title type='text'>Jangan Cintai Aku</title><content type='html'>Wanita itu berjalan gontai menuju rumah sederhana di hadapannya. Menaiki anak tangga dan membuka pintu rumah berwarna biru itu dengan perlahan. Ia diam sesaat, tertegun, rumah itu sunyi senyap. Seperti tidak ada orang. Lalu ia masuk kedalamnya, matanya melihat sekeliling. Rumah itu tidak berubah sama sekali sejak ia tinggalkan. Sofa, meja, susunan kursi, semua masih terlihat sama. Seperti tidak di sentuh sama sekali. Ia berjalan mengitari seluruh rumah, tapi nihil. Ia tak menemukan orang yang dicarinya. Saat ia bingung, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah kamar berhiaskan gorden di depannya. Itu kamarnya, dan ia yakin bahwa orang yang di carinya ada disana. Ia pun berjalan perlahan, sepertinya ia tak mau kedatangannya di ketahui oleh orang yang di carinya itu. Akhirnya ia masuk ke dalam kamar, dan melihat sesosok pria terbaring lemah membelakanginya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu terpaku melihat sosok pria di hadapannya. Ia tahu pria itu sekarat, pria itu menahan sakit yang luar biasa,  dan yang membuatnya dadanya lebih sesak, pria itu orang yang dicintainya. Cukup lama ia terdiam di pojok kamar itu. Tapi semakin lama dadanya sesak, ia menahan dirinya untuk menangis, tapi tenggorokannya jadi terasa kering dan sakit. Akhirnya, air mata pun tak terbendung. Ia menangis, tetesan air matanya terus mengalir ke pipi hingga jatuh ke lantai. Tapi ia masih tak bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mengapa kau menangis?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu tiba-tiba membuyarkan lamunannya, dengan reflek ia segera menghapus air mata di pipinya. Ia terkejut, bahwa kedatangannya sudah diketahui oleh orang di hadapannya itu, padahal dari tadi pria itu tak menoleh sedikit pun kepadanya. Tapi ia tersadar ia harus menjawab pertanyaan tadi, lalu entah dari mana ia langsung menjawab dengan pelan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Karena kebahagiaan.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Lalu mengapa kau menghilang?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu bertanya lagi dengan sinis, masih dengan posisi membelakangi wanita tersebut dan tanpa menoleh sedikitpun. Tapi, tidak seperti tadi, sekarang wanita itu sudah menguasai dirinya. Dan ia tak terkejut saat pertanyaan itu di lontarkan. Karena ia sudah mempersiapkan jawabannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Untuk kesendiriaan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu terdiam sejenak, lalu ia mencoba bangun dari ranjangnya. Badannya yang sudah sangat lemah, membuatnya kesusahan untuk menggerakkan tubuhnya. Perlahan ia coba untuk duduk di ranjangnya, lalu mencoba untuk berdiri. Tapi sayang, tubuhnya tak sekuat dulu lagi, saat ia mencoba untuk berdiri, tubuhnya kehilangan keseimbangan lalu ia terjatuh ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal tersebut, wanita itu segera berniat untuk membopongnya berdiri, tapi belum sempat ia menolong, pria itu lalu berkata dengan kasar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“JANGAN !” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teriaknya dengan lantang sambil memberi isyarat dengan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pria itu dengan susah payah mencoba berdiri. Dengan tangannya yang bergetar, ia meraih ranjang untuk tumpuannya mengangkat tubuhnya. Cukup lama ia berjuang keras, hingga ia bisa kembali duduk di ranjangnya. Wanita itu hanya bisa menahan tangis melihat pemandangan yang mengiris hatinya itu. Lalu, ia mendatangi dan duduk di samping pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memegang sekuat tenaga tangan pria itu. Wajahnya menatap kosong ke bawah, memikirkan sesuatu. Ia membiarkan wanita itu memegang sesaat tangannya, lalu ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Mengapa kau memegang tangaku dengan erat? Tapi pikiranmu pergi entah kemana? ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan kasarnya ia menarik tangannya hingga lepas dari pegangan wanita tersebut. Wanita itu terkejut, lalu ia terdiam sejenak dan menghela napas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku sangat mencintaimu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu tiba-tiba berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mengapa bisa begitu?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Jangan tanyakan hal bodoh itu! Kau sudah tahu jawabannya !”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab wanita itu kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Walaupun suatu saat nanti akan ada cobaan besar menghadang, aku tidak takut. Aku hanya ingin mencintaimu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambungnya lagi dengan nada bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Jangan mencintai aku, jika kau pikir suatu saat aku akan berubah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu kembali ke berkata dengan suara datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Salahkah aku jika ingin kita bersama selamanya sampai nanti?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya wanita itu dengan kesal. Pria itu lalu memotong pembicaraannya dengan lantang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“JANGAN MENCINTAIKU!  karena suatu saat kau pasti akan berbohong.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Jika bagimu aku tak pantas mencintaimu, maka jangan cintai aku. Tapi aku akan tetap tinggal disini menemanimu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu wanita itu membopong pria tadi berdiri, merawatnya seperti sebelumnya, mengurusnya melakukan hal-hal yang seharusnya bisa pria itu lakukan sendiri jika ia sehat, menggantikannya baju, berjalan, hingga akhirnya wanita itu membawanya ke luar rumah untuk mendapatkan udara segar. Selama wanita itu membopongnya, pria itu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Jangan cintai aku, karena aku sudah tak seperti yang dulu. Karena aku merenggut kebahagiaanmu. Karena takdirmu adalah berhenti mencintaiku. Kar… karena mustahil kau mencintaiku…..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu tak bisa melanjutkan kata-katanya.  Lalu ia menatap dalam-dalam wajah wanita itu lalu berkata kembali dengan suara yang rendah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Kita berdua seperti cermin, yang saling memantulkan cahaya. Kita berdua sama. Kita adalah satu. “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kata itu yang terucap dari mulut pria itu. Wanita itupun tersenyum, menetes kembali air mata di pipinya. Ia bahagia. Ia tahu, bahwa kekasihnya itu tak mungkin benar-benar menyuruhnya berhenti mencintainya. Lalu ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Jangan cintai aku jika kau ingin menderita dalam penyesalan selamanya. Jangan cintai aku jika kau hanya akan menahanku kembali suatu saat nanti. “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berbicara, kedua kekasih itu kembali terkenang dengan nostalgia saat kehidupan mereka masih bahagia. Sebuah keluarga baru dengan kehidupan yang penuh cinta. Mereka berdua hidup dengan harmonis dan mesra. Mereka mulai teringat saat dimana mereka menghabiskan waktu bersama, berdansa, menghabiskan malam berdua. Tapi, lama kelamaan kenangan itu perlahan pudar dari ingatan mereka berganti dengan ingatan buruk dari vonis dokter yang menyatakan bahwa Mark, sang pria terkena penyakit Leukimia. Kehidupan mereka pun mulai berubah. Tubuh Mark semakin lama semakin lemah. Hingga ia tidak bisa melakukan segala halnya sendiri. Ia selalu di bantu dengan istrinya, Jenny. Lama kelamaan, Mark merasa tidak berguna  sebagai seorang suami. Ini selain di sebabkan oleh pikirannya sendiri, juga hasutan dari orang-orang luar yang mencemoohnya sebagai suami tak berguna. Lambat laun Mark menjadi seorang yang temperamental dan cepat marah. Ia selalu menolak jika istrinya ingin menolongnya, dan ini berlangsung hingga berbulan-bulan. Sehingga suatu saat Jenny merasa kesal dan meninggalkan Mark sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenny pergi hingga beberapa hari, ia merenung dan menangis meratapi kehidupannya. Akhirnya ia tersadar, bahwa ia tidak boleh meninggalkan suaminya sendiri. Hanya ia lah yang bisa memberi kebahagiaan terakhir untuk suaminya itu. Ia tak peduli lagi, jika ia di marahi suaminya itu, karena ia tahu bahwa suaminya mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di ingatan itu, tiba-tiba mereka tersadar dari flashback yang baru saja mereka alami. Setelah itu Jenny kembali melanjutkan perkataannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku hanya ingin menggantikan langit biru di sana dengan cinta kita yang amat luas. “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark hanya terdiam. Mereka lalu berjalan menyusuri jalan setapak. Tiba-tiba Mark berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku tak tahu apa yang harus kukatakan….”&lt;/span&gt; Ucapnya terbata.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tapi yang kukatakan tadi itu benar…..” &lt;/span&gt;Lanjutnya lagi. Ia menghela napas sejenak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Orang-orang itu sangat menyakitiku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucap  Mark akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Jangan pedulikan mereka. Jika kau dan aku terpisah mereka juga tetap takkan peduli. Tapi pedulikkanlah aku yang tak bisa hidup sendiri di dunia ini tanpa dirimu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucap Jenny, sambil memeluk Mark. Mark terkejut, Jenny memeluknya, setelah sadar, ia juga langsung membalas pelukan Jenny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Jangan tinggalkan aku! Jangan tinggalkan aku! Jangan dengarkan aku walau aku bilang padamu ‘jangan mencintaiku’.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucap Mark gugup, sambil memeluk Jenny semakin erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Jangan tinggalkan aku, dan berhentilah menyakitiku dengan menyuruhku ‘jangan mencintaimu’.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balas Jenny lagi. Mark semakin erat memeluk Jenny, air mata membasahi  pipinya. Ia lalu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Jangan mencintaiku, ku mohon kau harus pergi !”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapnya terpaksa, tapi malah semakin erat memeluk Jenny. Ia tak bisa membohongi hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kau tahu, aku tak mungkin melakukan itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucap Jenny. Mark melepaskan pelukannya, lalu ia menatap Jenny kembali di hadapannya dengan berlinang air mata ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Jangan cintai aku, aku hanya akan membuatmu menderita. Hatiku sudah beku karena semua ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucap Mark bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Jangan cintai aku jika  hanya untuk lari dari kesedihanmu, tapi cintailah aku karena kau memang mencintaiku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai Jenny mengatakan hal tersebut, tiba-tiba muka Mark pucat tubuhnya bergetar, ia kembali kehilangan keseimbangan, ia tak mengeluarkan sepatah kata pun lagi. Ia ambruk di depan Jenny. Di bawah senja yang hampir pergi Jenny panik melihat Mark yang tiba-tiba pingsan. Bersamaan dengan hari yang hampir selesai dengan datang gelapnya malam yang menutupi sosok mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;******&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jenny sedang sibuk menaburkan bunga di atas sebuah makam, setelah itu ia menatap sejenak nisan tersebut. Di nisan itu terukir nama seseorang dengan jelas, “Mark Anthony.” Lalu ia meninggalkan pemakaman tersebut. Ia tidak menangis, ia tidak merasa kehilangan. Ia sepertinya berjalan dengan tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;“Jangan cintai aku.” Suatu hari nanti kita akan bertemu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Dan bersama selamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Cinta kita memang seperti matahari yang terbit setelah badai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Seperti dua komet yang akan bertemu di galaksi nanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Seperti janjiku, aku takkan meninggalkanmu di dunia ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Selama kau berjanji untuk tak meninggalkanku juga di hatimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di telinganya hanya terngiang kata-kata tadi. Kata-kata terakhir yang Mark ucapkan sebelum pergi meninggalkannya. Dan ia percaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Mark sudah pergi, tapi ia tidak merasa kehilangan. Seperti kata Mark, selama ia tak meninggalkan Mark di hatinya, selama itulah Mark akan terus bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu benar, Jenny memang terlihat pulang sendiri. Tapi sebenarnya, ia pulang bersama Mark di sisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-3396084279508517726?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/3396084279508517726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/12/jangan-cintai-aku.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3396084279508517726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3396084279508517726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/12/jangan-cintai-aku.html' title='Jangan Cintai Aku'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-3575336640908792139</id><published>2010-08-06T19:51:00.003+07:00</published><updated>2010-08-06T19:59:55.286+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>Menghilangkan Kebiasaan Menunda</title><content type='html'>Sering menunda. Rasanya tidak sedikit yang terkena virus itu. Sering  kali kita menunda melakukan sesuatu, misalnya mengerjakan tugas sampai  malam sebelum besok tugas tersebut dikumpulkan. &lt;p&gt;Pada umumnya, kebiasaan menunda ini timbul karena menghindari  melakukan hal yang dipandang tidak menarik, tidak menyenangkan, atau  tidak penting. Untuk menghilangkan kebiasaan ini, perlu adanya perubahan  sikap akan pentingnya dan tujuan diberikannya tugas kepada siswa.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Kadang-kadang kompleksitas dan ukuran tugas yang menjadi penyebab  kita menghindari dan menunda mengerjakannya. Bila ini masalahnya, kita  dapat membagi-bagi tugas menjadi beberapa bagian yang dapat  diselesaikan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adakalanya penundaan terjadi karena takut mengalami kegagalan  sehingga menghindari untuk memulai mengerjakan sesuatu. Ada juga orang  yang menuda-nunda karena ingin memperoleh hasil yang sempurna dengan  standar yang terlalu tinggi untuk dicapai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila kita merasa menunda-nunda merupakan salah satu kebiasaan kita, cobalah tujuh saran di bawah ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Amati &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;sifat &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;menunda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin kebiasaan menunda ini telah berlangsung cukup lama sehingga  tidak mudah dihilangkan. Coba amati bagaimana kebiasaan ini muncul. Pada  saat apa saja kita melakukan penundaan dan apa akibatnya. Kita akan  menemukan pola dan alasan-alasan penundaan tertentu. Dengan mengenali  pola ini dan melihat akibat langsung penundaan, kita akan lebih mudah  menghilangkan kebiasaan ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Temukan mengapa kita menunda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbagai orang memiliki sebab yang berbeda dalam kebiasaannya menunda. Seorang &lt;em&gt;pemimpi&lt;/em&gt;  mempunyai sasaran yang tinggi tapi jarang menerjemahkannya menjadi  rencana yang operasional sehingga tidak ada orientasi yang jelas untuk  memulai suatu tugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang yang selalu &lt;em&gt;cemas&lt;/em&gt;, selalu terpaku pada kemungkinan terburuk sehingga lebih banyak berbicara tentang masalah daripada mengerjakan tugas. &lt;em&gt;Pembangkang&lt;/em&gt; akan menolak tugas baru. Seorang yang &lt;em&gt;berlebihan&lt;/em&gt;  akan membuat kerja ekstra utnuk tugas yang diberikan dan tidak berusaha  membuat prioritas tugas. Dengan mengetahui sebab kita menunda, dapat  diterapkan cara yang tepat untuk mengatasinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pikiran-pikiran yang harus disingkirkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buang jauh-jauh beberapa pikiran yang akan menyebabkan kita menunda:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Saya harus mengerjakan tugas dengan sempurna.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lebih baik tidak dikerjakan daripada dikerjakan tapi tidak selesai.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika tidak dikerjakan dengan benar, lebih baik tidak dikerjakan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika kali ini saya dapat mengerjakan tugas, saya pasti dapat megerjakan tugas lain waktu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Besok kan masih bisa ...&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jangan terus bekerja dalam tekanan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada sebagian orang, bekerja dengan tekanan waktu yang ketat akan  menyebabkan hasil terbaik. Kita dapat menerapkan strategi ini secara  selektif. Bila kita memilihnya, sedikan suatu blok waktu yang aman  sebelum kita memasukkan tugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi, jika kita merasa nyaman melakukan sesuatu dengan waktu amat  terbatas, sebenarnya kita akan melakukan hal tersebut lebih baik dengan  waktu yang cukup. Secara logika, tentu kita sempat melakukan berbagai  perbaikan bila memiliki waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jangan terbawa perasaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasa malas, takut mengalami kegagalan, dan berbagai perasaan lain  sebaiknya ditinggalkan dan mulailah dengan tindakan. Sebagai contoh,  bila kita menunggu &lt;em&gt;mood&lt;/em&gt; untuk berolahraga, mungkin kita harus  menunggu berbulan-bulan sebelum itu terjadi. Bila kita segera mulai  berjalan cepat selama 5 menit, kita akan segera punya keinginan untuk  lari selama 20 menit. Jadi, lakukanlah tindakan karena itu akan  menimbulkan motivasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perdayai diri kita untuk memulai&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk memulai, bisa kita gunakan trik “5 menit saja.” Ketika akan  melakukan sesuatu yang sepertinya banyak dan rumit, katakan pada diri  kita, kita hanya akan melakukan itu selama lima menit. Paksa diri kita  membuka buku dan katakan, toh ini hanya lima menit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika sudah memulai, kebanyakan orang akan merasa tanggung bila hanya  mengerjakan sesuatu selama lima menit. Tanpa kita sadari, kita sendiri  yang ingin menambah waktu lima menit tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mulai saat ini&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berlatihlah untuk mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan, saat ini  juga. Mulailah berlatih untuk menghilangkan kebiasaan menunda. Ayo  sekarang juga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://sekolahindonesiacairo.sch.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=47:menghilangkan-kebiasaan-menunda&amp;amp;catid=34:akademik"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-3575336640908792139?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/3575336640908792139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/08/menghilangkan-kebiasaan-menunda.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3575336640908792139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3575336640908792139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/08/menghilangkan-kebiasaan-menunda.html' title='Menghilangkan Kebiasaan Menunda'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-6157668765822138657</id><published>2010-07-24T22:19:00.009+07:00</published><updated>2010-07-24T23:01:53.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Indonesia Negara Sparta</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Catatan: Semua yang saya tulis terinspirasi dari &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;" href="http://sosbud.kompasiana.com/2010/05/11/bangsa-indonesia-bangsa-sparta/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;. Terserah jika mau di bilang copas, tapi saya lebih suka menyebutnya “menulis kembali”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pasti tahu S&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsHae8i3jI/AAAAAAAAAfw/33qs6eSeNMo/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 151px; height: 114px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsHae8i3jI/AAAAAAAAAfw/33qs6eSeNMo/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497495921700822578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;parta bukan? Bangsa dari Yunani yang kita kenal sebagai bangsa yang gagah berani, dan tidak takut mati. Bagi bangsa Sparta, kematian bukanlah hal untuk ditakuti, malah kalau perlu didatangi dengan bertempur di medan perang. Karna bagi mereka, mati di medan perang adalah suatu kebanggaan. Bahkan karna kehebatan bangsa ini, Hollywood mengabadikannya menjadi sebuah film berjudul “300”. Hmm… pasti udah banyak yang pernah nonton kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang, apa hubungannya bangsa Sparta ini dengan Negara kita? Ya tentu saja ada! Sparta secara garis besar dapat kita gambarkan sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bangsa yang suka berperang&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak takut mati&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjunjung tinggi martabat bangsanya&lt;/span&gt;. Ya Sama seperti Indonesia. Gak percaya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oke, yang pertama: &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sparta bangsa yang suka berperang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsIZzMVHaI/AAAAAAAAAf4/EQyM8eAYFyI/s1600/300-wallpaper1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 260px; height: 237px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsIZzMVHaI/AAAAAAAAAf4/EQyM8eAYFyI/s320/300-wallpaper1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497497009467497890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sama, kita juga sangat suka yang namanya “berperang”. Lihat ratusan (atau mungkin ribuan) kali terjadi kasus tawuran. Gak Cuma antar sekolah, yang digandrungi oleh para pelajar, tapi bahkan antar kampus, malah ada yang antar jurusan. Lihat, para pemuda yang katanya “intelek”. kok bisa ikut-ikutan perang kayak anak SMA yang notabene masih ingusan dan labil. Dan tragisnya lagi, “perang” ini juga terjadi di antar desa, bahkan antar daerah! Padahal, kebanyakan penyebabnya cuma hal kecil. Lihat kan? Bangsa kita kurang lebih sama dengan bangsa Sparta yang suka berperang. Dan kita lebih hebat lagi, karna memulainya dengan hal-hal kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsKDEQh_YI/AAAAAAAAAgA/vB0IK_J-TUk/s1600/tawuran-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 285px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsKDEQh_YI/AAAAAAAAAgA/vB0IK_J-TUk/s320/tawuran-dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497498817934785922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Para "Spartan" yang sudah siap tempur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsKDd05R4I/AAAAAAAAAgI/Z2DSS8gZsiY/s1600/tawuran2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 185px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsKDd05R4I/AAAAAAAAAgI/Z2DSS8gZsiY/s320/tawuran2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497498824798193538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsKDiz-wPI/AAAAAAAAAgQ/TYWeoRdE9qE/s1600/tawuran.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 319px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsKDiz-wPI/AAAAAAAAAgQ/TYWeoRdE9qE/s320/tawuran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497498826136535282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;Tonight, we dine in hell...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Bangsa Sparta gak takut mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama orang-orang kita juga gak takut dengan yang namanya mati, mau bukti? Gampang, datang aja ke salah satu KA Ekonomi kita. Dan kita akan melihat para Spartan-spartan kita yang tidak takut akan mati. Nyawa sudah seperti gak ada artinya. Gelantungan di atas atap kereta yang berkecepatan 100 km itu biasa. Gak pernah terpikirkan oleh mereka perkara ketabrak tiang, atau tersambar listrik, atau malah jatuh dari sana. Apalagi cuma berdiri didepan pintu masuk kereta? Beuh…. Itu apalagi…. Katanya sih, biar hemat uang, karna kondektur gak mungkin nagih sampe keatas atap. Perkara mati itu urusan tuhan, kalo tuhan belom ngijinin mati, ya gak bakal mati. Yah, begitulah kira-kira jawabannya.&lt;br /&gt;Hebat bukan bangsa kita? Nyawa bukanlah lagi sesuatu yang berharga. Bahkan para Spartan ini seolah “menukarnya” agar lebih hemat beberapa ribu rupiah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLr73X4HI/AAAAAAAAAgo/1fYxGNkgQ2g/s1600/Kereta+Api1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLr73X4HI/AAAAAAAAAgo/1fYxGNkgQ2g/s320/Kereta+Api1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497500619568046194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLre0OHoI/AAAAAAAAAgY/GNWwicpmUaE/s1600/1251318984tiket+ekonomi+ka.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLre0OHoI/AAAAAAAAAgY/GNWwicpmUaE/s320/1251318984tiket+ekonomi+ka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497500611770195586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Para "Spartan" yang gak takut mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Contoh lain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat para pengendara kita dijalanan. Gak pake helm gak masalah. Alasannya, “kan deket, gak bakal kena razia.” Sekarang yang jadi pertanyaan, Helm fungsinya buat apa sih? Ngelindungin kepala, atau menghindari Razia? Aneh memang. Belum lagi ditambah, para “pembalap” kita yang ngebut sembarangan, selap selip kanan kiri gak mikir-mikir, ditambah lagi bunyi motor yang nyaring dan berisik. Sangat mengesalkan sekali. Tapi yang paling lumrah tentu saja para pengendara yang sibuk sms-an atau bahkan telponan di jalan. Gak Cuma pengendara motor, mobil apalagi. Mereka tak menghiraukan bahaya dari apa yang mereka lakukan, apalagi meminimalkan resikonya. Makanya gak heran, kalau korban kecelakaan di jalan raya, melebihi korban kematian akibat peperangan. Hebat bukan bangsa kita? Jadi tidak salah bukan kalau kita menyebut bangsa kita bangsa yang tidak takut mati, atau malah tidak peduli akan kematian itu sendiri. Bahkan mungkin Sparta kalah dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLsxLxNVI/AAAAAAAAAg4/PMunJXt-HIs/s1600/tanpa-helm.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLsxLxNVI/AAAAAAAAAg4/PMunJXt-HIs/s320/tanpa-helm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497500633880671570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLsUhZtcI/AAAAAAAAAgw/Z887xwUJ7bY/s1600/nelpon.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 259px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLsUhZtcI/AAAAAAAAAgw/Z887xwUJ7bY/s320/nelpon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497500626186778050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLrooMaBI/AAAAAAAAAgg/g2ZM9EGUcv8/s1600/dijalan-sms-an.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLrooMaBI/AAAAAAAAAgg/g2ZM9EGUcv8/s320/dijalan-sms-an.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497500614404106258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini juga bermartabat, sama halnya seperti Sparta. Lihat saja saat kebudayaan kita di klaim sama Negara lain? Bangsa kita langsung mengamuk bukan main, bahkan mungkin melebihi auman Leonidas saat ia disuruh tunduk dengan Xerxes. Contohnya saja saat Batik, yang akhirnya mendapat pengakuan dari dunia. Orang-orang pun langsung sibuk pakai batik kemana-mana, bahkan anak mudanya. Yang dulunya kebanyakan anti banget dengan batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi coba kita lihat dulu, sebelum klaim-klaim itu datang, adakah yang memperdulikan nasib Tempe, nasib Reog, nasi Batik, dan nasib kebudayaan lainnya? Tidak ada. Kita lebih memilih makan pizza daripada tempe murahan. Kita lebih suka melihat dance hiphop, daripada melihat Reog yang kuno. Kita lebih memilih memakai jas daripada memakai batik yang kampungan. Tapi saat klaim itu datang, saat martabat kita diusik, kita pun marah bukan main. Kita mulai memperolok bangsa yang mengklaim kebudayaan kita tersebut, seperti “Malingsia” dan sebutan yang lainnya. Histeria kemarahan bangsa kita terjadi dimana-mana karena martabat yang seharusnya dimiliki bangsa ini diaku-aku oleh negara lain. Menakjubkan bukan? Menakjubkan melihat bagaimana kita sendiri melupakan martabat kita dan marah sedemikian rupa saat ada yang menunjuknya. Kurang lebih dalam menjaga martabat pun kita kurang lebih sama seperti bangsa Sparta. Bener gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsNFg1AMoI/AAAAAAAAAhI/y1NEPZ4XUPQ/s1600/malaysiademosolo-590x365.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsNFg1AMoI/AAAAAAAAAhI/y1NEPZ4XUPQ/s320/malaysiademosolo-590x365.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497502158498574978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsNFKcQoCI/AAAAAAAAAhA/qf9Nh25UdoA/s1600/forki.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsNFKcQoCI/AAAAAAAAAhA/qf9Nh25UdoA/s320/forki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497502152489213986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsNFyEqyQI/AAAAAAAAAhQ/LHYPENEGTXk/s1600/malingsia-300x220.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsNFyEqyQI/AAAAAAAAAhQ/LHYPENEGTXk/s320/malingsia-300x220.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497502163127683330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya menulis tulisan ini bukannya saya ini tidak pernah melakukan hal-hal seperti diatas, tentu saja saya pernah. Bahkan, sampai sekarang pun masih. Tulisan ini saya buat hanya sebagai bahan renungan saja bagi kita, bahwa mungkin tanpa kita sadari, kita sendirilah para “Spartan” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masih banggakah kita dengan julukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Spartan"?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Met Weekend...!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-6157668765822138657?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/6157668765822138657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/07/indonesia-negara-sparta.html#comment-form' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6157668765822138657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6157668765822138657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/07/indonesia-negara-sparta.html' title='Indonesia Negara Sparta'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsHae8i3jI/AAAAAAAAAfw/33qs6eSeNMo/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-4506281913185695911</id><published>2010-07-02T13:28:00.010+07:00</published><updated>2010-07-21T19:54:10.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About'/><title type='text'>3 Alasan Utama Saya tidak Ngeblog</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Hello...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;I'm Back!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Haha... akhirnya setelah "hilang" nyaris 2 bulan (atau lebih), akhirnya saya bisa kembali kejalan yang benar dan ngeblog lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf bagi komen2 yg gak kebales,&lt;br /&gt;maaf karna gak blogwalking,&lt;br /&gt;maaf, dan maaf.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ini dikarenakan kesibukan saya yang mencapai &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;"Klimaks"&lt;/span&gt; di akhir postingan saya yang kemaren. Oke, sekalian aja deh cerita:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertama: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;SHOOTING!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wes, belagu amat ya alasannya? Sebenarnya, ini tak lain karna tugas dari sekolah yang mewajibkan saya membuat film indie bersama teman-teman. Ini film pertama saya, makanya saya harus bener2 fokus untuk buat film ini. Walau kadang disertai dengan ke-"human error"-an kami sendiri. Contohnya, properti yg ketinggalan lah, yang mesti membuat kami mesti balik lagi ngambil padahal udah di lokasi shooting. Atau telat datang lah (gak nanggung-nanggung telatnya, 3 jam!) janji ngumpul jam 7 pagi, shootingnya jam 10. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan shooting ini, cukup menyita waktu saya selama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1 bulan&lt;/span&gt;. Tapi hasilnya, cukup memuaskan. Film saya cukup menjadi box office sekolah. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kenang-kenanganya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEXQCqZT1kI/AAAAAAAAAe4/lvtFk4tqoS8/s1600/100_2201.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEXQCqZT1kI/AAAAAAAAAe4/lvtFk4tqoS8/s320/100_2201.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496027664434320962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEXQDUnh-RI/AAAAAAAAAfI/Mplh2l2EA9k/s1600/100_2373.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEXQDUnh-RI/AAAAAAAAAfI/Mplh2l2EA9k/s320/100_2373.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496027675768256786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEXQC0LAphI/AAAAAAAAAfA/Qliu7fkuxAM/s1600/100_2271.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEXQC0LAphI/AAAAAAAAAfA/Qliu7fkuxAM/s320/100_2271.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496027667058697746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kedua: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;ULUM!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEbstRpZvsI/AAAAAAAAAfo/nXuoPk9yKkw/s1600/ujian-nasional.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 119px; height: 84px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEbstRpZvsI/AAAAAAAAAfo/nXuoPk9yKkw/s320/ujian-nasional.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496340657827593922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ya, gak lama setelah film saya selesai. Saya mesti disibukkan lagi dengan ulum yang menghadang, satu minggu mendatang. Cukup membuat kelabakan juga sih, baru juga bernapas lega shooting selesai, sekarang mesti belajar lagi buat Ulum. Dan ini mengambil waktu saya 1 minggu. Umm... tepatnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1 minggu 2 hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;DIKSAR!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu kegiatan dari ekskul yang saya ikuti. DIKSAR (Pendidikan Dasar) mungkin bagi yang tahu tentang kepecintaalaman gak asing lagi dengan singkatan tersebut. Intinya, DIKSAR ini adalah puncak dari kegiatan kepecintaalaman untuk pengrekrutan menjadi anggota. Disinilah para peserta mempraktekkan apa yang sudah dipelajarinya selama setahun ini dipelajarinya yang berkaitan dengan kepecintaalaman tentunya. Mulai dari Pioneering, Mountaineering, Navigasi, Survival, dll. Dan kalo tahun lalu saya yang jadi peserta (yang dulu sempat berpikir enaknya jadi panitia), tahun ini sayalah yang menjadi panitia (yang akhirnya, menyesal jadi panitia karna 3x lipat lebih capek dari peserta). Mengapa? Gak usah dijelasin deh, panjang ntar jadinya. Hehe... O iya, dan ini mengambil waktu saya seminggu. Dan perlu diingat juga, kegiatannya juga pas classmeeting. Jadi saya hanya bisa merasakan sedikit kenikmatan dari classmeeting yang membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kenang-kenangnnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEbrtSM8XVI/AAAAAAAAAfQ/pQhVqhRnL88/s1600/IMG_1705.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 246px; height: 188px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEbrtSM8XVI/AAAAAAAAAfQ/pQhVqhRnL88/s320/IMG_1705.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496339558465035602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEbrtmyWSzI/AAAAAAAAAfY/c1XBvtXF5Ys/s1600/IMG_1722.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 255px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEbrtmyWSzI/AAAAAAAAAfY/c1XBvtXF5Ys/s320/IMG_1722.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496339563990633266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEbruA0catI/AAAAAAAAAfg/Y0JlWTHUel8/s1600/IMG_1909.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 252px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEbruA0catI/AAAAAAAAAfg/Y0JlWTHUel8/s320/IMG_1909.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496339570978745042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dan setelah kegiatan tersebut. Pulangnya saya langsung ngedrop. Panas tinggi sampe satu minggu. Dan itu berlangsung selama saya liburan. sekali lagi selama &lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;LIBURAN!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sepanjang liburan saya cuma bisa dirumah dan gak sempet jalan-jalan. Cukup mengesalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, baru sekaranglah saya sempet ngeblog lagi. Setelah semuanya udah pada clear dan beres. Semoga aja karena ketidakhadiran saya kali ini tidak membuat teman-teman blogger semua melupakan saya. Mungkin, saya memang tidak bisa se-update dulu lagi, karena saya tau kesibukan saya bakal tambah banyak lagi di masa datang. Tapi, saya akan berusaha untuk tetap mengurus blog ini dan tidak mentelantarkannya lagi selama 2 bulan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga aja....&lt;/span&gt; hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-4506281913185695911?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/4506281913185695911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/07/3-alasan-utama-saya-tidak-ngeblog.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/4506281913185695911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/4506281913185695911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/07/3-alasan-utama-saya-tidak-ngeblog.html' title='3 Alasan Utama Saya tidak Ngeblog'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEXQCqZT1kI/AAAAAAAAAe4/lvtFk4tqoS8/s72-c/100_2201.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-3692773156565607828</id><published>2010-05-17T14:19:00.009+07:00</published><updated>2010-05-17T19:29:32.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>Keuntungan Merokok?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S_D68tCwqNI/AAAAAAAAAeg/0Q9yjGnJ2lU/s1600/untungrokok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 158px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S_D68tCwqNI/AAAAAAAAAeg/0Q9yjGnJ2lU/s320/untungrokok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472149468045420754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hmmm... Tulisan ini saya ambil dari &lt;a href="http://blog.ichanx.net/politic/anti-rokok-lebay-kalian/"&gt;blognya ichanx.&lt;/a&gt; Menurut saya tulisan ini cukup bagus, bukannya saya membela para perokok (Jujur, saya sendiri bukan perokok). Tapi terkadang kita harus melihat suatu masalah dari berbagai aspek dan sudut pandang berbeda. Jangan hanya sekedar ikut-ikutan dan merasa paling benar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Okey, just check it out:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama kita perlu tahu terlebih dahulu soal informasi dasar perihal industri rokok di Indonesia. Berikut data-datanya:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;* Total dari hulu sampai hilir, industri rokok melibatkan kurang-lebih: &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;30.500.000&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dari cukai dan pajak saja, pada tahun 2008, industri rokok menyumbang keuangan negara sebesar: &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;57 triliun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dari hulu ke hilir, industri rokok memberi nilai tambah tinggi serta dinikmati oleh masyarakat dan negara, bandingkan dengan industri lain seperti: barang tambang, CPO, karet, kakao dll. Bahan-bahan itu diekspor sebagai bahan mentah, dan nilai tambahnya dinikmati oleh negara-negara pengimpor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bahan-bahan untuk membuat rokok kretek (rokok khas Indonesia), &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;96% terbuat dari bahan lokal alias produksi Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pada saat krisis ekonomi 1998,&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; industri rokok satu di antara sedikit industri yang mampu bertahan dari guncangan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tembakau sebagai sumber utama rokok kretek , 98%, adalah tembakau asli (indigenous tobacco) diusahakan oleh petani kecil. Yang unik, adalah sebagai tembakau rajangan (pre-cut), bentuk hasil akhir masuk ke pabrik. Sedangkan tembakau untuk rokok putih dalam bentuk krosok (daun tembakau utuh) kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tembakau rajang tersebut, jenis Temanggung, Mranggen, Muntilan, Weleri, Madura, Wringin, Garut dan lain-lain tidak bisa diexport. Tembakau rajang tersebut sebagai bahan utama dan hanya bisa digunakan untuk pembuatan rokok kretek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bahan utama kedua adalah cengkeh, yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Ditanam dan dipanen sepanjang tahun, sesuai dari asal daerahnya mulai dari Sabang-Merauke. Seratus persen produksi cengkeh adalah dari Indonesia, dan sebagian besar untuk kretek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Inilah wujud Rokok Kretek yang khas, unik dan khusus. Produk budaya sejak nenek moyang, menjadi kebanggaan bangsa, kekayaan budaya (heritage) dan satu-satunya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Industri kretek sebagai cluster industri rokok yang berbasis agrobisnis mempunyai kontribusi besar dalam APBN, peran ekonomi, penyerapan tenaga kerja, sosial budaya, pendidikan, olahraga, lingkungan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Benarkah Merokok Mengancam Kesehatan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat fakta-fakta berikut dengan jernih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Kita harus mengenal tentang tubuh manusia terlebih dahulu. Paul A. Lachance mengatakan bahwa tubuh manusia disusun oleh 63 triliun sel, +/- 5 milyar sel, dan 5 ribu-50 ribu sel mengalami mutasi setiap hari. Mutasi ini sendiri disebabkan oleh makanan atau minuman, stress (distress), obat-obatan, lingkungan, radio-active (radon), polutan (inklusif asap rokok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Kita harus tahu bahwa kemampuan hidup normal, organisme ~ aktivitas pemeliharaan sejumlah keseimbangan internal yang secara kolektif disebut homeostasis, termasuk daya tahan tubuh, imunitas. Homeostasis diatur dalam batas sempit melalui keseimbangan cairan tubuh, fungsi sel, aktivitas jantung, fungsi ginjal/liver/paru dan lain-lain. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jika Kemampuan kita menurun, itu logis sebagai fungsi meningkatnya usia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka kunci utama untuk sehat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, adalah keseimbangan. Bagaimana sel, protein, kelenjar dan organ yang berada di dalam tubuh kita, yang secara terprogram, bekerja untuk mempertahankan kesehatan dan kebahagiaan kita sesuai kapasitas dan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh. Dan ini ditentukan oleh kemampuan tubuh menjaga fungsi sistem imunitas tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sistem imunitas tubuh, humoral dan selular, menjadi kunci utama status sehat seseorang. Menjaga dan mempertahankan mekanisme keseimbangan tubuh, homeostasis, akan menentukan sehat fisikal, mental dan sosial seseorang. Setiap pengaruh makanan, minuman, obat-obatan dan lingkungan yang mempengaruhi manusia secara fisikal, fa’aliah, psikologikal sehingga menimbulkan depresi, kecemasan, ketidakbahagiaan dan gangguan emosional akan berpengaruh kepada sistem kekebalan tubuh dan mudah jatuh sakit. Disini ternyata ‘pikiran’ adalah mitra sistem imun kesehatan. Pikiran tenang, jauh dari distress (bukan eu-stress), berfikir positif, bahagia merupakan kunci utama menjaga keseimbangan tubuh, dan berarti menjaga kondisi sehat. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Karenanya, yang perlu dicapai bukan hanya GNP tinggi tetapi juga GNH, Gross National Happiness&lt;/span&gt;, inilah kunci sehat dan umur panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anda juga perlu tahu ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada sebuah bernama Proyek MONICA: Guna menjelaskan berbagai kecenderungan kematian penyakit kardiovaskuler (CVD) sejak 1970, pada tahun 1980 WHO membuat proyek MONICA, (Monitoring of trends and determinants in Cardivascular disease) di seluruh dunia dan guna menghubungkan faktor perubahan risiko dalam populasi periode sepuluh tahun (1980~1990). Ada 32 sentra kolaborasi MONICA dibentuk di 21 Negara. Responden sebanyak 10 juta orang – pria &amp;amp; wanita usia 25~64 – yang telah termonitor diseluruh dunia. Hasilnya: &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;tidak ada hubungan antara trend faktor risiko utama CVD seperti koletesterol serum darah, tekanan darah dan konsumsi rokok.&lt;/span&gt; Juga tidak ada hubungan antara trend pengaruh (serangan fatal dan non-fatal) stroke dan penyakit jantung koroner. Ternyata penyakit CVD tersebut disebabkan karena defisiensi asam folat (folic acid); demikian juga dengan ibu hamil memerlukan asam folat lebih tinggi daripada sebelum hamil, bisa fatal dalam pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Adler &amp;amp; Morris, ada empat faktor berpengaruh termasuk Neurochemistry, Reflexes, Psikologikal dan Sosial terjadi sebagai kodrat manusiawi. Habituasi atau adiksi karena memang di otak terdapat nikotin reseptor. Demikian juga reflexes sebagai tipe stimulus Pavlovian sangat manusiawi. Kepercayaan dan kebiasaan manusia menunjukkan sikap seseorang terhadap keputusannya secara psikologikal. Faktor sosial dalam pergaulan, lingkungan, dukungan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kemampuan Tubuh? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemahaman ajaran Paracelsus “tidak ada racun didunia, yang ada adalah dosis yang tidak benar” mendorong kita untuk mencari takaran merokok yang ‘pas’. Memang tidak ada yang ‘pas’, sangat induvidual karena rentangan NAB orang perorangan sangat beda dan berpengaruh. Sehat dan bugar bisa dirasakan tetapi tidak sama dari seorang ke orang lain. Yang kita perlukan adalah kemampuan diri kita untuk mengendalikan konsumsi apapun, agar tidak berlebihan dan diluar kemampuan tubuh kita, termasuk konsumsi rokok. Dimensinya adalah frekuensi dan jumlah konsumsi. Perhatikan half-life time nikotin yang hanya 30 menit. Bagaimana memperpanjangnya agar tubuh tidak sangat haus konsumsi lagi. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Hal ini bisa dicapai dengan merubah pola makanan dari MPA&lt;/span&gt;, makanan penghasil asam menjadi MPB, makanan penghasil basa. Hal ini akan merubah frekuensi dan secara tidak langsung akan merubah jumlah konsumsi per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rokok penyebab kanker?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kanker. Menurut Judith Campisi: Setiap sel normal membelah, berisiko menjadi dan berkembangnya sel kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam terdapat karsinogen sekunder, vide tabel berbagai karsinogen dalam makanan. Konversi karsinogen sekunder menjadi karsinogen primer perlu kofaktor, kokarsinogen, karsinogen promotor, DNA/RNA, dll. Konversi karsinogen sekunder menjadi karsinogen primer dan sel kanker diperlukan laps time 20~30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Nikotin: Half-life time (waktu paruh) dalam tubuh hanya 30 menit. Nikotin dalam Media Model: &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ukan tergolong physical dependence tetapi psychological dependence, tidak ada bukti euphoria, tidak ada ‘drug abuse’, tidak ada “fly”, “climb a mounting” seperti ketika orang mengkonsumsi opium.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Perokok masih “under control” secara individual&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; Secara masyarakat, tak ada subculture of violence/crime/hubungan dengan prostitusi seperti dampak oleh hard drugs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebab kematian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 sebab kematian (WHO): Koroner, Stroke dan Serebrovaskuler, Trachea/Paru/Bronchus, Infeksi pernafasan, Kanker kolon, Alzheimer &amp;amp; Dementias, Diabetus Melitus, Kanker payudara, Kanker usus/perut dan PPOK Dari sepuluh sebab kematian tersebut ternyata 53,3% di negara berpenghasilan tinggi, 44,4% berpenghasilan menengah dan 29,9% dinegara berpenghasilan rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi rokok tertinggi adalah Yunani, 4313 btg/orang/tahun(bot), Hongaria 3265 bot, Kuwait 3062, Jepang 3023 bot, Spanyol 2779 bot. Jepang, angka kematian kanker paru terendah dibandingkan Amerika Serikat. Disebabkan konsumsi enersi lemak di Jepang hanya 8% dari kebutuhan enersinya. Sedangkan Amerika Serikat konsumsi lemaknya 40% dari kebutuhan enersinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mati karena rokok?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dekade 80 telah terberitakan setiap 11 detik satu orang meninggal karena rokok, sekarang diberitakan setiap 3 detik satu orang meninggal karena rokok. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Apakah pernah dinyatakan dalam certificate of death bahwa kematian mereka&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;memang karena rokok?&lt;/span&gt; Bagaimana membuktikan kematian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data statistik (Yang disajikan atas dasar data epidemiologi ) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta : Hubungan penyakit dan angka kematian tidak sebagai cermin data riset hidup sebenarnya. Tidak ada hubungan kuantitatif dan kualitatif yang nyata. Orang Jepang perokok berat, 3023 batang/orang/tahun, tetapi angka kematian kanker paru terendah didunia. Menurut Harvard Medical School, orang Jepang dalam diet harian konsumsi sumber enersi dari lemak hanya 8% dibandingkan konsumsi orang Amerika 40% berasal lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Mitos tentang perokok pasif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Issue ETS: Environmental Tobacco Smoke, passive smoking, ditempatkan sebagai perkosaan pernafasan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Non perokok lebih menderita daripada perokok?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan: Memang ada orang yang tidak tahan terhadap bau asap rokok. Untuk tersebut diatas harus dihargai. Bukan perokok (dekat perokok) terpapar asap rokok tetangganya sangat minim karena larinya asap rokok keatas (temperatur asap lebih tinggi). Dari hasil penelitian terhadap ratusan ‘caffee’yang dilengkapi “extractor” diatas kepala, setelah cafe tutup (sekitar durasi 4 jam) ternyata &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;pengunjung non-perokok dapat paparan ekivalen merokok satu batang kalau dia tinggal di caffee selama 105 jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau 70 juta batang rokok dibakar di Jakarta per hari, akan memberikan total particulate mater (TPM) sebanyak 5 ton. Kalau 200 ribu kiloliter BBM dibakar sehari akan menebarkan 100 ton TPM, ditambah dari industri, pesawat terbang dan debu akan ada total 205 ton TPM per hari di Jakarta. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kontribusi TPM rokok hanya 2,4%.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Benarkah rokok mengandung bahan adiktif?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan adiktif: Dinyatakan bahwa nikotin sebagai bahan yang bertanggung jawab atas kecanduan seseorang yang merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan: Nikotin, dari tanaman Nicotiana Tabacum, adalah amine tertiair terdiri dari pyridine dan pyrolidine (C10H14N2). Nikotin sering disamakan dengan sifat adiksi heroin, opium, cocain yang selalu menuntut tambah dan tambah dosis. Dan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;tuduhan ini sangat berlebihan&lt;/span&gt;, bahkan British Medical Association menyarankan anggota dokternya agar tidak menggunakan kata adiksi sebab “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kata tersebut membawa impresi bahwa tidak mungkin seorang perokok bisa berhenti, ini memungkinkan”&lt;/span&gt;. Memang untuk nikotin, dalam situasi asam akan mudah membentuk garam karenanya cepat diekskresikan lewat urine. Waktu-paruh hanya 30 menit. Dengan diet MPB akan mudah tuduhan adiksi tersebut diatasi. Nampaknya, kata adiksi, sesungguhnya salah aplikasi dalam konteks nikotin dan tembakau. Lihat posisi nikotin terhadap bahan-bahan tergolong NAFZA, baik ditinjau dari tingkat ketergantungannya dan tingkat asseptabilitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Benarkah petani tembakau melakukan pengerusakan lingkungan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggundulan Hutan: Industri dituduh melakukan usaha penggundulan dan tidak melakukan perlindungan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan: Luas areal tembakau di Indonesia hanya sekitar 200 ribu Ha dan luas areal ini merupakan 0,64 % dari seluruh cropland yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Merokok mengganggu kesehatan ibu hamil dan anak-anak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tentu saja iya!&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Maka itu industri rokok tidak memasarkan rokok untuk anak dan ibu-ibu hamil. Ibu-ibu lebih rasional dalam menentukan keputusan merokok. Sejak dulu kala, memang rokok tidak dibuat untuk anak-anak. Tidak ada niatan dan kesengajaan bahwa rokok untuk anak-anak. Pergaulan dalam lingkungan anak-anak yang sangat berpengaruh. Perlu perhatian serius orang tua dan sekolah tehadap lingkungan dan berkembang-tumbuhnya anak-anak kita kedepan. Saat ini nampaknya guru dan sekolah lebih berperan daripada orang dan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau ibu hamil dan anak-anak lebih ingin sehat, beranikah Anda bilang: larang semua mobil yang jelas-jelas membuang polutan sangat besar di udara. Beranikah Anda protes bahwa mi instan harus ada kalimat larangannya untuk mengonkonsumsi dalam rentang hari tertentu karena mengandung MSG dan lapisan lilin. Kenapa Anda tidak protes dengan tempe dan tahu yang dibuat dari kedelai transgenik. Kenapa pula Anda tidak pernah berteriak tentang awas ikan laut yang di beberapa laut Indonesia mengandung kadar merkuri yang sangat besar karena lautnya sudah tercemar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa kampanye anti-rokok semakin hari semakin gencar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, terdapat perang besar antara industri farmasi dan industri rokok. Hanya bedanya, industri farmasi berdalih sebagai ‘dewa kesehatan’ dan menyerang industri rokok sebagai ‘setan kesehatan’. Padahal, &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;dalam banyak hal, industri farmasi tak kalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"jahat"&lt;/span&gt;. Lihat praktek-praktek pemberian obat-obatan di rumah sakit dan di apotik-apotik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, karena di negara Eropa dan Amerika, pasar rokok sudah sampai pada titik maksimal. Sehingga mereka harus masuk ke pasar Indonesia dan bahkan berusaha mengakuisi perusahaan-perusahaan rokok di Indonesia. Tetapi karena elemen penting rokok adalah tembakau yang diproduksi di Indonesia, &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;mereka menyerang rokok kretek sebagai rokok khas Indonesia, sebab jika berhasil, maka tembakau yang dipakai kelak akan didatangkan (impor) dari negara lain.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Licik bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masihkan Kita menganggap bahaya merokok itu hanya sekadar soal kesehatan? Buka mata Anda, ini soal perang ekonomi dan pemalsuan penelitian. Lebih kritis, lebih cerdas dan bangunlah dari sihir mitos berbalut teori, yang di belakang itu semua adalah persoalan perang ekonomi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tapi kalau menurut pandangan saya pribadi, intinya adalah bagaimana kita bisa menjaga keharmonisan antara si perokok dan non-perokok. Saya tidak benci perokok saya hanya benci asapnya. Selama kita bisa saling menghormati dan tidak menganggu ketenangan orang lain. Bagi saya tak masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya merokok atau tidak merokok adalah pilihan. Dan kita hanya perlu menghargai pilihan itu. Urusan merusak kesehatan dan semacamnya, itu hal belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya bagi para perokok, hargailah para non-perokok. Merokoklah, tapi lihat situasi.&lt;br /&gt;Begitu juga denga non-perokok, jangan terlalu memojokkan para perokok. Tidaklah mudah bagi para perokok untuk menghentikan kebiasaan merokok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari kita saling menghormati. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hidup itu pilihan bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-3692773156565607828?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/3692773156565607828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/keuntungan-merokok.html#comment-form' title='64 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3692773156565607828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3692773156565607828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/keuntungan-merokok.html' title='Keuntungan Merokok?'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S_D68tCwqNI/AAAAAAAAAeg/0Q9yjGnJ2lU/s72-c/untungrokok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>64</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-7284017178683735109</id><published>2010-05-16T20:36:00.004+07:00</published><updated>2010-05-16T21:55:16.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etc'/><title type='text'>Puisi Kocak buat Lomba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S_AHBdsKHrI/AAAAAAAAAeY/kv5Vgo6A3RU/s1600/puisi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S_AHBdsKHrI/AAAAAAAAAeY/kv5Vgo6A3RU/s320/puisi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471881268986257074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wew, judulnya jelek banget ya. Bingung juga mo ngasih judul apa yang pas dan menarik orang buat baca. Postingan kali ini, akan berisi tentang Puisi Kocak, yang akan saya ikut sertakan buat lomba yang diadakan oleh &lt;a href="http://just-fatamorgana.blogspot.com/2010/05/lomba-menulis-puisi.html"&gt;mbak Fanny&lt;/a&gt; ama &lt;a href="http://vixxiobukubekas.blogspot.com/2010/05/lomba-puisi-kocak-ala-blog-sang.html"&gt;Vixxio - toko buku bekas online&lt;/a&gt;. Walau pada awalnya saya ragu mau ikut lomba ini, karena saya gak pernah buat puisi kocak sebelumnya. Tapi setelah membaca postingan mbak Fanny yang &lt;a href="http://just-fatamorgana.blogspot.com/2010/05/kenapa-harus-puisi-kocak-siiiih.html"&gt;ini&lt;/a&gt;. Saya jadi sadar, bahwa lomba ini terlalu menantang untuk dilewatkan. Wah, jadi kebanyakan basa-basinya nih, oke langsung aja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi Pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Sajak Untuk Yang Terinjak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kau tak pernah mengeluh&lt;br /&gt;Walau kau tau pekerjaanmu mengundang peluh&lt;br /&gt;Kau tak pernah berontak&lt;br /&gt;Walau tiap hari kau diinjak-injak&lt;br /&gt;Kau bukan jalang&lt;br /&gt;Walau kau lebih rendah dari binatang&lt;br /&gt;Kau bekerja tak ingat waktu&lt;br /&gt;Walau luput dari kami mengingatmu&lt;br /&gt;Kau tidak pernah digaji&lt;br /&gt;Tapi kau tetap dedikasikan hidupmu tuk mengabdi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku boleh bicara,&lt;br /&gt;Ku ingin ucapkan sesuatu dari hati yang paling jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih,&lt;br /&gt;Oh, &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;POLISI TIDUR....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi Kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Apa kita pernah bertemu?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tatap lekuk wajahmu dalam-dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa kita pernah bertemu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai kuamati dua bola matamu. Bulat dan coklat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa kita pernah bertemu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ku mulai mempehatikan hidungmu. Kecil, mungil.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa kita pernah bertemu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku mulai amati bibirmu. Yang melebihi hidung kecilmu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa kita pernah bertemu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh... Sekarang aku tahu!&lt;br /&gt;Aku ingat semua itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari awal kutatap lekuk wajahmu&lt;br /&gt;Hingga kuamati seluruh parasmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bola matamu yang bulat&lt;br /&gt;Hidungmu yang pendek; pesek&lt;br /&gt;Bibirmu yang mancung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kita pernah bertemu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MONYET&lt;/span&gt; di Bonbin itu....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah segitu aja deh Puisi kocaknya. Ntar kalo dapet inspirasi saya buat lagi. Oh iya, kedua puisi ini saya daftarkan untuk mendapatkan novel 5 cm. Yah semoga aja menang. Namanya juga iseng-iseng berhadiah. Kalo Menang syukur, kalo gak kebangetan. *lho*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-7284017178683735109?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/7284017178683735109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/puisi-kocak-buat-lomba.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7284017178683735109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7284017178683735109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/puisi-kocak-buat-lomba.html' title='Puisi Kocak buat Lomba'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S_AHBdsKHrI/AAAAAAAAAeY/kv5Vgo6A3RU/s72-c/puisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-294098402061585925</id><published>2010-05-16T15:30:00.004+07:00</published><updated>2010-05-16T15:58:06.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tag'/><title type='text'>Tag Dan Award</title><content type='html'>Udah lama gak dapet award, eh akhirnya dikasih juga dari blognya &lt;a href="http://inspirasi-emas.blogspot.com/2010/05/tag-dan-award-indahnya-berbagi.html"&gt;Abdul Hafiz Asri&lt;/a&gt;. Thank ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S--uz9JvDEI/AAAAAAAAAeQ/_eqObynLaxM/s1600/bonk+ava+award.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 167px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S--uz9JvDEI/AAAAAAAAAeQ/_eqObynLaxM/s320/bonk+ava+award.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471784279890398274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Karena award ini satu paket dengan Tag, jadi langsung dikerjain aja...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Berapa blog yang kamu punya ? dan berapa umurnya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo blog sih banyak, cuma yang paling keurus sih cuma ini. Umur blognya? Yah, sekitar 6 bulanan lebih lah. Kalo mo lebih jelas, liat aja di bagian arsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Sejak kapan kamu mengenal dunia blog ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kapan ya? Kalo mengenal blog mungkin dari sekitar setahun atau dua tahun yang lalu. Tapi masih belum terlalu tertarik buat ngeblog. Baru di akhir tahun 2009-an lah baru aktif...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Mengapa tertarik membuat blog ? dan untuk apa ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, cuma untuk tempat pelampiasan aja. Tapi lama-lama saya juga mencurahkan pemikiran, ide, dan opini saya di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Apa kelebihan dan kekurangan dari blog kamu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalo soal kelebihan dan kekurangan, cuma para pembaca yang bisa menilai. Tapi kalo menurut saya sih, mungkin kelebihan blog ini gak terlalu berat kalo di akses (ini menurut saya loh). Sedangkan kekurangannya... hmmm apa ya? Gak ada headernya kali... hehehe... *ada yg mo nambahin?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Award dan tag ini berikan pada 5 teman bloger yang lainnya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award dan Tag ini akan saya hibahkan kepada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/skydrugz.blogspot.com"&gt;SkyDrugz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://siroel25.blogspot.com/"&gt;Si Roel&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bunglonblog.blogspot.com/"&gt;Bunglon Blog Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://irul-green.blogspot.com/"&gt;I-rul Green&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://blogejebo.blogspot.com/"&gt;Danil Edan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kalo sempet dikerjain yah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O iya, Tag yg jenisnya appresiasi juga pernah saya dapet &lt;a href="http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/ucapan-maaf-award-dan-tag.html"&gt;disini&lt;/a&gt;. Silahkan di klik kalo ada yang pingin tahu lebih dalam tentang blog ini *geer mode on*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-294098402061585925?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/294098402061585925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/tag-dan-award.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/294098402061585925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/294098402061585925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/tag-dan-award.html' title='Tag Dan Award'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S--uz9JvDEI/AAAAAAAAAeQ/_eqObynLaxM/s72-c/bonk+ava+award.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-3377145897132477760</id><published>2010-05-16T12:47:00.006+07:00</published><updated>2010-05-16T14:07:34.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><title type='text'>Godaan Kepahlawanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S--UmeokCFI/AAAAAAAAAeI/Gzy-CnqtryQ/s1600/sangpahlawan.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 186px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S--UmeokCFI/AAAAAAAAAeI/Gzy-CnqtryQ/s320/sangpahlawan.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471755461057579090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tiap orang "berhak" menjadi pahlawan. Selama ia mempunyai kemauan keras untuk mendapat gelar tersebut. Karena tiap orang mempunyai keunikan tersendiri, dan bakat-bakat berbeda dalam mencapai kepahlawanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda melihat orang-orang yang terlihat potensial, berbakat, tapi kemudian malah tidak jadi apa-apa? Ya, itulah masalahnya sekarang. Tak banyak yang tahu bahwa tiap orang "berhak" menjadi pahlawan. Mereka tidak menyadari bahwa mereka mempunyai potensi besar untuk menjadi pahlawan. Atau mereka menyadarinya, tapi tak berminat memunculkannya. Atau mungkin berminat, tapi mereka kalah dengan godaan untuk menjadi "orang biasa". Inilah godaan terbesar para kandidat pahlawan kita. Godaan menjadi orang biasa. Bagaimana tidak? Menjadi orang biasa, membuat hidup lebih santai, relatif tanpa beban, tanpa stress, dan tanpa depresi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan menjadi seorang pahlawan. Yang artinya kita harus siap memikul tanggung jawab dan beban. Dan hal-hal seperti hujatan dan kontroversi, memang harus menjadi makanan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disisi lain, dengan memilih takdir kita menjadi pahlawan. Itu artinya, kita sudah berani melawan deras arus yang akan menerpa kita nanti. Kita berani menembus badai yang menghalangi untuk merebut mahkota kepahlawanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena keputusan untuk menantang kehidupan itulah. Catatan petualangan hidup kita itu diukir oleh sejarah. Yang otomatis dari catatan itulah jasa pahlawan ini akan selalu dikenang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pahlawan melakukannya sekali, sejarah mengenangnya selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dan karena itulah, tidak banyak manusia yang dapat menempuh jalan panjang kepahlawanan ini. Jika pun ada yang bersedia, tidak banyak dari mereka yang bertahan lama. Kebanyakan dari mereka malah terjerumus dalam godaan menjadi orang biasa kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, mengapa pahlawan selalu sedikit. Bukan karena tidak banyak orang yang bisa menjadi pahlawan. Tapi lebih karena orang-orang berbakat itu tidak mau dan tidak bersedia memenuhi syarat-syarat kepahlawanan tersebut. Itulah yang membuat para pahlawan selalu "menderita", karena beban hidup yang banyak ini hanya dipikul oleh sedikit orang. Dan alasan mengapa hidup ini terlihat tidak adil pun terjawab. Karena kehidupan mendistribusikan beban-bebannya secara tidak merata. Dan memberi porsi yang besar kepada orang yang mau memikulnya, dan "menderita" karenanya. Merekalah, orang-orang yang kita sebut &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Pahlawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-3377145897132477760?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/3377145897132477760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/godaan-kepahlawanaan.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3377145897132477760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3377145897132477760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/godaan-kepahlawanaan.html' title='Godaan Kepahlawanan'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S--UmeokCFI/AAAAAAAAAeI/Gzy-CnqtryQ/s72-c/sangpahlawan.png' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-6918199955757077724</id><published>2010-05-16T00:03:00.010+07:00</published><updated>2010-05-16T01:02:27.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>Apa sih itu Batik?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7hY_KL5FI/AAAAAAAAAeA/LZheBAP49ew/s1600/batik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7hY_KL5FI/AAAAAAAAAeA/LZheBAP49ew/s320/batik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471558416688997458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masih ingat  postingan saya tentang &lt;a href="http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/yuk-pake-batik.html"&gt;batik&lt;/a&gt; kemaren? Ya, setelah saya perhatikan. Rupanya banyak sekali para rekan blogger merespon positif tentang hal ini. Maka dari itu, di postingan ini saya akan melanjutkan tulisan saya tentang batik. Kalau yang kemaren saya lebih condong buat mengajak pake batik, sekarang saya akan menjelaskan lebih rinci apa sih itu batik? Apa sih jenis-jenisnya? Dan apa sih yang dikatakan batik itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena belum tentu loh, hanya dengan batik bisa menunjukkan rasa nasionalisme. Harus di cek dulu, apa itu memang batik asli Indonesia atau bukan. Pernah beberapa tahun yang lalu heboh, ada batik buatan dari China, yang harganya malah lebih murah dari batik Indonesia. Nah lho….&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oke, daripada banyak basa-basi, ayo kita mulai dari awal. Apa itu batik? Mari kita lihat definisinya terlebih dahulu dari Om Wikipedia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari definisi diatas, berarti batik bukanlah sebuah corak. Tapi lebih kepada teknik pembuatan corak dengan menggunakan cap, atau “malam”. Yang diterapkan diatas kain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi intinya, meskipun kita tiap hari pake batik kemana-mana. Tapi kalo batik itu batik printing, alias buatan pabrik. Sama aja bohong. Bukannya pengrajin batik diuntungkan, malah dengan kita memakai batik printing tersebut, bisa-bisa menghancurkan kerajinan batik itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, periksa batik kita dari sekarang. Apa benar, batik-batik yang kita beli itu memang benar-benar batik, yang dibuat dengan teknik membatik yang sebenarnya, atau malah hanya buatan pabrik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui juga buat kita, batik juga banyak jenis-jenisnya. Kebanyakan orang hanya tau bahwa motif yang berulir-ulir penuh titik, berlengkung lengkung itu adalah Batik, padahal Batik Indonesia itu macam-macam. Ada Batik jawa, Batik Madura, Batik Palembang dan lain-lain. Ciri khas dari masing-masing daerah pun berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut contohnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Batik Madura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7eZXVySHI/AAAAAAAAAd4/rDWz54L5Cvo/s1600/Silk+Batik+-+Madura.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 185px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7eZXVySHI/AAAAAAAAAd4/rDWz54L5Cvo/s320/Silk+Batik+-+Madura.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471555124645218418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang dari pulau garam ini  kebanyakan bersifat tegas dan keras, sehingga motif Batiknyapun bercorak tegas dengan menggunakan warna dasar cerah dan mencolok, sedangkan warna motifnya kebanyakan berwarna kuning, merah dan hijau.&lt;br /&gt;ciri khas masyarakat lokal juga terlihat dari motif yang mereka buat misalnya pucuk tombak, belah ketupat, bahkan ada juga motif yang mengangkat flora dan fauna yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Batik Pekalongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7eYmKVZlI/AAAAAAAAAdo/Nowd4kzCB4Q/s1600/batikpekalongan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 228px; height: 187px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7eYmKVZlI/AAAAAAAAAdo/Nowd4kzCB4Q/s320/batikpekalongan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471555111443850834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik Pekalongan, adalah Batik pesisir yang paling kaya akan warna, kalau dicermati kita akan menemukan 8 - 9 warna dalam 1 kain batik ( berbeda dengan batik solo dan jogja yang kebanyakan hanya 2 atau 3 warna saja ), motifnya kebanyakan berupa buketan bunga yang dirangkai sangat indah dengan kontras warna yang cukup menarik.&lt;br /&gt;salah satu motif Batik Pekalongan yang menarik adalah Batik Pagi Sore  yang menampilkan 2 sisi warna yang berbeda pada 1 kainnya, jadi terkesan ada 2 motif dalam 1 kain, padahal hanya menampilkan kebalikan warnanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Batik Cirebon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7eZBRJbiI/AAAAAAAAAdw/wCAeKOgqnTM/s1600/batikcirebon.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 173px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7eZBRJbiI/AAAAAAAAAdw/wCAeKOgqnTM/s320/batikcirebon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471555118720183842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Design batik Cirebon bernuansa klasik tradisional yang selau menyertakan motif wadasan ( batu cadas ) pada bagian-bagian tertentu, juga sering dilihat terdapat motif awan (mega) yang ditempatkan dengan sangat sesuai di setiap bagiannya. Batik cirebon yang sering kita jumpai sekarang adalah motif Mega mendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Batik Palembang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7drvGGumI/AAAAAAAAAdg/B4PJssLFb3w/s1600/batikpalembang.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 164px; height: 131px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7drvGGumI/AAAAAAAAAdg/B4PJssLFb3w/s320/batikpalembang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471554340747917922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Batik Palembang menggunakan bahan antara lain sutra, alat tenun bukan mesin (ATBM), organdi, jumputan, katun, dan blongsong. Adapun motif batik Palembang di antaranya kembang jepri, lasem, sisik ikan, gribik, encim, kembang, bakung, kerak mutung, sembagi, dan salahi. Batik Palembang mempunyai ciri khusus dengan motif yang halus dan warnanya yang magis. Sewet Batik Palembang yang terkenal adalah Sewet Batik Jepri dan Batik Lasem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana? Kebayangkan betapa beragamnya batik kita ini. Makanya kudu bangga jadi orang Indonesia. Oh iya kalo bagi ada yang mau nambahin, tentang jenis-jenis batik yang lain. silahken….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber riset dapet &lt;a href="http://umum.kompasiana.com/2009/10/16/bangsa-kita-kok-tidak-malu-ya%E2%80%A6mengklaim-batik-budaya-asli-indonesia%E2%80%A6/"&gt;disini&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://itan.blogdetik.com/2009/08/15/saya-bangga-memakai-batik-indonesia/"&gt;disini.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-6918199955757077724?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/6918199955757077724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/apa-sih-itu-batik.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6918199955757077724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6918199955757077724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/apa-sih-itu-batik.html' title='Apa sih itu Batik?'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-7hY_KL5FI/AAAAAAAAAeA/LZheBAP49ew/s72-c/batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-8242836392359993635</id><published>2010-05-15T23:06:00.001+07:00</published><updated>2010-05-15T23:09:42.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoShout'/><title type='text'>Mana Tanggung Jawabmu? (Sebuah Monolog Diri)</title><content type='html'>Mana Tanggung Jawabmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lontarkan janji manis itu&lt;br /&gt;Entah karna latah atau hanya tuk menyenangkan pendengarmu&lt;br /&gt;Entah karna takut, atau tak mau dibilang pengecut&lt;br /&gt;Atau karna kau enggan tuk berlisan tak ikut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana Tanggung Jawabmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceplos kata dari mulutmu&lt;br /&gt;Menantang janji tanpa sadar diri&lt;br /&gt;Bertolak belakang dengan reality&lt;br /&gt;Dirimu kau pecundangi?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mana Tanggung Jawabmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat semua tak sesuai maumu&lt;br /&gt;Saat kau kehilangan kendali diri&lt;br /&gt;Bukan tuk yang pertama, tapi sekian kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunafikan mewarnai di tiap hari&lt;br /&gt;Kelalaian bukan hal yang tabu lagi&lt;br /&gt;Kebohongan buah bibir mulut ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana Tanggung Jawabmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat janji-janji tak tertepati&lt;br /&gt;Saat Konsistensi kau abaikan&lt;br /&gt;Saat Kewajiban kau lalaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang-orang berteriak,&lt;br /&gt;“Dialah penyebab semua itu”&lt;br /&gt;Semua orang menoleh kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lari.&lt;br /&gt;Lari dan berlari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lari dari janji yang tak terpenuhi&lt;br /&gt;Lari dari tanggung jawab yang kau ucap&lt;br /&gt;Lari dari semua yang menghujat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang apa yang kau rasakan?&lt;br /&gt;Konfli batin bukan?&lt;br /&gt;Pergumulan antara “iya” dan “tidak”&lt;br /&gt;Percekcokan antara “ikut” atau “tinggal”&lt;br /&gt;Pertarungan antara “hadapi” atau “lari”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau Bingung. Kau Depresi. Kau Menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RASAKAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa suruh asal melempar janji?&lt;br /&gt;Siapa suruh kau tak kontrol diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pikir dengan menulis di sajak ini,&lt;br /&gt;Masalahmu hilang sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesaikan masalahmu sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;~hati yang bosan trus berlari~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-8242836392359993635?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/8242836392359993635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/mana-tanggung-jawabmu-sebuah-monolog.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/8242836392359993635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/8242836392359993635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/mana-tanggung-jawabmu-sebuah-monolog.html' title='Mana Tanggung Jawabmu? (Sebuah Monolog Diri)'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-3764807429607800443</id><published>2010-05-14T11:17:00.003+07:00</published><updated>2010-05-14T11:24:59.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quotes'/><title type='text'>Quote Of The Day #3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zQWYEIo7I/AAAAAAAAAdA/wWg9jqHlhxw/s1600/quotespsy3.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 285px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zQWYEIo7I/AAAAAAAAAdA/wWg9jqHlhxw/s320/quotespsy3.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470976730183803826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Gak tahu pasti siapa pemilik Quote yang asli. Tapi yang pasti, sumbernya dapet &lt;a href="http://journalin.multiply.com/item/reply-to-message/journalin:journal:121"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-3764807429607800443?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/3764807429607800443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/quote-of-day-3.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3764807429607800443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3764807429607800443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/quote-of-day-3.html' title='Quote Of The Day #3'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zQWYEIo7I/AAAAAAAAAdA/wWg9jqHlhxw/s72-c/quotespsy3.png' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-3608708444825094069</id><published>2010-05-14T10:30:00.004+07:00</published><updated>2010-05-14T11:15:32.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoTips'/><title type='text'>19 Rahasia Pribadi Penuh Pesona</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zM4RoBCxI/AAAAAAAAAcw/-JSCeG_1bfE/s1600/pesona.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 241px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zM4RoBCxI/AAAAAAAAAcw/-JSCeG_1bfE/s320/pesona.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470972914524293906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Inilah 19 rahasia menjadi pribadi penuh pesona yang kami kembangkan dari pemikiran dr. Yul Iskandar, DSJ., MBAP.,MASRS., PhD. pendiri Yayasan Dharma Graha. Selamat mengikuti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berubahlah dengan waktu dan tempat!  Jangan selalu menuruti perasaan negatif, seperti: merasa bosan, lelah, jenuh, tersiksa dengan tempat atau masa lalu. Tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersama anda! Menangislah, dan anda akan menangis sendirian! Mutiara kata ini mengisyaratkan agar kita selalu berbahagia dimana pun kita berada dan kapan pun. Jika kita merasa sebagai orang yang paling sedih atau menderita di dunia ini, yakinlah bahwa masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Carilah kenalan, teman, sahabat, relasi sebanyak-banyaknya! Sering-seringlah bepergian, menjelajahi dunia. Semakin sering anda bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, maka kepribadian anda akan semakin matang tanpa anda sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri.&lt;br /&gt;Dengan cinta, hidup menjadi indah, persahabatan menjadi langgeng, dan silaturahmi tetap terbina. Tentunya cinta yang diberikan secara tulus tanpa pamrih, tanpa mengharap balasan kecuali dari Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;4. Hargailah dan nikmatilah alam. Dengan menghargai alam, jiwa menjadi tenang. Dengan menikmati alam hati menjadi senang. Temukanlah rahasia sesuatu itu tampak menarik, misalnya: bunga yang mekar, surya yang bersinar, sawah yang terhampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hargailah orang lain. Misalnya dengan cara membuatnya bahagia, tersenyum, tertawa, memberi pujian yang tulus. Membahagiakan orang lain akan membuatnya membahagiakan kita di saat yang tak terduga, percayalah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jaga tingkah laku. Banyaklah mendengarkan dan berpikir daripada berbicara, kecuali bila waktunya untuk berbicara. Dengan menjaga lisan dan perbuatan kita, berarti setengah pertempuran hidup telah kita menangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan kekanak-kanakan. Sikap dewasa menunjukkan kepribadian yang kuat dan mempesona. Betapa banyak orang tua yang bahkan belum dewasa! Salah satu tanda kedewasaan seseorang antara lain adalah dari sikap, tutur kata, dan caranya di dalam mengambil keputusan secara arif dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jangan mencari kesalahan orang lain. Hidup kita terlalu singkat untuk melakukan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jangan rendah diri. Sudah seharusnyalah kita menerima dan memperbaiki kekurangan kita tanpa pernah merasa minder atau kecil di depan orang lain. Percayalah, tidak seorang manusia pun yang sempurna di muka bumi ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jangan sombong. Ketahuilah bahwa selalu ada yang lebih daripada kita. Kesombongan menandakan kekosongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kembangkan minat pada berbagai hal. Jangan membatasi diri anda, perluas bakat, minat, kemampuan, pengetahuan, dan keahlian anda. Memiliki satu keahlian atau spesialisasi akan terasa lebih baik dan sempurna jika ditunjang dengan keahlian dalam bidang yang lainnya, sehingga anda akan semakin "bersinar" dan penuh pesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Selalu baik pada orang lain. Jangan pernah merasa dendam sekalipun kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang pernah menyakiti kita. Cintailah yang di bumi, niscaya yang di langit akan mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Selalu belajar. Semakin sering anda belajar, maka semakin banyak yang anda ketahui. Ilmu ini dapat menjadi lahan amal bagi anda, sehingga anda merasakan nikmatnya berbagi dan indahnya ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Selalu mengikuti informasi dan perkembangan terkini tentang apapun.Dengan banyak mengetahui hal yang paling baru, maka anda akan tampil semakin percaya diri dan penuh pesona. Semakin banyak hal baru yang anda tahu, maka akan semakin banyak pula yang mencari dan mengejar anda...yakinlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Selalu tegap, sigap, dan siap. Posisi atau postur tubuh anda di dalam berkomunikasi dengan orang lain akan mengungkapkan siapa diri anda yang sebenarnya. Oleh karenanya, milikilah rencana, target, dan strategi (persiapan) yang matang dan semangat yang tak pernah pudar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Selalu tersenyum pada orang lain. Orang akan lebih senang melihat wajah yang dihiasi senyuman daripada wajah yang selalu disertai ratapan atau keluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Senang bekerja sama dengan orang lain. Inilah yang membuat jaringan (network) kita semakin luas, erat, dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Senang menolong orang lain. Dengan gemar menolong orang lain, maka pada hakikatnya kita menolong diri kita sendiri. Semakin banyak orang yang kita tolong, maka akan semakin sering pula kita ditolong oleh Allah dengan cara-Nya yang tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Terimalah nasib apa adanya. Tetaplah tenang dan tabah, ingatlah bahwa "badai pasti berlalu" dan "roda itu berputar". Jangan suka mengeluh, menggerutu, atau bahkan mencaci-maki nasib. Jangan sampai berkata atau menganggap bahwa Allah itu tidak adil! Justru di sinilah letak keadilan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan merenungi dan menerapkan semua hal di atas, maka menjadi pribadi penuh pesona saat ini bukanlah sesuatu hal yang mustahil bagi diri anda. Jika masih belum percaya, cobalah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=5&amp;amp;dn=20081204222148"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-3608708444825094069?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/3608708444825094069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/19-rahasia-pribadi-penuh-pesona.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3608708444825094069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3608708444825094069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/19-rahasia-pribadi-penuh-pesona.html' title='19 Rahasia Pribadi Penuh Pesona'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zM4RoBCxI/AAAAAAAAAcw/-JSCeG_1bfE/s72-c/pesona.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-5354650933619676434</id><published>2010-05-14T08:46:00.008+07:00</published><updated>2010-05-14T10:28:15.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><title type='text'>10 Hal Yang Tak Terbeli Dengan Uang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-NCRhisI/AAAAAAAAAbY/km586a4p0Nk/s1600/uang.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 232px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-NCRhisI/AAAAAAAAAbY/km586a4p0Nk/s320/uang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470956778506259138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Uang, siapun butuh uang. Orang Dewasa, Remaja bahkan anak – anak kecil sekalipun kenal dengan benda yang namanya uang. Memang uang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tidak mukin bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat sebagian orang bisa melakukan banyak hal daripada orang yang tidak memilikinya. Tetapi seberapapun pentingnya uang, masih ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-NimmUJI/AAAAAAAAAbg/qdluOQrDQrE/s1600/waktu.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 122px; height: 102px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-NimmUJI/AAAAAAAAAbg/qdluOQrDQrE/s320/waktu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470956787184586898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-N5eVFbI/AAAAAAAAAbo/46oQtNS-XYM/s1600/bahagia.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 155px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-N5eVFbI/AAAAAAAAAbo/46oQtNS-XYM/s320/bahagia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470956793323918770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil balap. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Kebahagiaan Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-Oa890hI/AAAAAAAAAbw/Z2Zh19pw4Gs/s1600/bhagiaanak.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 130px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-Oa890hI/AAAAAAAAAbw/Z2Zh19pw4Gs/s320/bhagiaanak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470956802310787602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus – bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal – hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-OqyDXZI/AAAAAAAAAb4/T8HwCYF_JRY/s1600/cinta.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 207px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-OqyDXZI/AAAAAAAAAb4/T8HwCYF_JRY/s320/cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470956806559980946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Penerimaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zBN4lTBYI/AAAAAAAAAcQ/FfLkABJb_KM/s1600/tangan-di-atas-sedekah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 170px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zBN4lTBYI/AAAAAAAAAcQ/FfLkABJb_KM/s320/tangan-di-atas-sedekah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470960091619591554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zBNJk5J5I/AAAAAAAAAcA/qWgoFem1k_k/s1600/kesehatan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 219px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zBNJk5J5I/AAAAAAAAAcA/qWgoFem1k_k/s320/kesehatan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470960079001429906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Kesuksesan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zBNuciSVI/AAAAAAAAAcI/FPkhN97WI_8/s1600/sukses.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 89px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zBNuciSVI/AAAAAAAAAcI/FPkhN97WI_8/s320/sukses.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470960088898488658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Bakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zBOq9iHyI/AAAAAAAAAcY/v41ZlxptX84/s1600/edd+bakat+anak.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 234px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zBOq9iHyI/AAAAAAAAAcY/v41ZlxptX84/s320/edd+bakat+anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470960105143017250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Sikap yang baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zBO35bIdI/AAAAAAAAAcg/J8PNhB1nuPc/s1600/good.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 121px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zBO35bIdI/AAAAAAAAAcg/J8PNhB1nuPc/s320/good.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470960108615442898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Kedamaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zB8qxVO9I/AAAAAAAAAco/4vJMQw94540/s1600/hujung%2Bjalan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 158px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-zB8qxVO9I/AAAAAAAAAco/4vJMQw94540/s320/hujung%2Bjalan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470960895365823442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money can buy a house, but not a home.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money can buy a bed, but not sleep.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money can buy a clock, but not time.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money can buy a book, but not knowledge.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money can buy food, but not an appetite.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money can buy position, but not respect.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money can buy blood, but not life.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money can buy medicine, but not health.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money can buy sex, but not love.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money can buy insurance, but not safety.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ingat, Segalanya memang butuh uang. Tapi uang bukanlah segalanya. Ada banyak sekali hal lain yang lebih berharga dari sekedar uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diambil dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4037553"&gt;salah satu HT&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.kaskus.us/"&gt;kaskus.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-5354650933619676434?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/5354650933619676434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/10-hal-yang-tak-terbeli-dengan-uang.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/5354650933619676434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/5354650933619676434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/10-hal-yang-tak-terbeli-dengan-uang.html' title='10 Hal Yang Tak Terbeli Dengan Uang'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-y-NCRhisI/AAAAAAAAAbY/km586a4p0Nk/s72-c/uang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-2174977035231482228</id><published>2010-05-13T22:21:00.009+07:00</published><updated>2010-05-13T23:59:54.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoShout'/><title type='text'>Saya, "Aku" dan kepingan Filosofi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-wn5fblprI/AAAAAAAAAbQ/HCYPH_YjfKM/s1600/771.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 293px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-wn5fblprI/AAAAAAAAAbQ/HCYPH_YjfKM/s400/771.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470791515991549618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Akhir-akhir ini tekanan dan depresi sedang melanda hidup saya.&lt;br /&gt;Saya diposisikan dalam dua pilihan yang harus saya pegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu artinya menepati janji, atau konsistensi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka tantangan, tapi bukan tekanan.&lt;br /&gt;Memang, justru tekanan itulah tantangannya.&lt;br /&gt;Tapi tak semudah itu, Tak semudah itu mengubah tekanan menjadi tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak semudah itu membuat pandangan sebuah tekanan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"yang harus dirasakan"&lt;/span&gt; menjadi Tantangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"yang harus ditaklukan"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Semudah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah begini, saya jadi ingat sebuah puisi.&lt;br /&gt;Puisi yang dari dulu menginspirasi saya&lt;br /&gt;Puisi yang dulu sempat membuat saya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "jaya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Atas pemikiran dan maknanya. Aku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kalau sampai waktuku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;'Ku mau tak seorang kan merayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tidak juga kau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tak perlu sedu sedan itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Aku ini binatang jalang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;dari kumpulannya terbuang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Biar peluru menembus kulitku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Aku tetap meradang, menerjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Luka bisa kubawa berlari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;berlari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Hingga hilang pedih peri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dan aku akan lebih tidak peduli lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Aku ingin hidup seribu tahun lag&lt;/span&gt;i&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat itu. Kejalangan itu. Yang dulu hinggap di jiwa saya.&lt;br /&gt;Kini seiring berjalannya waktu, mulai terbang perlahan-lahan.&lt;br /&gt;Hingga semua hilang sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanpa sadar saya terikat oleh pasung ketidakberdayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejalangan itu hilang. Tinju yang dulu terkepal mulai luluh. Dan lengan yang dulu teracung, urung tuk tegak kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasung-pasung itu mengubah saya menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"gila"&lt;/span&gt;. Dalam makna sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya merenung, dan melihat kembali sajak-sajak "Aku" tadi.&lt;br /&gt;Dan setelah saya amati, "Aku" bukanlah sembarang aku. "Aku adalah sebuah sikap, sebuah energi, sebuah kekuatan, yang tercurah dalam jiwa "Aku" berwujud sajak-sajak nya. "Aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Kalau sampai waktuku&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;'tak seorang kan merayu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Disini "Aku" telah mengungkap dirinya dengan prinsipnya. "Aku" telah memberi "tanda" pada pembaca, bahwa ia adalah orang yang tegas. Jangan pernah main-main dengannya. Tak ada yang bisa menghalanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Tidak juga kau"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ya, tidak juga kau! "Aku" tak pernah pandang bulu. Ia punya prinsip yang kokoh. Jika pendiriannya sudah bulat, "Aku" tak akan tergoda oleh siapapun. Tak peduli itu kau, dia, mereka, bahkan "Aku" sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Tak perlu sedu sedan itu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Aku" tak perlu simpati. "Aku" tak butuh dikasihani. Bagi "Aku", Simpati adalah kekurangan. Itu hanya membuat hatinya tak sekeras batu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Aku ini binatang jalang&lt;br /&gt;dari kumpulannya terbuang"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Aku" menyebut dirinya Binatang Jalang. "Binatang" dan "Jalang". Kita tahu, dengan menyebut binatang saja, sudah menunjukkan bahwa "Aku" adalah rendahan, sama seperti binatang. Garang. Dan "Jalang". Tapi ia juga bilang, ia merupakan kumpulan yang terbuang. Artinya "Aku" memang sudah tak diterima lagi di "kumpulannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, karena "Aku" terlalu "garang" untuk disebut sebagai binatang. Dan bahkan terlalu "Jalang" dari kejalangan itu sendiri. Sehingga kumpulannya berpikir, "Aku" memang bukan bagian dari mereka. "Aku" dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Biar peluru menembus kulitku&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ku tetap meradang, menerjang"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bahkan peluru-peluru itu bukanlah masalah bagi "Aku". Ia abaikan bedil-bedil itu menembus kulitnya. Ia bisa meradang dan menerjang. Apa soal? "Aku" tak akan membiarkan dirinya berhenti hanya karena selongsong peluru merobek kulitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Luka bisa kubawa berlari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;berlari"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Aku" tak perlu pengobatan. Biar luka merobek kulitnya, ia akan terus berlari. "Aku tak pernah ambil pusing dengan lukanya, ia tak kan menghabiskan waktu untuk meratapi rasa sakit yang dirasanya. Karna ia harus tetap berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Hingga hilang pedih peri"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Aku" membiarkan dirinya berlari bersama luka. Mengabaikan rasa sakit dan perih yang dirasanya. Hingga luka itu mengering, dan perlahan sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Dan aku lebih tidak peduli lagi&lt;br /&gt;aku mau hidup seribu tahun lagi"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ya, bahkan "Aku" bisa lebih tidak peduli lagi dari ini. Bahkan untuk peluru yang dapat menembus jantungnya. Atau luka yang dapat merenggut nyawanya. "Aku" bisa lebih tidak peduli. Karena "Aku" punya asa. Atas keinginannya untuk hidup 1000 tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah "Aku". Sosok yang saya kagumi dari dulu. Sosok yang (mungkin) hampir hilang dari jiwa saya. Sosok yang membakar jiwa bagi siapa yang mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin peluru yang menembus kulitnya itu, atau luka yang luar biasa perih itu, bisa ditahan jiwanya. Tapi sayang, tidak raganya. Itulah kodrat, raga memang rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asa untuk hidup 1000 tahun lagi bersama jasad memang harus urung. Tapi tidak bersama jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Auman "Aku" masih terdengar sampai sekarang. Walau lebih dari setengah abad yang lalu "Aku" pergi. Tapi semangatnya, energinya, kejalangannya. Masih berbekas sampai sekarang. Itulah kekuatan jiwa. Raga boleh rapuh. Tapi jiwa akan terus berlari.&lt;br /&gt;Energi "Aku" akan selalu terbawa oleh jiwanya, hingga 1000 tahun lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-2174977035231482228?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/2174977035231482228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/saya-aku-dan-kepingan-filosofi.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/2174977035231482228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/2174977035231482228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/saya-aku-dan-kepingan-filosofi.html' title='Saya, &quot;Aku&quot; dan kepingan Filosofi'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-wn5fblprI/AAAAAAAAAbQ/HCYPH_YjfKM/s72-c/771.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-6859916947257677147</id><published>2010-05-12T09:12:00.006+07:00</published><updated>2010-05-12T10:17:30.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><title type='text'>YUK PAKE BATIK....!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oRzAZs0_I/AAAAAAAAAaI/63aCxPjTL70/s1600/QBpakebatik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 304px; height: 259px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oRzAZs0_I/AAAAAAAAAaI/63aCxPjTL70/s400/QBpakebatik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470204265373684722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pasti tahu Batik. Salah satu warisan budaya yang menjadi ciri khas negeri ini, emang lagi booming sampai sekarang. Apalagi sejak UNESCO meresmikannya sebagai salah satu warisan kebudayaan Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu. Tapi ironisnya, walau begitu, tak sepenuhnya kita, khususnya generasi muda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“bangga”&lt;/span&gt; memakai batik untuk tampil di khalayak ramai. Ya, Sepertinya kita belum terlalu percaya diri membalut tubuh kita dengan warisan budaya leluhur kita yang satu ini.Cukup wajar memang. Jika melihat sejarah batik sebelumnya. Sebabnya mungkin karena belum hilang dalam persepsi kita bahwa batik kebanyakan hanya dipakai untuk acara-acara resmi, atau undangan. Dan tentunya yang memakai juga orang-orang tua. Jadi, bagi siapa yang memakai batik, siap-siap saja menjadi bahan ejekan teman-teman kita, Karena batik yang dianggap sebagai pakaian yang tidak modis, keren dan gaul.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi, ayolah....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita harus malu pakai batik? Karena takut diejek teman karena gak gaul?&lt;br /&gt;Harusnya kitalah yang balik bilang ke dia gak gaul karena gak pake batik. Karena batik kita sekarang, tidak hanya harus dipakai saat buat undangan kawinan atau semacamnya. Tapi Batik kita sekarang (yang menurut saya) malah tak kalah asik dipake buat nongkrong, atau jalan-jalan ke mall daripada pake kaos biasa. Lagipula, berkat para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fashion Designer&lt;/span&gt; kita, Batik sekarang terlihat lebih gaul, lebih trendy, dan lebih keren saat kita kenakan. Baju batik sekarang tak hanya kaku dengan modelnya yang itu-itu saja yang terlihat jadul. Sekarang sudah banyak jenis-jenis batik yang sudah dikembangkan oleh para Fashion Designer kita, mulai dari batik anak-anak, batik remaja, sampai orang tua. Bahkan, sekarang ada salah satu inovasi dari desainer kita yang membuat kaos batik. Yah, walaupun gak bisa disebut baju batik. Tapi setidaknya itu salah satu cara yang cukup kreatif untuk menarik kita, (khususnya generasi muda) untuk memakai batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oXjiMMjLI/AAAAAAAAAaw/JOj9gyDt_4k/s1600/batikremaja.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 201px; height: 251px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oXjiMMjLI/AAAAAAAAAaw/JOj9gyDt_4k/s400/batikremaja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470210596635708594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oXjai5XvI/AAAAAAAAAao/R-Y5cBG35_Y/s1600/AndyLuvUwie182.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oXjai5XvI/AAAAAAAAAao/R-Y5cBG35_Y/s400/AndyLuvUwie182.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470210594583437042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salah satu contoh batik remaja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oXjGLVEcI/AAAAAAAAAag/F8oXpuNJ240/s1600/943790_batikt-shirtfcr3_ethnic.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oXjGLVEcI/AAAAAAAAAag/F8oXpuNJ240/s400/943790_batikt-shirtfcr3_ethnic.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470210589115879874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-obDytOGuI/AAAAAAAAAa4/wqXM9vL1BvE/s1600/kaosbatik1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 208px; height: 243px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-obDytOGuI/AAAAAAAAAa4/wqXM9vL1BvE/s400/kaosbatik1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470214449359887074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-obEKy945I/AAAAAAAAAbA/3PaZ9ECRNSA/s1600/kaosbatik2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 205px; height: 246px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-obEKy945I/AAAAAAAAAbA/3PaZ9ECRNSA/s400/kaosbatik2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470214455826441106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-obEsEeDpI/AAAAAAAAAbI/s8mGyczKRVQ/s1600/kaos-batik-coklat-tua.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 336px; height: 385px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-obEsEeDpI/AAAAAAAAAbI/s8mGyczKRVQ/s400/kaos-batik-coklat-tua.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470214464758222482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salah satu contoh kaos batik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, gak ada alasan lagi buat kita malu memakai batik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, seharusnya kita mesti tambah bangga pakai batik, bukankah dulu Batik hanya diperbolehkan dipakai oleh orang-orang yang berketurunan bangsawan saja? Dan itupun ada tingkatannya. Corak batik mereka harus sesuai dengan garis keturunan mereka. Hmmm... ekstrim juga ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untungnya seiring dengan berjalannya waktu, Batik sekarang bisa dikenakan oleh semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pun apabila seandainya anda gengsi menjadi pasaran, (mengingat batik yang mulai di gemari semua orang). Setidaknya, hargailah maha karya para pribumi ini. Batik tak sesederhana itu, Batik adalah sebuah &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“masterpiece”&lt;/span&gt; dari kesabaran, ketekunan, kerja keras, dan kecintaan terhadap warisan budaya. Hargailah para pengusaha kecil ini yang sedang berjuang melestarikan budayanya di tengah lajunya pergerakan mode dunia ini. Hargailah mereka yang telah lama mencucurkan keringatnya untuk mewariskan budaya batik ini pada anak-anak cucunya. Hargailah mereka dengan memakai batik. Dan pakailah batik bukan karena ikut-ikutan. Bukan karena trend jaman, bukan karena sekedar ajakan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Pakailah batik karena kesadaran. Pakailah batik sebagai warisan. Pakailah Batik. Karena Batik eksotik dan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menulis tulisan ini, bukan bermaksud sok nasionalis, bukan juga dalam rangka karena batik kita hampir dicaplok negara lain. Bukan. Saya menulis tulisan ini karena saya peduli, saya cinta negeri ini, saya cinta kebudayaannya, saya cinta kemajemukannya. Dan saya cinta perbedaanya. Bukankah memang sudah tugas kita untuk mempertahankan apa yang sudah diwariskan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Mengapa kita harus menunggu orang luar mengakui baru kita sadar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Mengapa kita harus menunggu budaya ini hampir punah baru kita resah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oXibwUorI/AAAAAAAAAaQ/zwdY3C-xwoQ/s1600/billgatespakebatik.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 225px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oXibwUorI/AAAAAAAAAaQ/zwdY3C-xwoQ/s400/billgatespakebatik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470210577728316082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Bill Gates Pake Batik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oXi8_eQ7I/AAAAAAAAAaY/s0VtJsKvRSo/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 188px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oXi8_eQ7I/AAAAAAAAAaY/s0VtJsKvRSo/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470210586650231730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Jessica Alba Pake Batik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tunggu apa lagi? Jangan malu. Jangan ragu.&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;YUK PAKE BATIK!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-6859916947257677147?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/6859916947257677147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/yuk-pake-batik.html#comment-form' title='34 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6859916947257677147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6859916947257677147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/yuk-pake-batik.html' title='YUK PAKE BATIK....!'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-oRzAZs0_I/AAAAAAAAAaI/63aCxPjTL70/s72-c/QBpakebatik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>34</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-2668772844083956956</id><published>2010-05-10T21:18:00.003+07:00</published><updated>2010-05-10T23:41:06.920+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoShout'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artwork'/><title type='text'>Maaf...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-g2wTPd0-I/AAAAAAAAAaA/UhqtZKZHb3g/s1600/254.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-g2wTPd0-I/AAAAAAAAAaA/UhqtZKZHb3g/s400/254.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469681950868231138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Maaf...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hanya bisa kuamati sosokmu dari balik layar itu&lt;br /&gt;Kau berikan imaji dipikiranku yang membentuk sebuah&lt;br /&gt;dunia baru yang selalu membuat rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah kucoba hilangkan lekuk parasmu yang telah lama kupatri luput sewindu&lt;br /&gt;Ku Biarkan diriku terhanyut dalam ombakmu&lt;br /&gt;Hingga terbawa jauh dari daratanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Semua tentang dirimu, menimbulkan fanatisme baru di pikiranku&lt;br /&gt;Dan dunia baru yang kau berikan itu, Membuat pikiran ini mengabaikan akal sehatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah kuurungkan asa untuk bersamamu, walau ku dibelenggu jarak dan waktu&lt;br /&gt;Bahkan kandang-kandang kemustahilan itu, tak kuasa mengurungku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau "kesempatan" itu ada, belum berani kuungkapkan luapan ini&lt;br /&gt;Dengan kejamnya ku biarkan kau tak mengetahui apa yang kurasa selama ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kuungkapkan isi hati ini dengan sebuah sajak puisi&lt;br /&gt;Hanya bisa ungkapkan gumulan hati ini, dengan diksi-diksi konyol ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau tak berkenan membaca bait terakhir sajak ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Kau kucintai..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-2668772844083956956?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/2668772844083956956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/maaf.html#comment-form' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/2668772844083956956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/2668772844083956956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/maaf.html' title='Maaf...'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-g2wTPd0-I/AAAAAAAAAaA/UhqtZKZHb3g/s72-c/254.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-8968558336941814679</id><published>2010-05-07T21:29:00.014+07:00</published><updated>2010-05-10T22:18:13.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artwork'/><title type='text'>IMA, Award, dan Tika Putri</title><content type='html'>Rabu malam, jam 20.30 saya sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stand by&lt;/span&gt; di depan TV buat nonton Indonesia Movie Award, sebuah ajang festival penghargaan bergengsi, untuk film-film berkualitas, dan begitu juga aktor dan artisnya. Sudah kurang lebih sebulan, saya menunggu acara ini dimulai. Dan rabu malam kemarinlah puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang beda dengan acara tahun ini dengan yang lalu. Sebelumnya, saya tidak akan sampai seantusias ini menyaksikan IMA. Mengapa? Ya, itu karena ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tika Putri&lt;/span&gt;. Dia masuk salah satu nominasi IMA, sebagai Pemeran Utama Wanita Terfavorit dan Terbaik. Perlu diketahui juga, kalo untuk nominasi yang terbaik itu pemenangnya ditentukan oleh juri. Sedangkan untuk yang terfavorit dari SMS para pemirsa dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, tanpa pikir panjang lagi. Saya korbankan pulsa 10 ribu untuk sms, cuma buat ngedukung &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tika Putri&lt;/span&gt; biar jadi artis terfavorit. Merasa belum puas juga, saya bela-belain bangun tengah malam buat tahajud biar Tika Putri bisa menang, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yah, mungkin itulah efek dari fanatisme...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, kalo ngomongin nominasi Pemeran Utama Wanita Terfavorit, gak fair rasanya kalo saya cuma nyebutin Tika Putri aja...&lt;br /&gt;Selain &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tika Putri&lt;/span&gt; (&lt;a href="http://queenbeediaries.blogspot.com/"&gt;Queen Bee&lt;/a&gt;) nominator yang lain itu juga ada seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atiqa Hasiholan (Jamila dan Sang Presiden)&lt;br /&gt;Aty Kanser (Emak Ingin Naik Haji)&lt;br /&gt;Fanny Fabriana (Hari Untuk Amanda)&lt;br /&gt;Leony V H (Identitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan yang terakhir....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tika Putri&lt;/span&gt; (&lt;a href="http://queenbeediaries.blogspot.com/"&gt;Queen Bee&lt;/a&gt;) *disebut lagi*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja diantara nominator itu saya mendukung &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tika Putri&lt;/span&gt;. Secara lagipula filmnya sendiri (&lt;a href="http://queenbeediaries.blogspot.com/"&gt;Queen Bee&lt;/a&gt;) udah saya tonton ampe 32 kali, dan 33 kali dengan hari ini, pas nonton di RCTI tadi siang *ada yang nonton?*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, film ini banyak mengandung pesan dan makna didalamnya. Dan bisa saya katakan, film inilah yang sangat menginspirasi (hidup) saya. Terus terang, saya kagum dengan tokoh &lt;a href="http://queenbeediaries.blogspot.com/"&gt;Queen Bee&lt;/a&gt; itu sendiri, yang walaupun hanya anak SMA yang baru beranjak 17 tahun, ia bisa hidup mandiri. Tanpa bergantung pada ayahnya, walau seorang calon presiden. Yah, itu salah satu faktor yang menyebabkan mengapa saya begitu terinspirasi olej tokoh &lt;a href="http://queenbeediaries.blogspot.com/"&gt;Queen Bee&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Back to the story...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, setelah IMA mulai, saya pantengin terus tuh TV, walau awal-awal ada nyanyi-nyanyi gak saya peduliin. Saya hanya menunggu untuk pembacaan nominasi Pemeran wanita terfavorit. Jadi acara hiburan pun tak saya gubris, malah saya anggap malah pengulur waktu supaya acara tambah lama. Tidak penting. Hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, nominasi untuk Pemeran Wanita Terfavorit pun dibacakan juga, saya ikut deg-degan saat para nominasi ditayangkan, dan pada saat pembacaan pemenangnya, saya tambah deg-degan. Saya udah doa aja tuh moga aja Tika Putri, pas muka Tika Putri disorot dia cuma senyam-senyum menunggu siapa pemenangnya... Semua bagaikan gerakan Slow Motion... menunggu dengan hati was-was, apakah menang atau gak? Apakah pengorbanan pulsa 10ribu saya membuahkan hasil atau tidak? Dan akhirnya nama itu pun disebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIKA PUTRI!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;YAAY...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-UhF9IwaaI/AAAAAAAAAZo/ZiuIl6-3w0k/s1600/VOTEME.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 216px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-UhF9IwaaI/AAAAAAAAAZo/ZiuIl6-3w0k/s320/VOTEME.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468813708705687970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin kata itu yang bisa mengungkapkan ekspresi kegembiraan saya setelah mendengar bahwa Tika Putri-lah yang mendapat penghargaan buat Pemeran Wanita Terfavorit. Sambil nonton saya juga ikut tepuk tangan sendirian, mungkin karena terbawa euphoria kemenangan itu juga... sampe saya ikut-ikut teriak sendiri (untungnya gak ada yang dengar). Dan begitulah... Tika Putri pun naik keatas panggung, dengan mengenakan gaun putih yang dipakainya, sehingga ia terlihat anggun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;"Piala ini untuk mama"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;itulah kata yang diucapkannya saat mendapatkan award tersebut. Yah saya juga senang sekali sih, ternyata pengorbanan gak sia-sia juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, saya menunggu kembali untuk pengumuman peraih award Pemeran Utama wanita terbaik (yang dipilih oleh juri) walau yang terpilih akhirnya Aty Kanser. tapi gak papa, saya rasa dia cukup pantas mendapatkan awardnya. Yang penting, setidaknya Tika Putri udah dapet award satu. Ia hanya berusaha bermain sebagus mungkin, dan gak pernah berharap mendapat award, bahkan masuk nominasi saja udah senang katanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya juga kagum dengan dia. Award ini bukanlah dijadikanya sebagai penghargaan, tapi sebaliknya, menjadi beban bagi dia agar bisa menjadi lebih baik mengasah kemampuan aktingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh... yang penting sukses terus buat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tika Putri&lt;/span&gt;...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-gjQj8_1HI/AAAAAAAAAZ4/h7zYZwzxINc/s1600/255.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 299px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-gjQj8_1HI/AAAAAAAAAZ4/h7zYZwzxINc/s400/255.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469660514877428850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;O iya... sekalian mo majang award nih, dapet dari Mbak Hanna Pertiwi. Thank ya mbak... (sorry baru dipajang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-UhesQyb8I/AAAAAAAAAZw/cagkJ-j0DNM/s1600/ABMM2010.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 290px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-UhesQyb8I/AAAAAAAAAZw/cagkJ-j0DNM/s400/ABMM2010.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468814133672701890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Oke deh, segini aja update hari ini. Semoga saya diberi waktu luang untuk update lagi...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-8968558336941814679?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/8968558336941814679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/ima-award-dan-tika-putri.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/8968558336941814679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/8968558336941814679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/ima-award-dan-tika-putri.html' title='IMA, Award, dan Tika Putri'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S-UhF9IwaaI/AAAAAAAAAZo/ZiuIl6-3w0k/s72-c/VOTEME.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-9106281162490030378</id><published>2010-05-03T18:51:00.004+07:00</published><updated>2010-05-03T19:20:47.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoShout'/><title type='text'>Sudah Demokratiskah Pendidikan Kita?</title><content type='html'>Dengarkan suara kami !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamilah korban segala agravasi pemimpin yang melukai arti hakiki dari pembeLajaran demokrasi.&lt;br /&gt;kami menjadi pecandu trepidasi saat arogansi selalu menyapa kami dan berusaha menghakimi.&lt;br /&gt;kami tidak menuntut untyk selalu dibenarkan !&lt;br /&gt;kami hanya ingin didengar !&lt;br /&gt;kami hanya ingin intervensi terhadap hak-hak berpendapat dihentikan !&lt;br /&gt;pemimpin bukanlah dewa yang selamanya benar dan kami bukanlah segerombol keledai bodoh yg selalu mematuhi semua hal apriori !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kami memiliki akal sehat yang membawa kami pada sebuah kebenaran dan rasionalitas dalam berfikir.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, kami sebagai peLajar hanya ditempatkan sebagai implementator dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami membutuhkan orang tua, bukan penjagal !&lt;br /&gt;kami membutuhkan kenyamanan, bukan keseganan !&lt;br /&gt;kami membutuhkan tauladan, bukan indah rupawan !&lt;br /&gt;kami membutuhkan pembimbing, bukan penghakim !&lt;br /&gt;kami membutuhkan pemimpin, bukan penguasa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WE NEED A LEADER, NOT AN ARROGANT POET !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan diatas saya ambil dari notes teman saya di Facebook. Kebetulan karena hari ini Hardiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya tulisan ini cukup diplomatis. Tapi tetap sasaran. Yah, anda tahulah siapa "sasarannya"....&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-9106281162490030378?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/9106281162490030378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/sudah-demokratiskah-pendidikan-kita.html#comment-form' title='41 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/9106281162490030378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/9106281162490030378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/sudah-demokratiskah-pendidikan-kita.html' title='Sudah Demokratiskah Pendidikan Kita?'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-1098996493042809314</id><published>2010-05-02T09:54:00.005+07:00</published><updated>2010-05-02T16:01:39.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoShout'/><title type='text'>Mencari Pahlawan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Demi amanat dan beban rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami nyatakan keseluruh dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Telah bangkit di tanah air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah aksi perlawanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terhadap kepalsuan dan kebohongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang bersarang dalam kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang-orang pemimpin gadungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;-Petikan Puisi “Pernyataan” Mansur Samin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis bukanlah sebuah masalah bangsa. Justru sebaliknya, krisis adalah takdir. Yang mau tidak mau setiap bangsa pasti mendapatkannya. Tak peduli bangsa apa itu. Bahkan Amerika, sang negara Adikuasa, juga pernah mengalaminya. Amerika pernah mengalami depresi ekonomi terbesar dalam sejarah dari tahun 1929 sampai 1932. Selang sekitar lima tahun krisis itu selesai, tepatnya tahun 1942. Mereka dilanda krisis kembali, yang bisa dikatakan lebih besar dari sekedar depresi ekonomi. Mereka terlibat perang dunia kedua, dan mereka menang! Bagaimana mungkin sebuah negara yang baru pulih perekonomiannya bisa memenangkan sebuah perang yang banyak melibatkan negara-negara besar saat itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aneh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, itulah yang terjadi ketika krisis dikelola oleh tangan-tangan dingin para pahlawan. Mereka mengubah  tantangan menjadi peluang, kelemahan menjadi kekuatan, kecemasan menjadi harapan, ketakutan menjadi keberanian, dan krisis menjadi berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, krisis bukanlah suatu hal untuk disesali, apalagi dikutuk. Krisis akan selalu datang melanda negeri. Yang perlu kita perhatikan adalah, bagaimana cara untuk menghadapi “takdir” itu, bukan menghindarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah dibutuhkan sosok pahlawan. Seseorang yang dalam sajak Mansur Samin diatas, “Memegang amanat dan beban rakyat”. Bukan “Para pemimpin gadungan. Yang bersarang dalam kekusaan.”  Mengapa Amerika hanya butuh 3 tahun untuk menyadari bahwa mereka harus merdeka, sedangkan Indonesia butuh 3 Abad? Bahkan lebih. Mengapa ada Revolusi Amerika, tapi tak ada Revolusi Indonesia? Berterima kasihlah pada Pahlawan-Pahlawan Ideologi kita. Yang berperan besar dalam menimbulkan kesadaran kemerdekaan kita. Walaupun tergolong lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, krisis itu sendiri bisa dikatakan sebagai sebuah Anugrah bangsa. Semakin besar malah semakin baik. Amerika tadi contohnya, karena krisis-krisis besar itulah, sekarang Amerika bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.  Tentu saja jika krisis itu dihadapi, bukan dihindari. Dan untuk menghadapinya (sekali lagi) kita butuh Pahlawan. Para Pahlawan inilah yang membuat lubang udara bangsa yang tertutup oleh krisis tadi. Dan menjadikannya benteng pertahanan suatu bangsa itu nantinya. Mungkin mereka tidak membawa janji pasti tentang jalan keluar yang instan dan menyelesaikan masalah. Tapi mereka membangun inti kehidupan, merekalah yang mengubah ketakutan menjadi keberanian. Mereka jugalah yang membangunkan raksasa tidur kita diatas alas ketidakberdayaan. Itulah mereka, sang Pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu, dimanakah pahlawan Indonesia sekarang yang kita cari?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri seorang Pahlawan salah satunya adalah, mereka mempunyai naluri kepahlawanan. Tantangan-tantangan besar dalam sejarah hanya bisa ditaklukan oleh orang yang mempunyai naluri itu. Itu sebabnya mengapa mereka kita sebut orang-orang besar. Dan itulah juga sebabnya kita dengan sukarela mengaguminya. Keberanian, juga salah satu ciri orang yang mempunyai naluri kepahlawanan. Tanpa keberanian, tak mungkin pahlawan bisa menyelesaikan masalah besarnya. Dan tiap masalah besar pasti punya kadar keberanian tersendiri. Dan disana muncul resiko. Semakin besar keberanian diambil, semakin besar pula resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan, bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke Bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat secepat kilat. Tapi pahlawan adalah orang bisa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar. Bukannya  orang-orang “yang terlihat” besar yang melakukan hal kecil dalam hidupnya dan mencatanya di autobiografi mereka yang dibesar-besarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai naluri pahlawan sejati tidak berharap namanya dikenang Sejarah (Walaupun sejarah merupakan "industri" para pahlawan untuk mencatat jasanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan tidak di lahirkan serba berkemampuan untuk menyelesaikan masalah di sekitarnya. Sebaliknya, Para pahlawan sengaja Tuhan lahirkan diantara krisis-krisis besar di sekitarnya agar ia dapat memaksimalkan kemampuannya untuk memberikan yang terbaik untuk orang disekelilingnya. Apakah Anda hidup di lingkungan penuh krisis? Bersyukurlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita salah jika menunggu datangnya sang pahlawan. Itu sama saja kita seperti orang awam yang menunggu datangnya Ratu Adil mereka. Ya, mereka tidak akan pernah datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu dimanakah pahlawan Indonesia yang kita cari?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sudah disini, ia bahkan lahir dan dibesarkan di negeri ini. Ia sudah lama tiba, jauh sebelum kita menunggunya. Dan dia sekarang sedang sibuk membaca tulisan ini. Ya! Dia adalah anda!&lt;br /&gt;Pahlawan yang kita cari itu bisa siapa saja, aku, kau, dan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya belum sadar bahwa kitalah pahlawan yang dicari Indonesia sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kami Cuma tulang-tulang berserakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi adalah kepunyaanmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tulang-tulang berserakan itu. Apakah makna yang kita berikan pada mereka sekarang? Apakah para ibu sekarang enggan melahirkan para Pahlawan kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chairil Anwar telah memberi tanda bahwa sekarang, kitalah yang menentukan makna tulang berserakan itu. Atau itu hanya sekedar tulang yang tak ada harganya? Beribu-ribu nyawa melayang, tak hanya di karawang-bekasi. Dan dengan tega kita biarkan menjadi debu tanpa kita hargai maknanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, apa yang kita tunggu? Kiitalah pahlawan yang Indonesia rindu. Yang kita perlu kita lakukan sekarang adalah berjanji merebut takdir kepahlawanan kita. Buktikan bahwa para ibu yang enggan melahirkan pahlawan itu salah. Dan jadikanlah gugusan pulau-pulau ini menjelma menjadi untaian kaling zamrud yang menghiasi sejarah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bangunlah Pahlawan Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-1098996493042809314?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/1098996493042809314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/mencari-pahlawan-indonesia.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1098996493042809314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1098996493042809314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/05/mencari-pahlawan-indonesia.html' title='Mencari Pahlawan Indonesia'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-7885275845331262255</id><published>2010-04-26T19:36:00.010+07:00</published><updated>2010-05-02T16:14:43.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nama Dan Peristiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoShout'/><title type='text'>Mengapa Harus Kartini?</title><content type='html'>Udah rindu banget saya gak posting. Kalo diitung-itung. Bulan ini adalah bulan yang paling jarang saya ngeblog. Yah, mau apalagi kehidupan di dunia nyata emang harus diprioritaskan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;But firstly&lt;/span&gt; saya sekali lagi mo minta maaf ama temen-temen blogger semua karena udah jarang blogwalking. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Miss u guys...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, Kali ini saya mo nulis tentang kartini. Walaupun hari kartini udah lama lewat, tapi gak papa kan? abis sempetnya baru sekarang sih... Oke langsung Aja:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Mengapa Harus Kartini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S9mRJ9ibWXI/AAAAAAAAAZQ/Z0mbXICcUx0/s1600/ka.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S9mRJ9ibWXI/AAAAAAAAAZQ/Z0mbXICcUx0/s320/ka.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465559223114619250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nama Kartini, memang sudah tidak asing lagi bagi kita. Beliau yang kita kenal berjasa sebagai pelopor emanisipasi wanita, yang akhirnya atas jasanya itu, setiap tanggal lahirnya 21 april, kita peringati dengan hari Kartini. Tapi, tahukah anda? bahwa tak sedikit sejarawan yang "menggungat" sosok Kartini ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya aja pada dekade 80an, guru besar UI Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar dalam tulisannya "Kartini dan Peranan Wanita dalam masyarakat kita" dalam tulisannya, ia menyebutkan bahwa Belandalah yang memilih Kartini sebagai lambang emanisipasi wanita Indonesia, walaupun pada akhirnya kita yang mengembangkannya. Lalu, sejarawan Persis, Tiar Anwar Bachtiar juga mengungkapkan dalam tulisannya, bahwa masih banyak tokoh wanita Indonesia yang pemikirannya lebih mengesankan dari Kartini. Sebut saja seperti Dewi Sartika, atau Rohana Kudus. Lalu, mengapa Kartini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan sejarah, kita mengenal sosok Kartini sebagai emansipatoris perempuan, pejuang kaum hawa untuk maju, dsb. Pemikirannya tersendiri tercurah dalam surat-suratnya kepada sahabat-sahabat penanya yang kebanyakan berada di Eropa dan Hindia Belanda. Kartini tak hanya bicara isu yang biasa kita sebut gender saja, ia juga bicara soal kondisi sosial, spritualitas pribadinya, dan gugatan-gugatan terhadap budaya jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan sekarang, mengapa seorang Kartini bisa kita sebut sebagai pahlawan wanita jika dibandingkan dengan pahlawan-pahlawan wanita lainnya, hingga tanggal lahirnya kita peringati sebagai hari besar nasional. Jika kita tilik lebih dalam hal ini bisa terungkap. Tak banyak yang tahu, selang 7 tahun setelah kartini wafat. Nama Kartini tak banyak dikenal luas oleh masyarakat indonesia, selain dari lingkungan Kartini sendiri. Baru setelah J.H. Abendanon mengumpulkan surat-suratnya yang akhirnya dibukukan dengan judul Door Duisternis tot Licht (Dari Kegelapan Menuju Cahaya) Barulah nama Kartini dikenal luas. Mungkin orang-orang Belanda disana kagum atas pemikiran-pemikiran Kartini yang boleh dikatakan melampaui batas di jamannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali kepertanyaan awal, mengapa harus Kartini? bukankah masih banyak tokoh pejuang wanita lain. Yang bahkan praktik perjuangan mereka lebih nyata dibandingkan Kartini. Cut Nyak Dien (1848-1908) hingga akhir hayatnya tetap melawan Belanda. Dewi Sartika (1884-1947) yang mendirikan sekolah di Bandung dan luar Bandung pada tahun 1910. Rohana Kudus (1884-1972) ia juga mendidirikan beberapa sekolah di kampung halamannya, Padang. Beliau bahkan wartawati pertama Indonesia. Selain itu, Rohana juga penentang keras Poligami. RAA Lasminingrat(1843-1948) seorang pengarang  luar biasa yang berkonsentrasi atas pendidikan wanita Sunda. Yang ironis adalah, hingga sekarang, RAA Lasminingrat dan Rohana Kudus belum diangkat sebagai pahlawan nasional. Jadi jangan heran jika beberapa dari kita memang agak asing mendengar tokoh-tokoh wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apakah tokoh-tokoh ini sengaja di tenggelamkan? Jangan-jangan Snouck sengaja mendorong nama Kartini sebagai "Tameng" bagi nama-nama tokoh wanita tersebut yang lebih progrsif pada masa itu. Ada dugaan ia memilih kartini, karna hanya kartinilah pejuang wanita yang (bisa dikatakan) tidak tegas melawan belanda. Dan hal ini bisa menutupi perjuangan wanita-wanita indonesia yang jelas-jelas menentang belanda. Dengan kata lain, Belanda ingin menutupi perjuangan wanita indonesia yang lebih progresif menentang belanda, agar tak ada generasi perempuan Indonesia yang mengagumi tokoh tersebut. Caranya, dengan pencitraan tokoh Kartini tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis sejarah, Fandy Hutari. Menyimpulkan empat kontroversi terhadap kartini yang ia dapat dari berbagai informasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Surat Kartini sudah di Rekayasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dugaan bahwa pemikiran kartini yang tertuang dalam surat-suratnya sudah terlebih dahulu direkayasa J.H. Abendanon. Karena sampai sekarang, tak ada yang tahu dimana naskah surat-surat kartini itu berada. Kita hanya disuguhkan Naskah surat dalam bentuk buku, dan tidak ada koreksi lagi dengan naskah surat aslinya. Beberapa kalangan ada yang bertanya, bagaaiman seorang gadis usia belasan tahun dapat menulis kalimat seindah itu. Bisa saja J.H Abendanon memanfaatkan surat-surat tersebut untuk politik etis yang sedang gencar dikampanyekan pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kartini tidak teguh pendirian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ia diangganp kurang konsisten memerjuangkan pemikirannya pada nasib wanita jawa. Seperti yang kita tahu dalam suratnya, beliau mengkritik, mengeluhkan, dan menggungat tradisi jawa dan islam yg banyak mengekang perempuan. Seperti dilarang sekolah tinggi, dipingit, dipoligami, dll. Tapi kenyataannya, ia menerima dinikahkan dengan seorang bupati Rembang yang notabene sudah memiliki 3 orang istri. Perubahan sikap Kartini terhadap pernikahannya malah membuat sosok Kartini terkesan "lembek".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tak ada bukti Kartini melawan Belanda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sekarang, tak ada satupun bukti yang menegaskan bahwa Kartini menentang belanda. Bukankah umum yang kita ketahui seorang pahlawan adalah mereka yang menentang kolonial? Kartini bahkan cenderung toleran terhadap Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Kartini hanya bicara soal Jawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kartini dalam pemikirannya hanya membicarakan sebatas ruang lingkup Jawa saja. Ia tak pernah menyinggung suku bangsa lain di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada kenyataannya, Kartini seperti yang kita tahu ditetapkan sebagai pahlawan Nasional, dan hari lahirnya diperingati sebagai Hari besar Nasional, 21 April. Jangan-jangan penetapan Hari Kartini ini berdasarkan ide pribadi Soekarno sendiri dalam membangkitkan semangat kaum wanita dalam pembangunan yang sedang gencar-gencarnya pada waktu itu. Alasannya bisa saja karna pemikiran-pemikiran Kartini lebih terdokumentasi dibandingkan dengan tokoh-tokoh wanita lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini, bukan bermaksud untuk memojokkan Sosok Kartini sebagai sosok pahlawan wanita yang sudah lama kita kenal. Tapi tulisan ini hanya sekedar sebagai wacana kritis, agar kita lebih jeli dan tidak menelan bulat-bulat apa yang disuguhkan kepada kita. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa Bung Karno mengatakan "Jas Merah" (Jangan sekali-kali melupakan sejarah) Karena sekali saja kita melupakan, efeknya luar biasa. Sejarah bisa saja dimanipulasi pihak asing yang ingin mendapatkan keuntungan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu, walau bagaimanapun kita juga harus mengakui jasa-jasa Kartini sebagai pejuang perempuan. Namun jika kita lihat perjalanan sejarahnya, kita juga patut mempertanyakan satu hal, bagaimana dengan pejuang-pejuang wanita Indonesia yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mengapa harus Kartini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diadaptasi oleh tulisan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fandy Hutari; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penulis Sejarah, Alumnus Sejarah Universitas Padjajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-7885275845331262255?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/7885275845331262255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/mengapa-harus-kartini.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7885275845331262255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7885275845331262255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/mengapa-harus-kartini.html' title='Mengapa Harus Kartini?'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S9mRJ9ibWXI/AAAAAAAAAZQ/Z0mbXICcUx0/s72-c/ka.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-7078487452670305560</id><published>2010-04-18T13:07:00.013+07:00</published><updated>2010-04-30T20:30:17.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tag'/><title type='text'>Ucapan maaf, Award, dan Tag.</title><content type='html'>Sebelumnya, saya ingin minta maaf dulu ama temen-temen blogger semua karna udah gak ngeblog lebih dari satu minggu. Yah, ini disebabkan karena kesibukan di dunia nyata yang sangat menyita waktu, sampai-sampai saya gak sempet blogwalking, apalagi posting. Ditambah lagi laptop yang tiba-tiba rusak dan mesti diinstal ulang dan sampe sekarang masih diservis. DAN! Yang membuat saya gak bisa online adalah gara-gara ada "orang iseng" yang salah masukin password modem saya ampe 5 kali. Alhasil, mesti nelpon call centernya dulu buat ngaktifin lagi...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untung modemnya sekarang dah bener. Tinggal nunggu laptop aja nih dibetulin. Doain ya supaya cepat selesai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama gak ngeblog ini, saya mendapat beberapa award dan tag dari beberapa sahabat blogger, salah satunya yang paling berkesan adalah award dari blognya &lt;a href="http://ladyulialogy.blogspot.com/2010/04/playing-nautical.html"&gt;Mbak Yulia.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8qvNhEe8FI/AAAAAAAAAYw/taiGEMPeac0/s1600/ladyulialogy+yulia+rahmawati+%289%29.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 188px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8qvNhEe8FI/AAAAAAAAAYw/taiGEMPeac0/s320/ladyulialogy+yulia+rahmawati+%289%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461370144890482770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8qvMX0fnlI/AAAAAAAAAYY/MTIJB3dZKdk/s1600/wrong.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8qvMX0fnlI/AAAAAAAAAYY/MTIJB3dZKdk/s320/wrong.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461370125227630162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di award itu tertulis "HOTTEST FEMALE BLOGGER AWARD". Yang artinya, itu award khusus buat cewek. Yang jadi masalah saya ini&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;COWOK! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Yah, saya maklum sih. Kalo ada yang ngira saya ini cewek karena profpict saya. Tapi, saya gak ada maksud sama sekali untuk menipu kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8qvM392gZI/AAAAAAAAAYg/EVgjwz2UyEw/s1600/profil.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8qvM392gZI/AAAAAAAAAYg/EVgjwz2UyEw/s320/profil.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461370133856813458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;See?&lt;/span&gt; Mungkin masih ada yang bertanya-tanya foto siapa yang saya pake. Well, itu fotonya Tika Putri yang saya ambil dari blognya &lt;a href="http://www.blogger.com/queenbeediaries.blogspot.com"&gt;Queen Bee&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8qvNTcSSCI/AAAAAAAAAYo/zq1yLWiLbpI/s1600/qb.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8qvNTcSSCI/AAAAAAAAAYo/zq1yLWiLbpI/s320/qb.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461370141232220194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Yah, semoga aja dengan ini. Gak ada yang salah lagi manggil saya dengan sebutan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mbak, kak, non, neng,&lt;/span&gt; dan sejenisnya. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, mumpung sempet, saatnya ngerjain PR yang dikasih ama mbak&lt;a href="http://minepoemss.blogspot.com/"&gt; Seiri&lt;/a&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;*sorry baru dikerjain mbak... :(&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;TAG APRESIASI BLOGGGER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah nama profil blog-mu? Apa artinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/was-psychosocial.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Psychosocial&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;alasan mengapa nama profil saya &lt;a href="was-psychosocial.blogspot.com"&gt;Psychosocial&lt;/a&gt; adalah.... &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;karena kehidupan saya di dunia nyata, dipenuhi hal-hal gila yang dapat membuat orang geleng-geleng kepala kalo melihatnya. Pernah ngeliat orang jalan selama 10 jam dengan beban kurang lebih 50kg nonstop? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;well, it's me..!&lt;/span&gt; ;P&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;That's a part of my life....&lt;/span&gt; hehehe....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah nama blog-mu? Apa artinya? Mengapa Dinamakan Seperti itu? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti nama profil, nama blog saya juga &lt;a href="http://www.blogger.com/was-psychosocial.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Psychosocial&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Mungkin kalo  orang ngeliat sekilas, banyak yang menyangka kalo blog ini  menyangkut tentang Psikologi. Tapi nggak, justru mengapa blog ini saya  kasih nama &lt;a href="was-psychosocial.blogspot.com"&gt;Psychosocia&lt;/a&gt;&lt;a href="was-psychosocial.blogspot.com"&gt;l&lt;/a&gt;, karena di blog ini berisi tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"hal-hal gila"&lt;/span&gt;. Yang tak jarang luput  dari perhatian kita. "hal-hal gila" tersebut bisa apa aja. Bisa dari pengalaman saya, atau info yang saya dapat dari mengarungi dunia maya. Walau terkadang diblog ini berisi tentang pandangan-pandangan saya terhadap sesuatu. Yah, itu sih menurut saya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;But, everything back to the readers...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejak kapan mulai tertarik membuat karya tulisan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sejak saya menyadari bahwa ide-ide dikepala saya harus tersalurkan. Dan menurut saya, cara yang tepat adalah dengan menulis. Itu Perlu! agar tidak hiperaktif ditempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa motivasimu membuat blog ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah saya katakan diatas, blog ini saya buat untuk menyalurkan ide saya dalam menulis, termasuk pengalaman-pengalaman saya, atau sekadar berbagi. Dan saya harap semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapa yang menginspirasimu membuat blog ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Awalnya, saya gak ada niatan sama sekali untuk membuat blog, tapi, mungkin semenjak saya membaca tulisan &lt;a href="http://www.blogger.com/radityadika.com"&gt;Radith&lt;/a&gt; yang konyol. Menimbulkan inspirasi buat saya untuk punya blog. Tapi orang yang paling menginspirasi saya untuk membuat blog adalah tak lain dan tak bukan adalah... &lt;a href="http://www.blogger.com/queenbeediaries.blogspot.com"&gt;Queen Bee&lt;/a&gt; alias &lt;a href="http://queenbeediaries.blogspot.com/"&gt;QB&lt;/a&gt; a.k.a &lt;a href="http://twitter.com/Tika__Putri"&gt;Tika Putri&lt;/a&gt;. Berawal dari bulan Juni 2009 lalu, saat saya menemukan blog-nya. Pas pertama baca aja, langsung suka. Terutama tentang pandangan-pandangannya terhadap kehidupan, lingkungan, bahkan politik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk mengapresiasinya karena telah banyak menginspirasi saya, maka, saya sengaja memakai fotonya dengan profpict saya. Yang akhirnya malah menimbulkan banyak kesalah pahaman. Tapi... saya maklum kok... ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapa(-siapa) teman blogger yang mengajari dan membantumu membuat blog?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... Siapa ya? Kebanyakan saya belajar sendiri sih. Mungkin karena saya terlalu malu buat bertanya ama orang ;p. Kalaupun ada yang mesti saya apresiasi, satu-satunya orang yang membantu saya adalah &lt;a href="http://www.blogger.com/google.com"&gt;Mbah Google&lt;/a&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terima kasih guru, kau telah dengan sabar mengajari muridmu yang tak tahu apa-apa ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekarang udah punya berapa blog? Apa aja?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalo punya blog sih banyak, gak tau ada berapa, tapi semua terbengkalai dan gak keurus. Karena bosan lah, gak ada mood lah, atau stress karna gak ada yang komen (makanya saya sangat menghargai sekali kalo ada sahabat blogger yg komen di postingan saya). Yah... Mungkin karena dulu saya belum mengenal istilah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "blogwalking"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling keurus sih blog ini... &lt;a href="http://www.blogger.com/was-psychosocial.blogspot.com"&gt;Psychosocial&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan di atas dihibahkaan kepada beberapa teman termasuk &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;5 komentator &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pertama  disertai sebuah foto favorit Seiri:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8vASBqqv1I/AAAAAAAAAY4/6Y6P5mGvvZ0/s1600/6831.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8vASBqqv1I/AAAAAAAAAY4/6Y6P5mGvvZ0/s320/6831.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461670389034434386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan yang kena TAG adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 102, 255);" href="http://tamankosong.blogspot.com/"&gt;Muhammad Rezky Agustyananto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://loveto-share.blogspot.com/"&gt;Aqil Anindityo Raharjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://irul-green.blogspot.com/"&gt;Muhammad Choirul&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://biosinformasi.blogspot.com/"&gt;Mundo Idiot&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bunglonblog.blogspot.com/"&gt;Bunglon Blog Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalo sempet dikejain yah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sekalian mo majang award nih dari &lt;a href="http://inspirasi-emas.blogspot.com/"&gt;hafizhasri blog&lt;/a&gt; (thx buat awardnya!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8vASpqWJGI/AAAAAAAAAZA/wRir-NYe5YU/s1600/award.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8vASpqWJGI/AAAAAAAAAZA/wRir-NYe5YU/s320/award.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461670399770502242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan award ini khusus saya kasi ke:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ladyulialogy.blogspot.com/"&gt;Yulia Rahmawati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://minepoemss.blogspot.com/"&gt;Seiri Hanako&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 102, 255);" href="http://tamankosong.blogspot.com/"&gt;Muhammad Rezky Agustyananto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://siroel25.blogspot.com/"&gt;Si Roel&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mygrayzone.blogspot.com/"&gt;Exort&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo ada yang pengen awardnya dan gak saya tag. Diambil aja.... silahkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Oke segitu aja postingan saya kali ini... mohon maaf kalo saya cuma sempet posting aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catch you later...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nb: Sorry kalo entrinya ancur. Gak sempet betulin lagi... :((&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-7078487452670305560?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/7078487452670305560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/ucapan-maaf-award-dan-tag.html#comment-form' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7078487452670305560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7078487452670305560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/ucapan-maaf-award-dan-tag.html' title='Ucapan maaf, Award, dan Tag.'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8qvNhEe8FI/AAAAAAAAAYw/taiGEMPeac0/s72-c/ladyulialogy+yulia+rahmawati+%289%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-6696976652068146540</id><published>2010-04-10T13:08:00.014+07:00</published><updated>2010-04-10T14:12:41.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>TERUNGKAP!; Kesalahan Lagu Anak-Anak</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3806546"&gt;Ngaskus&lt;/a&gt; siang-siang ketemu ginian. Sempet senyum-senyum juga sih abis bacanya. Kalo dipikir-pikir, bener juga sih... Coba deh disimak:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kesalahan Lagu Anak -Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AaPG71XrI/AAAAAAAAAXo/_lC8lnXIDqg/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 183px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AaPG71XrI/AAAAAAAAAXo/_lC8lnXIDqg/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458391595234975410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lagu anak-anak yang populer ternyata mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mari kita buktikan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. "Balonku ada lima,  rupa-rupa warnanya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Merah&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;kuning&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;kelabu&lt;/span&gt;.. &lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;merah muda&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;biru&lt;/span&gt;..., meletus balon &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;hijau&lt;/span&gt;, DORRR!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba-tiba muncul warna hijau?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6 dong, bukan 5! ( 1 lagi dapet dari mana ya?)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. "Aku seorang kapiten... mempunyai pedang panjang... kalau berjalan prop... prop... prop....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku seorang kapiten!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; pedangnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, tapi di bait kedua dia cerita tentang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;sepatunya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (inkonsis- tensi). Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)... kalo berjalan prok..prok..prok.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"mempunyai pedang panjang... kalo ber- jalan ndul..gondal..gandul.. atau srek.. srek.. srek.." itu baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. "Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu Ini membuat anak-anak tidak bias terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. "Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2x"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju-maju!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. "Naik kereta api tut..tut..tut.. siapa hendak turut ke Bandung... Surabaya... bolehlah naik dengan percuma... ayo kawanku lekas naik... keretaku tak berhenti lama"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa Maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya! wah ke surabaya gratis.... bonek kale...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. "Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul-siul sepanjang hari dengan tak jemu-jemu... mengangguk-angguk sambil bernyanyi tri li li..li..li..li..li.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit..cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. "Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8. "Pelangi...pelangi...calangkah indah mu.... merah... kuning... hijau... di langit yang biru.... pelukismu agung.... siapa gerangan.....  pelangi... pelangi... ciptaan tuhan....."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;l&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ha..? katanya pelukismu agung... siapa gerangan.... tapi di akhir di tulis pelangi ciptaan tuhan? tuh udah tau pelukisnya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;9. "Bintang kecil di langit yang biru..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bukannya kalo malem langitnya item ya???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nb:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memang lebih mudah kita mencari kesalahan orang lain,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;tapi bukan berarti kita tidak boleh berpikir kritis.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;O iya, sekalian mo majang award yang baru saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"comot"&lt;/span&gt; dari beberapa sahabat blogger:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama dari blognya &lt;a href="http://itokuch.blogspot.com/"&gt;mbak Riesta&lt;/a&gt;, kebetulan di blog dia lagi panen award. Pesannya sih bagi yang belum punya award-award tersebut boleh diambil. Nah, karena gak ada satupun award tersebut yg saya punya, ya tak ambil semua deh... hehehe... Ok, ini dia award-awardnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8Aeo5geh8I/AAAAAAAAAYQ/3HMqBdmALHw/s1600/nice+blogger.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8Aeo5geh8I/AAAAAAAAAYQ/3HMqBdmALHw/s320/nice+blogger.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458396436353681346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AeoUVvrnI/AAAAAAAAAYA/JYnfxaVxKew/s1600/beautifulbloggeraward_thumb2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AeoUVvrnI/AAAAAAAAAYA/JYnfxaVxKew/s320/beautifulbloggeraward_thumb2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458396426376556146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AeoNMcabI/AAAAAAAAAX4/ipIj1ztMikg/s1600/award+mauditha.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AeoNMcabI/AAAAAAAAAX4/ipIj1ztMikg/s320/award+mauditha.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458396424458496434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AentgYGkI/AAAAAAAAAXw/NjqHau8HA9A/s1600/award+aqil.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 163px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AentgYGkI/AAAAAAAAAXw/NjqHau8HA9A/s320/award+aqil.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458396415952165442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dan award satu lagi dari blog &lt;a href="http://loveto-share.blogspot.com/"&gt;Love To Share-nya Aqil&lt;/a&gt;. Award ini dalam rangka merayakan 4 bulan berdiri blognya, oke selamat deh buat Aqil. Dan thank buat awardnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AeougkujI/AAAAAAAAAYI/t4-Sr3M51BY/s1600/LOVETOSHARE+AWARD3.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 223px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AeougkujI/AAAAAAAAAYI/t4-Sr3M51BY/s320/LOVETOSHARE+AWARD3.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458396433401297458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://itokuch.blogspot.com/"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-6696976652068146540?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/6696976652068146540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/terungkap-kesalahan-lagu-anak-anak.html#comment-form' title='43 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6696976652068146540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6696976652068146540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/terungkap-kesalahan-lagu-anak-anak.html' title='TERUNGKAP!; Kesalahan Lagu Anak-Anak'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AaPG71XrI/AAAAAAAAAXo/_lC8lnXIDqg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>43</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-7163581782950510631</id><published>2010-04-10T12:38:00.003+07:00</published><updated>2010-04-10T13:07:00.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quotes'/><title type='text'>Quote Of The Day #2</title><content type='html'>&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AUTIEz9II/AAAAAAAAAXg/gpcdh5OS7Vs/s1600/quotes2psy.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 285px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AUTIEz9II/AAAAAAAAAXg/gpcdh5OS7Vs/s320/quotes2psy.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458385067190776962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nemu Quote ini di Metro, pas iklannya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Just Alvin&lt;/span&gt;. Entah mengapa kata-kata ini begitu berkesan bagi saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-7163581782950510631?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/7163581782950510631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/quote-of-day-2.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7163581782950510631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7163581782950510631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/quote-of-day-2.html' title='Quote Of The Day #2'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S8AUTIEz9II/AAAAAAAAAXg/gpcdh5OS7Vs/s72-c/quotes2psy.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-1408382392708189556</id><published>2010-04-09T10:42:00.007+07:00</published><updated>2010-04-09T11:03:43.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>Ilusi Mata; Gambar Penghipnotis Mata Manusia</title><content type='html'>Ilusi optis adalah ilusi yang terjadi karena kesalahan penangkapan mata manusia. Ada anggapan konvensional bahwa ada ilusi yang bersifat fisiologis dan ada ilusi yang bersifat kognitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ilusi fisiologis. Ilusi fisiologis, seperti yang terjadi pada afterimages atau kesan gambar yang terjadi setelah melihat cahaya yang sangat terang atau melihat pola gambar tertentu dalam waktu lama. Ini diduga merupakan efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat rangsangan tertentu secara berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ilusi kognitif Ilusi kognitif diasumsikan terjadi karena anggapan pikiran terhadap sesuatu di luar. Pada umumnya ilusi kognitif dibagi menjadi ilusi ambigu, ilusi distorsi, ilusi paradoks dan ilusi fiksional.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pada ilusi ambigu, gambar atau objek bisa ditafsirkan secara berlainan. Contohnya adalah: kubus Necker dan vas Rubin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pada ilusi distorsi, terdapat distorsi ukuran, panjang atau sifat kurva (lurus lengkung). Contohnya adalah: ilusi dinding kafe dan ilusi Mueller -Lyer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ilusi paradoks disebabkan karena objek yang paradoksikal atau tidak mungkin, misalnya pada segitiga Penrose atau ‘tangga yang mustahil’, seperti misalnya terlihat pada karya seni grafis M C Escher, berjudul “Naik dan Turun” serta “Air Terjun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ilusi fiksional didefinisikan sebagai persepsi terhadap objek yang sama sekali berbeda bagi seseorang tapi bukan bagi orang lain, seperti disebabkan karena schizoprenia atau halusinogen. Ini lebih tepatnya disebut dengan halusinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilusi mata/optik ini sendiri ditemukan secara kebetulan saat para ilmuwan sedang melakukan percobaan "eksperimen warna". Dan akhirnya Ilusi optik mata ini terus berkembang sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia contohnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lJPOEn0I/AAAAAAAAAXY/41TIzFJ-bpk/s1600/xnqvqdnd.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 317px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lJPOEn0I/AAAAAAAAAXY/41TIzFJ-bpk/s320/xnqvqdnd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457981376542580546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lI5ZUFPI/AAAAAAAAAXQ/PukB3opy4vw/s1600/xegghufx.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lI5ZUFPI/AAAAAAAAAXQ/PukB3opy4vw/s320/xegghufx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457981370684151026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lIXD3lJI/AAAAAAAAAXI/8mdxHpO8Mv4/s1600/hy4tjz2r.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lIXD3lJI/AAAAAAAAAXI/8mdxHpO8Mv4/s320/hy4tjz2r.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457981361467397266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lIDB7PYI/AAAAAAAAAXA/NX5YFi-872k/s1600/ehlrassy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lIDB7PYI/AAAAAAAAAXA/NX5YFi-872k/s320/ehlrassy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457981356090539394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lHnxAK9I/AAAAAAAAAW4/YE3TcCeevbg/s1600/4fwbe3kq.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lHnxAK9I/AAAAAAAAAW4/YE3TcCeevbg/s320/4fwbe3kq.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457981348771802066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Dan ini salah satu gambar ilusi mata yang dibuat oleh profesor jepang Akiyoshi Kitayoka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76jPupqyPI/AAAAAAAAAWw/FQomXBvtXYo/s1600/12.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 298px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76jPupqyPI/AAAAAAAAAWw/FQomXBvtXYo/s320/12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457979289035786482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76jPYzzPuI/AAAAAAAAAWo/5013b95ieZc/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 315px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76jPYzzPuI/AAAAAAAAAWo/5013b95ieZc/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457979283172703970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76jO8RX2iI/AAAAAAAAAWg/9DpTIx9lNXY/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 318px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76jO8RX2iI/AAAAAAAAAWg/9DpTIx9lNXY/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457979275512109602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76jOnZASkI/AAAAAAAAAWY/nzmGOPWgRfE/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 319px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76jOnZASkI/AAAAAAAAAWY/nzmGOPWgRfE/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457979269906975298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Selamat Terhipnotis...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-1408382392708189556?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/1408382392708189556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/ilusi-mata-gambar-penghipnotis-mata.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1408382392708189556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1408382392708189556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/ilusi-mata-gambar-penghipnotis-mata.html' title='Ilusi Mata; Gambar Penghipnotis Mata Manusia'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S76lJPOEn0I/AAAAAAAAAXY/41TIzFJ-bpk/s72-c/xnqvqdnd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-1750643803095881849</id><published>2010-04-08T20:51:00.003+07:00</published><updated>2010-04-08T21:44:37.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artwork'/><title type='text'>First Award &amp; Award Balasan...</title><content type='html'>Gak nyangka juga nih, blog yang baru seumur jagung ini bisa dapet award, sekaligus 2 pula....&lt;br /&gt;Award ini dua-duanya dikasih sama &lt;a href="http://loveto-share.blogspot.com/"&gt;Aqil&lt;/a&gt; (Thx ya!). Sebenarnya Award ini dikasih udah dari beberapa hari yang lalu, tapi baru sempet saya pajang sekarang. Oke, ini dia Awardnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S73mcEq2ZuI/AAAAAAAAAWI/4UbLOo_v7mg/s1600/1335347ps3u02khrk.gif"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 179px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S73mcEq2ZuI/AAAAAAAAAWI/4UbLOo_v7mg/s320/1335347ps3u02khrk.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457771693407102690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S73mcVc1oUI/AAAAAAAAAWQ/BIHKSrz2kvI/s1600/awawrd.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S73mcVc1oUI/AAAAAAAAAWQ/BIHKSrz2kvI/s320/awawrd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457771697911734594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sebenarnya Award ini mo saya tag ama temen-temen disini, tapi karena berhubung amanah sama yg ngasih award supaya gak di tag, ya mau apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ucapan terimakasih ama &lt;a href="http://loveto-share.blogspot.com/"&gt;Aqil&lt;/a&gt;, maka ini award balasan dari saya (berhubung buatan ndiri, mohon maap kalo jelek):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S73mbnX8_JI/AAAAAAAAAWA/TWlOC9r_5n8/s1600/friemdship+award.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 258px; height: 255px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S73mbnX8_JI/AAAAAAAAAWA/TWlOC9r_5n8/s320/friemdship+award.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457771685543214226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nah, Award ini juga saya kasih, khusus buat siapa aja 10 orang pertama yang komentar postingan ini. Pokoknya siapa aja deh, mau itu yang baru pertama kali mampir kesini, atau yang udah langganan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, selamat bagi yang dapet Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Overjoy...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-1750643803095881849?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/1750643803095881849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/first-award-award-balasan.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1750643803095881849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1750643803095881849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/first-award-award-balasan.html' title='First Award &amp; Award Balasan...'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S73mcEq2ZuI/AAAAAAAAAWI/4UbLOo_v7mg/s72-c/1335347ps3u02khrk.gif' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-7303772182765879763</id><published>2010-04-08T12:37:00.005+07:00</published><updated>2010-04-08T12:46:06.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoTips'/><title type='text'>Tips Menjadi Pacar Seorang Artis</title><content type='html'>Punya pacar seorang artis? Why not? Mungkin sebagian dari anda berpikir bahwa menjadi pacar seorang artis adalah hal yg tidak mungkin. Bahkan mustahil. Anda salah, sebelumnya&lt;br /&gt;Coba anda liat foto Jojo dan pacarnya, Freddy dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S71r53gEORI/AAAAAAAAAV4/PRCALrDI7hM/s1600/membuat_wanita_jatuh_cinta2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 290px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S71r53gEORI/AAAAAAAAAV4/PRCALrDI7hM/s320/membuat_wanita_jatuh_cinta2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457636965338069266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cukup kontraskan? walau foto diatas lebih mirip cover album black or white-nya Michael Jackson. Tapi coba perhatiin bener-bener. Bagaimana seorang Freddy bisa mendapatkan Jojo sebagai pacarnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang coba liat foto yg ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S71r5UCf_XI/AAAAAAAAAVw/gh7f_b3MHYg/s1600/membuat_wanita_jatuh_cinta.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 232px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S71r5UCf_XI/AAAAAAAAAVw/gh7f_b3MHYg/s320/membuat_wanita_jatuh_cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457636955818818930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seal dan Heidi Klum. Sekarang mereka sudah menikah dan mempunyai anak.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Coba pikir, apakah yg membuat seorang super model seperti Heidi Klum bisa jatuh cinta ama Seal?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Apa karena kegantengannya? (Silakan jawab ndiri ;P)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Apa karena Hartanya? Heidi klum pasti Tentu dapat menghasilkan uang lebih banyak dari Seal karna dia super model kelas dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini gak ada yg gak mungkin selama kita &lt;a href="http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/secret.html"&gt;percaya hal itu bakal terwujud&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/01/nong-poy-pria-tercantik-di-dunia.html"&gt;Bahkan Laki-laki aja bisa berubah jadi perempuan&lt;/a&gt;, apalagi cuma menjadi pacar seorang artis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu pada postingan kali, saya akan memberikan tips untuk anda, bagaimana menjadi pacar seorang artis. O iya, mengenai sumbernya saya dapat dari sini. Silahkan Disimak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua selebriti menginginkan sesama selebriti sebagai pendamping. Hal ini bisa disebabkan mereka sudah jenuh dengan status keartisannya, atau, mereka memang menganggap diri mereka sebagai orang biasa. Sedangkan urusan relationship, memang tak ada hubungannya dengan apa latar belakang seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, bukan tak mungkin bagi Anda untuk berhubungan dengan sosok yang Anda kagumi, yang wajahnya mungkin hanya bisa Anda lihat di layar kaca sebelumnya. Ada cara untuk dapat menemui para selebriti, mengenal mereka lebih dekat, dan membuat impian Anda menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Datanglah ke tempat mereka biasa nongkrong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tak akan menemui orang-orang terkenal, kecuali Anda ada di tempat di mana mereka biasa berada. Tidak perlu mendatangi mereka ke tempat syuting atau di backstage tempat mereka konser (bisa-bisa Anda dikira groupie). Namun seleb pasti punya tempat favorit untuk nongkrong. Nah, silakan cari tahu deh, lalu sering-seringlah datang ke sana. Bawa buku atau laptop ke kafe, atau adakan pesta ulang tahun di klab-klab yang sedang happening. Jangan lupa ajak serta teman-teman Anda agar kehadiran Anda terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Percaya diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap geng pertemanan pasti memiliki salah seorang yang selalu jadi pusat perhatian. Anda tak harus cantik/tampan bak model sampul majalah untuk menjadi pusat perhatian; yang penting adalah terlihat percaya diri. Karena itu, tirulah gaya para seleb: berjalan dengan kepala tegak, punggung lurus, bahu terbuka. Tetapi ingat, bergayalah seperti superstar. Seleb bisa membedakan orang yang gayanya dibuat-buat atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;3. Jangan norak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Target mendadak duduk di meja sebelah Anda, jangan lantas norak. Tak perlu memperhatikan mereka dari ujung kepala hingga ujung kaki, atau bergegas minta tanda tangan atau foto bersama. Usahakan Anda tidak salah tingkah. Jika Anda tetap menjaga agar situasi tetap rileks, cobalah untuk menyapanya. Tanyakan mengenai kegiatannya saat ini, tetapi jangan bersikap seperti penggemar. Pendek kata, Anda adalah orang yang punya posisi yang sama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;4. Ciptakan koneksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemui orang-orang yang Anda kagumi memang menyenangkan, dan hal ini dapat mengantar Anda berada di tempat-tempat yang tak pernah Anda bayangkan. Bukalah pikiran Anda, dan terimalah kesempatan tak terduga dari sang selebriti. Misalnya saja, jika ia mengundang Anda datang ke suatu acaranya. Katakan bahwa Anda akan datang, seolah-olah Anda tamu kehormatannya. Tanyakan dimana Anda bisa menemuinya nanti. Namun, tak perlu langsung berharap Anda akan menjadi kekasihnya. Dan, tak usah langsung membuat jumpa pers di kantor bahwa Anda diundang Choky Sitohang ke acaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;5. Perlakukan ia seperti memperlakukan mantan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mendapat peluang untuk ngobrol dengan calon kekasih selebriti Anda, berpura-puralah bahwa ia salah satu teman sekolah atau bahkan mantan Anda. Mengapa demikian? Karena Anda tentu sudah sering mendengar bahwa hubungan para selebriti ini terputus, karena sang pacar hanya memandang kepopulerannya, atau uangnya. Hadapilah Fedi Nuril ini sebagai manusia biasa yang punya kekurangan, dan ia pun mungkin akan menganggap Anda lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan kekasih selebriti memang membutuhkan strategi. Namun, hati-hati, jangan sampai Anda bertindak seperti paparazzi atau pengintai yang dianggap membahayakan. Bersikap seperti penggemar pun tak akan menguntungkan Anda. Tunjukkan bahwa Anda adalah orang mandiri yang berkelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, sekian aja tips kali ini. Saya gak tau tips ini bermanfaat atau tidak bagi anda. Tapi yg pasti tips-tips ini akan saya praktekkan demi mendapatkan istri idaman saya...&lt;br /&gt;Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Selamat Mencoba!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-7303772182765879763?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/7303772182765879763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/tips-menjadi-pacar-seorang-artis_08.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7303772182765879763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7303772182765879763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/tips-menjadi-pacar-seorang-artis_08.html' title='Tips Menjadi Pacar Seorang Artis'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S71r53gEORI/AAAAAAAAAV4/PRCALrDI7hM/s72-c/membuat_wanita_jatuh_cinta2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-468416951957029381</id><published>2010-04-07T20:25:00.003+07:00</published><updated>2010-04-07T20:34:55.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unreal'/><title type='text'>Cerita Dari Neraka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7yJ2NlsUgI/AAAAAAAAAVY/GvVXaVQMdv8/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7yJ2NlsUgI/AAAAAAAAAVY/GvVXaVQMdv8/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457388412919894530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang warga Indonesia meninggal dan karena amal perbuatannya buruk lalu ia dikirim menuju ke neraka. Di sana ia mendapatkan bahwa ternyata neraka itu berbeda-beda bagi tiap negara asal.&lt;br /&gt;Pertama ia ke neraka orang-orang Inggris dan bertanya kpd orang-orang Inggris di situ: "Kalian diapain di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Inggris menjawab: "Pertama-tama, kita didudukan di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu, setan Inggris muncul dan memecut kita sepanjang sisa hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena kedengarannya tidak menyenangkan, si orang Indonesia menuju keneraka lain. Ia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka AS, neraka Jepang, neraka Rusia dan banyak lagi. Ia mendapatkan bahwa kesemua neraka-neraka itu kurang lebih mirip dengan neraka orang Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia tiba di neraka orang Indonesia sendiri, dan melihat antrian sangat-sangat panjang yang terdiri dari orang berbagai-bagai negara (tidak cuma orang Indonesia saja) yang menunggu giliran untuk masuk neraka Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tercengang ia bertanya kepada yang ngantri: "Apa yang akan dilakukan di sini?" Ia memperoleh jawaban: "Pertama-tama, kita didudukan diatas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu setan Indonesia muncul dan memecut kita sepanjang hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi itu kan sama persis dengan neraka-neraka yang lain toh. Lalu kenapa dong begitu banyak orang ngantri untuk masuk ke sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sini service-nya sangat-sangat buruk, kursi listriknya nggak nyala, karena listrik sering mati...kursi pakunya nggak ada, tinggal pakunya aja karena kursinya sering diperebutkan. ..bensinnya juga nggak ada tuh, karena harganya melambung tinggi, malah di tahun 2010 katanya mau naik lagi dan setannya adalah mantan anggota DPR, jadi ia cuma datang, tanda tangan absensi, lalu pulang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-468416951957029381?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/468416951957029381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/cerita-dari-neraka.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/468416951957029381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/468416951957029381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/cerita-dari-neraka.html' title='Cerita Dari Neraka'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7yJ2NlsUgI/AAAAAAAAAVY/GvVXaVQMdv8/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-7992604185927953003</id><published>2010-04-06T13:29:00.012+07:00</published><updated>2010-04-06T16:02:30.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quotes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>The Secret; Menyingkap Rahasia di Balik Kesuksesan Orang-Orang Besar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;"The Secret, provides everything you want; happiness, health and wealth."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(BOB PROCTOR)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, udah lama saya mo posting tentang The Secret ini. Mungkin beberapa temen-temen disini juga udah tahu yah, Gak papa kok. Saya hanya ingin men-sharingkan apa yang pernah saya dapat dengan temen-temen disini. Bagi yang masih bingung, apa sih The Secret itu? Saya kasih gambaran dasarnya aja ya...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7rv3KhTC9I/AAAAAAAAAVQ/5CUcEw4IQPI/s1600/the-secret.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 174px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7rv3KhTC9I/AAAAAAAAAVQ/5CUcEw4IQPI/s320/the-secret.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456937629508635602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;The Secret adalah sebuah buku karangan Rhonda Bryne. Buku ini menyingkapkan “rahasia” yang selama ratusan tahun terpendam dan hanya diketahui oleh segelintir orang saja. Henry Ford, Albert Einstein, Michael Angelo, Thomas A. Edison, Rockefeller, Andrew Carnegie adalah beberapa orang yang mengetahui rahasia tersebut. Hanya 1% saja orang yang tahu rahasia ini. Dan setelah keluar buku ini menjadi best seller, sehingga dibuat film-nya. Oke, langsung aja ya.. Check it out...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan terpikirkan oleh kita apa kunci sukses orang-orang besar sepanjang sejarah seperti: Albert Einstein, Plato, Shakespare, Newton, Hugo, Emerson, dll?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebagian besar dari anda berpikir bahwa kesuksesan yang mereka capai berasal dari hasil kerja keras, ketekunan, dan kegigihan dalam mencapai tujuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Anda memang benar. Tapi tahukah anda, bagaimana mereka bisa mendapat motivasi begitu besar, sehingga walau mereka banyak mendapat kegagalan dalam hidup, justru tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pasti ada penyebabnya, dan penyebabnya hanya satu. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orang-orang besar ini menyimpan sebuah rahasia&lt;/span&gt;, Sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh mereka yang menjadi orang-orang besar dalam sejarah. Sebuah rahasia yang sudah lama dipendam selama berabad-abad, dan hanya diketahui oleh segelintir orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Dan yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah Rahasia itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua bekerja dengan satu daya yang tak terhingga. Kita semua&lt;br /&gt;membimbing diri dengan hukum-hukum yang persis sama. Hukum-hukum alam dari&lt;br /&gt;semesta ini begitu tepat, sehingga kita bahkan tidak mengalami kesulitan dalam&lt;br /&gt;membangun pesawat ruang angkasa, kita dapat mengirim manusia ke bulan, dan kita&lt;br /&gt;dapat menghitung pendaratannya dengan ketepatan seperdetik.&lt;br /&gt;Tak peduli dimana pun anda berada, kita semua bekerja dengan satu daya. Satu hukum.&lt;br /&gt;Hukum tarik-menarik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Rahasianya adalah ketertarikan!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Segala sesuatu yang datang ke dalam hidup kita ditarik oleh kita sendiri ke dalam&lt;br /&gt;hidup kita. Dan segala sesuatu itu tertarik ke kita oleh apa yang kita pikirkan. Apa pun yang berlangsung dalam benak,&lt;br /&gt;Kita sendirilah yang menariknya ke dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analogikanlah bahwa kita adalah sebuah magnet, kita semua tahu bahwa magnet akan menarik sesuatu yang didekatnya.  Dan kita, adalah magnet paling kuat yang ada dalam di alam semesta. Di dalam diri kita terdapat sebuah magnet yang lebih kuat daripada segala sesuatu yang ada di dunia, dan daya magnetis yang tak terbayangkan ini dipancarkan melalui pikiran-pikiran Kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan sederhanaya gini: Segala hal yang terjadi di hidup kita, apapun itu. Mau itu kejadian menyenangkan, menyedihkan, dan lain sebagainya. Itu terjadi karena kita yang menariknya dari pikiran kita. Kitalah yang memikirkan hal itu dari pikiran itu sehingga hal itu menjadi nyata dan muncul kehidupan di kita. Intinya, apa yang anda pikirkan di pikiran anda. Pasti akan terwujud di kehidupan anda. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sampai disini udah ngerti kan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Ketertarikan ini berlaku universal, sama halnya dengan hukum gravitasi dan sebagainya. Anda boleh tidak percaya, tapi anda tidak mungkin bisa menolaknya. Contoh, anda boleh tidak percaya akan hukum gravitasi. Tapi jika anda jatuh, maka anda akan jatuh. Sama halnya dengan hukum ketertarikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Hukum ini berlaku di mana saja, dan kapan saja. Hukum ini berlaku universal, selaras dengan ajaran agama mana pun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan…. (seperti yang saya katakan tadi) semua itu berawal dari pikiran kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pikiran kita dapat “menarik” apa yang kita inginkan. Pikiran kita bisa menciptakan “dunia” kita sendiri. Pikiran kita bisa menentukan takdir kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hukum ini berlaku saat kita “menarik” apa yang kita inginkan: uang, hubungan, kesehatan, dan dunia yang lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hukum ini berlaku sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hukum ini bahkan berlaku pada saat anda membaca blog ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin banyak orang setelah membaca tulisan ini tetap tidak percaya. Tapi saya memilih untuk percaya pada hal ini dan mempraktekkannya dalam kehidupan saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan hasilnya memang benar benar real. Banyak hal-hal yang saya inginkan terwujud karena mempraktekkan the secret ini. Selama kita "percaya" bahwa hal itu dapat terwujud.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semua Berawal dari Keyakinan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudah setahun lebih saya mempraktekkan The Secret ini. Dan dari hasil yang saya capai, saya mengetahui, bahwa The Secret, membawa kita pada satu inti. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEYAKINAN&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Dulu, saya sering membaca di Internet, bagaimana tips untuk menjadi sukses. Dan kebanyakan (malah hampir semua) yang menyebutkan untuk menjadi sukses, kita harus &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yakin&lt;/span&gt; terlebih dahulu bahwa kita akan sukses. Setelah kita yakin, pikiran kita akan menanamkan rasa yakin itu menjadi energi positif dalam pikiran kita dan membuatnya menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlu saya tekankan terlebih dahulu, The Secret, tidak mengajak kita hanya sekadar berkhayal atas impian kita. The Secret, mengajarkan kita untuk Act. Jangan menunda saat kesempatan itu datang, karena siapa tahu itulah satu-satunya kesempatan ada untuk meraih impian kita itu. Betulkan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukankah banyak orang bilang bahwa Keyakinan adalah modal dasar untuk meraih impian. karena keyakinanlah begitu banyak orang yang tiba-tiba berubah menjadi lebih baik, lebih sukses, berhasil dan bahagia. Perubahan itu bukanlah karena suatu kebetulan, perubahan yang instant dan tanpa melakukan apa-apa. Melainkan karena adanya suatu rangkaian tindakan, yang terjadi sebelumnya, karena dorongan keyakinan yang luar biasa. Dan itu sama halnya dengan The Secret disini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terwujud atau tidaknya hal yang kita inginkan, tergantung dari berapa sering kita memikirkan hal tersebut. Pikiran kita mempunyai frekuensi. Semakin sering kita pikirkan, maka semakin mudah alam semesta mewujudkannya karena semakin jelas hal itu di pikiran kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;Fiuh....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebenarnya masih banyak yang mau saya tuliskan tentang The Secret ini. Tapi karena tangan juga udah pegel, dan kepala juga udah pusing natap layar monitor terus, maka saya sarankan aja buat baca sendiri e-booknya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1604498/The_Secret4.pdf.html"&gt;disin&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1604498/The_Secret4.pdf.html"&gt;i.&lt;/a&gt; Gratis kok tinggal di download aja...&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold;"&gt;Jadi, percayakah anda dengan The Secret? Saya Percaya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-7992604185927953003?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/7992604185927953003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/secret.html#comment-form' title='31 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7992604185927953003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7992604185927953003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/secret.html' title='The Secret; Menyingkap Rahasia di Balik Kesuksesan Orang-Orang Besar'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7rv3KhTC9I/AAAAAAAAAVQ/5CUcEw4IQPI/s72-c/the-secret.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>31</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-7283251611714842101</id><published>2010-04-02T12:53:00.004+07:00</published><updated>2010-04-02T21:00:39.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><title type='text'>Cinta 2 Hati; The Review</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7X2xFywLuI/AAAAAAAAAU4/xUsJvsevPKA/s1600/poster_c2h.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 199px; height: 280px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7X2xFywLuI/AAAAAAAAAU4/xUsJvsevPKA/s320/poster_c2h.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455537846858297058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya, setelah sekian lama menunggu, keluar juga Film Cinta 2 Hati di bioskop. Ya, kemaren, Tepatnya tadi malam saya pergi jauh-jauh ke 21 naik motor hanya untuk nonton film ini. Udah dari bulan November lalu sih, film ini di promoin. Katanya bakal keluar bulan Januari, terus mundur lagi bulan Mei, akhirnya baru deh dapet kepastiannya bulan April. Gak sia-sia juga deh saya berjuang buat nonton film ini. Gimana gak? Akhir-akhir ini  kantong makin tipis. Alhasil, mesti cari duit tambahan buat beli tiket. Dengan pinjam sana pinjam sini, akhirnya cukup juga duitnya. Walau pas mo nonton juga ada kejadian yang sedikit buat kesel sih. Gara-gara antri beli popcorn rame, akhirnya masuk ke studionya jadi telat, pas masuk filmnya udah mulai pula. Gara-gara buru-buru nyari tempat duduk, eh malah popcorn yg  saya beli jatoh ke lantai. Pas liat tinggal sisa seperempatnya. &lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Aaargh...!&lt;/span&gt; Padahal tuh popcorn belum ada dimakan sama sekali lagi. Untung saya menganut ajaran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"belum 5 menit"&lt;/span&gt;. Tanpa pikir, panjang lagi, saya pungut aja tuh popcorn dari lantai terus saya masukin ke kotaknya, terus dimakan deh. Sakit Perut urusan belakangan, daripada rugi. Biar perutlah yang ngatur, hehehe....&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Lha, malah jadi curhat nih...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, Back to Topic:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya mo nge-review film ini tadi malam abis nonton, cuma karena pulang juga udah kemaleman nyampe rumah juga udah ngantuk. Yo wes, besoknya aja. Semoga otak saya masih segar mengingat filmnya yang kemaren malam saya tonton. O iya, sebelumnya mohon maaf ya kalo agak-agak sedikit spoiler. Here's the review:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basically,&lt;/span&gt; menurut saya cerita di film ini cukup bagus, gak seperti film romantis pada umumnya, Cinta 2 Hati mempunyai alur cerita yang agak berbeda. Film ini mengisahkan tentang seorang Penyanyi solo yang sedang naik daun, Alfa (Afgan) yang sangat digandrungi Fans-nya terutama para gadis remaja. Dan salah satunya Jane (Olivia Jansens Lubis). Jane adalah seorang cucu konglomerat kaya Bakti Hasan (Deddy Mizwar) Jane adalah penggemar fanatik Alfa, dan dengan campur tangan kakeknya, Jane bisa masuk kedalam kehidupan Alfa. Dan disinilah permasalahanya dimulai. Jane selalu menganggu aktifitas Alfa sehari-hari, dan Alfa merasa sangat risih dengan itu, ditambah lagi Alfa sudah mempunyai kekasih bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laras&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tika Putri&lt;/span&gt;). Hingga saat laras mengetahui hal ini, hubungan asmara antara mereka berdua menjadi renggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang hanya sekedar nonton untuk melihat akting artis favoritnya saja (kayak saya karena ada &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Tika Putri&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;-&lt;/span&gt;nya). Tenang, di film ini, Tiga pemain utama kebagian rata dalam scene. Gak ada yang berat sebelah, Mo liat, Afgan kek, Olivia Jansens Lubis kek, atau Tika Putri, pasti bakalan puas. Karena (menurut saya) scene-scene untuk mereka bertiga sepertinya sudah di buat sedemikian rupa agar sama proporsinya ama produsernya. Plot cerita yang menarik juga  gak bakal membuat kita kepikiran hanya untuk menunggu adegan artis favorit kita muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini juga, selain film drama romantis, juga ada unsur komedinya. Dan mungkin menurut saya ada nilai tambah tersendiri. Karena, humor-humor yang diberikan selalu mengena ke penonton dan gak pernah garing (kalo saya yg nonton sih). Bahkan disaat adegan haru sekalipun, Film ini bisa sempat-sempatnya menyisipkan komedi didalamnya, sehingga disaat kita sedang meneteskan air mata tiba-tiba saja kita bisa tertawa karna humor tersebut. Iklan-iklan yang ada mensponsori film tersebut saat di filmkan juga tidak dibuat terlalu berlebihan, semua terlihat begitu wajar dan bahkan terlihat bukan seperti iklan. Tidak seperti beberapa film yang pernah saya tonton sebelumnya yang iklan produknya begitu mencolok, sehingga merusak cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang yang saya tonton, film ini banyak memiliki pesan moral dan sangat padat. Padat, karena di setiap alur cerita, film ini selalu menggali karakter para tokohnya masing-masing sehingga ciri dari para tokoh itu sendiri sangat kelihatan. Mulai dari Jane, seorang gadis belia yang manja dan egois. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laras&lt;/span&gt;, seorang mahasiswi sederhana yang berperasaan halus tapi selalu berusaha tegar dalam menghadapi masalahnya. Hingga Bakti Hasan, seorang konglomerat sukses yang selalu optimis dan tegas, tapi sangat memanjakan cucunya, Jane. Sehingga apapun yang diminta Jane pasti di kabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pesan moral yang terkandung didalamnya sangat banyak, selain dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketulusan dan Pengorbanan cinta&lt;/span&gt;, (yang menjadi pesan utama dalam film ini) Film ini juga mengajarkan kita untuk selalu optimis, (yang tampak dari adegan Deddy Mizwar dalam memimpin rapat terhadap anak buahnya) Tegar, (bisa dilihat dari bagaimana Laras berusaha kuat menahan perasaan saat Alfa bersama Jane) tak pernah berhenti berharap, bersyukur dengan apa yang ada  selalu berusaha bangkit, disaat kita jatuh, dan bahkan kita diajak melihat beratnya hidup di dunia Entertainment yang harus menjunjung tinggi profesionalitas. Yang selalu bisa menghibur penonton, walau hati entertainer tersebut sedang sedih. Tapi hebatnya, di balik semua tema-tema berat yang di usung film ini, Cinta 2 Hati bisa membuatnya bisa dinikmati dan tidak terksesan menggurui. Oleh karena itu, film ini merupakan salah satu tontonan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;list-must-see&lt;/span&gt; buat kita. So, tunggu apa lagi? Cepetan pesen tiket buat nonton. Saya jamin gak bakal nyesel deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tapi kalo menurut saya sih, film ini mempunyai pesan khusus untuk saya pribadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7XmVbSBe2I/AAAAAAAAAUg/URpbU9rYGbY/s1600/24409_419591937344_228586342344_4963727_7783843_n.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 312px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7XmVbSBe2I/AAAAAAAAAUg/URpbU9rYGbY/s320/24409_419591937344_228586342344_4963727_7783843_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455519779404217186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Andai aku jadi Afgan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-7283251611714842101?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/7283251611714842101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/cinta-2-hati-review.html#comment-form' title='32 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7283251611714842101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7283251611714842101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/04/cinta-2-hati-review.html' title='Cinta 2 Hati; The Review'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7X2xFywLuI/AAAAAAAAAU4/xUsJvsevPKA/s72-c/poster_c2h.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>32</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-8958493868290322846</id><published>2010-03-31T21:37:00.007+07:00</published><updated>2010-04-06T16:05:34.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etc'/><title type='text'>Beda Cowok Ganteng dan Cowok Jelek</title><content type='html'>Tadi pas buka-buka &lt;a href="http://www.pontiforum.co.cc/hiburan-f1/beda-cowok-ganteng-dan-cowok-jelek-t70.htm"&gt;forum&lt;/a&gt;, dapet ginian nih, yah udah copas aja di blog, semoga terhibur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng berbuat jahat&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: nobody's perfect&lt;br /&gt;kalo  cowok jelek berbuat jahat&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: pantes...tampangnya  kriminal&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman&lt;br /&gt;cewek-cewek  bilang: wuih jantan...kayak di filem-filem&lt;br /&gt;kalo cowok jelek nolongin  cewek yang diganggu preman&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: pasti premannya  temennya dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowok ganteng pendiam&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang:  woow, cool banget...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek pendiam&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang:  ih kuper...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng jomblo&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang:  pasti dia perfeksionis&lt;br /&gt;kalo cowok jelek jomblo&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang:  sudah jelas...kagak laku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng dapet cewek  cantik&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: klop...serasi banget...&lt;br /&gt;kalo cowok  jelek dapet cewek cantik&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: pasti main dukun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo  cowok ganteng diputusin cewek&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan  masih ada aku...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek diputusin cewek&lt;br /&gt;cewek-cewek  bilang:...(terdiam, tapi telunjuknya meliuk- liuk dari&lt;br /&gt;atas ke bawah,  liat dulu dong bentuknya).. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng ngaku indo&lt;br /&gt;cewek-cewek  bilang: emang mirip-mirip bule sih...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek ngaku indo&lt;br /&gt;cewek-cewek  bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng  penyayang binatang&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: perasaannya halus...penuh  cinta kasih&lt;br /&gt;kalo cowok jelek penyayang binatang&lt;br /&gt;cewek-cewek  bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok  ganteng bawa BMW&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: matching...keren luar dalem&lt;br /&gt;kalo  cowok jelek bawa BMW&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo  cowok ganteng males difoto&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya  kesebar-sebar&lt;br /&gt;kalo cowok jelek males difoto&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang:  nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng  naek motor gede&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamos ...bikin  lemas...&lt;br /&gt;kalo cowok jelek naek motor gede&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang:  awas!! mandragade lewat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng nuangin air ke  gelas cewek&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen&lt;br /&gt;kalo  cowok jelek nuangin air ke gelas cewek&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: naluri  pembantu, emang gitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok ganteng bersedih hati&lt;br /&gt;cewek-cewek  bilang: let me be your shoulder to cry on&lt;br /&gt;kalo cowok jelek bersedih  hati&lt;br /&gt;cewek-cewek bilang: cengeng amat!!...laki- laki bukan sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo  cowok ganteng baca tulisan ini&lt;br /&gt;langsung ngaca sambil senyum-senyum  kecil, lalu&lt;br /&gt;berkata "life is beautifull"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo cowok jelek baca tulisan ini,  Frustasi, ngambil&lt;br /&gt;tali jemuran, trus triak sekeras-kerasnya&lt;br /&gt;"HIDUP  INI KEJAAAAMMM.. ..!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Hayo? Yang manakah anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-8958493868290322846?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/8958493868290322846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/beda-cowok-ganteng-dan-cowok-jelek.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/8958493868290322846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/8958493868290322846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/beda-cowok-ganteng-dan-cowok-jelek.html' title='Beda Cowok Ganteng dan Cowok Jelek'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-6229757890077986478</id><published>2010-03-30T21:39:00.003+07:00</published><updated>2010-03-30T21:43:13.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quotes'/><title type='text'>Quote Of The Day #1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7INpVn9VhI/AAAAAAAAAUQ/wKviR1MVFWY/s1600/quotes1.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 285px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7INpVn9VhI/AAAAAAAAAUQ/wKviR1MVFWY/s320/quotes1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454437102529631762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-6229757890077986478?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/6229757890077986478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/quote-of-day-1.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6229757890077986478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6229757890077986478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/quote-of-day-1.html' title='Quote Of The Day #1'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7INpVn9VhI/AAAAAAAAAUQ/wKviR1MVFWY/s72-c/quotes1.png' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-1093328545054783368</id><published>2010-03-29T22:15:00.010+07:00</published><updated>2010-03-30T00:03:01.845+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><title type='text'>Doa Orang Waras</title><content type='html'>Postingan kali ini, saya bakal nunjukki sebuah puisi, yang saya dapet pas lagi jalan-jalan ke TIM (Taman Ismail Marzuki). Puisinya keren banget, judulnya "Doa Orang Waras" Puisi ini saya liat di tempel di dinding luar toko (atau galeri yah?) di TIM itu.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Here's the pic:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7DTehE075I/AAAAAAAAAUI/rfuceX4Zwic/s1600/IMG_2279.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 359px; height: 255px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7DTehE075I/AAAAAAAAAUI/rfuceX4Zwic/s320/IMG_2279.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454091669973823378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jose Rizal Manua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;DO'A ORANG WARAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                   &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;~Kepada: Tanah Air Tercinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tuhanku,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;lindungilah aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;aku mau korupsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Hanya kepadaMu aku memohon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;hanya kepadaMu aku memohon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;perlindungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tuhanku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;lindungilah aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;aku mau korupsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Jakarta, 1980&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Yah, seperti yang udah temen-temen liat diatas, puisi itu dibuat oleh, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jose_Rizal_Manua"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Jose Rizal Manua&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; salah satu legenda pujangga Indonesia. Well, walau kebanyakan puisi lebih banyak mengandung kritikan dan sindiran yang tajam, tapi sangat pas dengan kondisi yang kita alami sekarang. Dan (menurut saya) itulah salah satu cir dari karya-karya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ngomongin puisi diatas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo menurut saya sih, mengapa puisinya diberi judul &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Doa Orang Waras"&lt;/span&gt; dengan isi yang (bisa dikatakan) sangat bertentangan (atau apalah, gk bisa kasih kata2 yg tepat) itu hanyalah sebuah metafora dari beliau sendiri.  Waras, karena korupsi sekarang ini sudah bagaikan hal yang lazim dan gak asing lagi bagi kita (terutama di kalangan pejabat). Jadi, sah-sah aja kalo ada orang yang sedang mencoba untuk berkorupsi dan meminta perlindungan kepadaNya. Karena seperti yg saya katakan tadi, perbuatan tadi  adalah hal yg &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;"wajar"&lt;/span&gt;. Dan jika hal itu sudah menjadi wajar, tidak salahkan kalo namanya doa orang waras?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, what do you think guys? Apa ada yg punya pendapat lain? Mari kita share...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-1093328545054783368?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/1093328545054783368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/doa-orang-waras.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1093328545054783368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1093328545054783368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/doa-orang-waras.html' title='Doa Orang Waras'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S7DTehE075I/AAAAAAAAAUI/rfuceX4Zwic/s72-c/IMG_2279.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-1072180921987597044</id><published>2010-03-28T20:02:00.010+07:00</published><updated>2010-03-28T21:44:22.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unreal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korban kebiadaban kami'/><title type='text'>Tole: The L-Men winner contest</title><content type='html'>Jadi beberapa waktu yang lalu saya sempat mengupload foto Tole yang sudah saya manipulasi sebelumnya untuk saya publish di Facebook. Latarbelakang mengapa saya mengupload foto tersebut sih karena "balas dendam" karena beberapa waktu yang lalu, Tole juga pernah mengupload foto saya yang sudah ia edit ke Facebook. Yang saya tidak menyangka adalah foto itu malah menjadi sangat fenomenal waktu itu. Langsung aja ya, ini dia fotonya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69m50GygEI/AAAAAAAAAUA/bd1e8BUb_1k/s1600/25597_108468055836879_100000210556696_222718_6679294_n.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 212px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69m50GygEI/AAAAAAAAAUA/bd1e8BUb_1k/s320/25597_108468055836879_100000210556696_222718_6679294_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453690817194655810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dan responnya sangat mengejutkan, dalam beberapa menit saja notif saya di FB langsung penuh, seiring dengan jumlah like yang terus bertambah. Ratusan komentar bermunculan, walau banyak yang diantaranya tidak bermakna. Kayak ini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69VE6D83WI/AAAAAAAAATA/XeT6JKsfSGU/s1600/nambah+notip.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69VE6D83WI/AAAAAAAAATA/XeT6JKsfSGU/s320/nambah+notip.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453671216562625890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dan gara-gara ini, yg lain juga pada komen gak penting...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69VF24z5VI/AAAAAAAAATY/t2GecugxVdc/s1600/spam1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 167px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69VF24z5VI/AAAAAAAAATY/t2GecugxVdc/s320/spam1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453671232890463570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dan malah tambah rame:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69Vy8H5aqI/AAAAAAAAATo/BKoGHDcZzOU/s1600/spam3.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 161px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69Vy8H5aqI/AAAAAAAAATo/BKoGHDcZzOU/s320/spam3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453672007390030498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Alhasil, semua anak2 yg di tag di foto ini pada ngeluh karna notif di fb nya penuh. Bayangkan! 1 hari saja notif 99. Dan ini terjadi sampai 3 hari berturut-turut. Ini reaksi mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69VFVYnzbI/AAAAAAAAATI/-a8HVQW6bcU/s1600/reaksi.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 282px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69VFVYnzbI/AAAAAAAAATI/-a8HVQW6bcU/s320/reaksi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453671223897083314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69VFsJO4gI/AAAAAAAAATQ/M0VJ79GbJjQ/s1600/reaski2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 288px; height: 54px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69VFsJO4gI/AAAAAAAAATQ/M0VJ79GbJjQ/s320/reaski2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453671230006551042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sebenarnya masih banyak komen yg lain, cuma saya aja yg males capture-nya. xp&lt;br /&gt;Dibalik semua itu, setidaknya dendam saya terbalaskan, dan bahkan lebih heboh dan sensasional dari foto saya yang di upload dulu. Dan ini hasil akhir dari jumlah like dan komentar dari Foto Tole tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69VEbQhwnI/AAAAAAAAAS4/YD8s31sirvs/s1600/Like+and+komen.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 315px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69VEbQhwnI/AAAAAAAAAS4/YD8s31sirvs/s320/Like+and+komen.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453671208293876338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;30&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &amp;amp;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;306&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;komentar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;how do you think...?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-1072180921987597044?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/1072180921987597044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/tole-l-men-winner-contest.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1072180921987597044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1072180921987597044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/tole-l-men-winner-contest.html' title='Tole: The L-Men winner contest'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S69m50GygEI/AAAAAAAAAUA/bd1e8BUb_1k/s72-c/25597_108468055836879_100000210556696_222718_6679294_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-195972841094471027</id><published>2010-03-26T21:15:00.007+07:00</published><updated>2010-03-26T22:18:03.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etc'/><title type='text'>Finally, Trailernya C2H keluar juga...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;WOHOOO...!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;AKHIRNYA, PENANTIANKU SELAMA 3 BULAN INI TAK SIA-SIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRAILER FILM CINTA 2 HATI UDAH KELUAR!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Well, emang sih agak telat. Tapi gak papa kan? soalnya saya udah lama banget nunggu nih film. Walau sekedar trailernua aja. O iya, mungkin masih belum ada yg punya bayangan ya ttg film cinta 2 hati? Oke ini Sinopsisnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6zMIAwPffI/AAAAAAAAASw/BcJUmVhbf9U/s1600/cinta2hati.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 111px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6zMIAwPffI/AAAAAAAAASw/BcJUmVhbf9U/s320/cinta2hati.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452957686852189682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Berawal dari kisah Jane (Olivia lubis Jensen) yang sedang berjuang  melawan kanker pankreas tetapi tetap memiliki obsesi besar agar bisa  mencintai dan dicintai oleh penyanyi idolanya, Alfa (Afgansyahreza).  Lewat campur tangan kakeknya, Bhakti Hassan (Deddy Mizwar), yang seorang  konglomerat, Jane akhirnya bisa masuk dalam kehidupan Alfa. Hanya saja  Alfa telah memiliki kekasih yang bernama &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;"Laras"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ya, sebenarnya sih, saya emang kurang tertarik kalo ada film2 yg berbau roman kayak gini. Tapi berhubung ada &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"dia"&lt;/span&gt; yg main. Tentu gak bakal saya lewatin lah. Kalo bisa nonton primernya sekalian. Tapi kalo diliat dari sinopsisnya, kayaknya bagus. Jalan ceritanya pun menarik. Tidak seperti film-film roman pada umumnya *cailah*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_Bold" title="Tebal" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 3);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Tebal" class="gl_bold" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ya udah, nonton aja trailernya:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="265" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/6DsqfND8Crg&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/6DsqfND8Crg&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="265" width="320"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;"Now, just can't wait for &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;THE MOVIE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-195972841094471027?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/195972841094471027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/finally-trailernya-c2h-keluar-juga.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/195972841094471027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/195972841094471027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/finally-trailernya-c2h-keluar-juga.html' title='Finally, Trailernya C2H keluar juga...'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6zMIAwPffI/AAAAAAAAASw/BcJUmVhbf9U/s72-c/cinta2hati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-6125197401602418308</id><published>2010-03-25T12:52:00.005+07:00</published><updated>2010-03-25T13:06:56.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artwork'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Postingan Campur Aduk</title><content type='html'>Bingung mo posting apa, tapi untuk memenuhi target blog ini yang minimal 1 posting perhari, apapun akan kulalui walau postingannya ngawur. Oke, sebelumnya saya mo ngucapin selamat Ulang Tahun dulu sama &lt;a href="http://siroel25.blogspot.com/"&gt;Si Roel&lt;/a&gt;. Semoga panjang umur deh... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ultah yang ke berapa bro?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;O iya, tadi mampir ke blognya &lt;a href="http://moody-ninneta.blogspot.com/2010/03/earth-hour.html"&gt;ninneta&lt;/a&gt;. Baru tahu bakalan ada &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;EARTH HOUR&lt;/span&gt;. Katanya kita semua ikut partisipasi gitu, caranya pada tanggal 27 maret nanti, pas jam 8.30&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. kita mesti matiin listrik paling lama satu jam. Yah, intinya sih mungkin menurut saya supaya bumi ini bisa istirahat sejenak tanpa ada listrik didalamnya. Tapi kalo mau hemat listrik sih, sebenarnya gak perlu nunggu earth hour. Kalo bisa dari sekarang juga bisa. Caranya ya dengan matiin alat-alat elektronik yg gak kita pake. Kayak, Tv yang gak ditonton, komputer yg dianggurin, atau lampu yg hidup siang hari, bener gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong apa lagi ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O iya, mo ngelanjutin proyek Tika Putri kemaren, here the pict:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6r8-ZtYiLI/AAAAAAAAASg/F3MrFewrc0Q/s1600/still+alone.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 227px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6r8-ZtYiLI/AAAAAAAAASg/F3MrFewrc0Q/s320/still+alone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452448447868733618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;How d'ya think?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overjoy It...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-6125197401602418308?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/6125197401602418308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/postingan-campur-aduk.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6125197401602418308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6125197401602418308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/postingan-campur-aduk.html' title='Postingan Campur Aduk'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6r8-ZtYiLI/AAAAAAAAASg/F3MrFewrc0Q/s72-c/still+alone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-7295889160197012706</id><published>2010-03-24T19:23:00.005+07:00</published><updated>2010-03-25T12:52:17.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nama Dan Peristiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Harga Satu Liter Air sama dengan Harga Satu Liter Bensin; Apa Kata DUNIA?</title><content type='html'>Itula&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6r55UaUFgI/AAAAAAAAASY/3mlpjdRGIiA/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 173px; height: 176px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6r55UaUFgI/AAAAAAAAASY/3mlpjdRGIiA/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452445062012343810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;h tulisan yang saya baca kemarin siang saat dari salah satu spanduk Demo Mahasiswa memperingati hari akhir sedunia. Ya, hari air sedunia tadi memang baru saja kita peringati pada tanggal 22 maret 2010 lalu. Yang saya denger2 sih, isi demo para mahasiswa2 terebut menyurakan agar kita melakukan penggunaan air sebaik-baiknya. Mengapa? karena saat kita kekurangan air, semua pada sibuk. Tapi saat kelebihan juga tetep sibuk karena banjir, betul gak?&lt;br /&gt;Air memang sangat memegang peranan penting dalam hidup kita, terutama air bersih. Mungkin, sebagian dari kita sekarang ini, masih menikmati sejuknya air bersih. Kita masih melihat air bening mengalir  di kran-kran air rumah kita. Atau sepanjang musim, kita masih  menyaksikan  luapan air sungai yang memberi kesan  kita tak memanfaatkannya. Meski pula kita harus mengakui bahwa  di sebagian  wilayah   kita  kerap kali  warga berteriak karena  tak mendapatkan  setetes air. Ada ketimpangan pembagian air, entah oleh pemerintah atau perusahaan swasta yang mengelolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan jauh2 deh, contohnya saya ini. Udah hampir 2 minggu air ledeng gak jalan2 dirumah. Air sumur juga udah hampir kering. Ujan pun jarang2. Gimana mau mandi? Dan ini masih berlangsung sampai sekarang. Mungkin kalo air masih gak jalan bisa2 saya gak mandi deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kok malah jadi curhat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke back to topic:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi kita sendiri perlu adanya Paradigma. Mengapa air menjadi terbatas? Kita perlu melihat dari alur  hilir sampai muara. Pertama, (ini menurut artikel yang saya baca di &lt;a href="http://www.pos-kupang.com/read/artikel/45199/refleksi-kita-memperingati-hari-air-sedunia"&gt;sini&lt;/a&gt; ya)  meski konservasi alam berjalan namun  tak  membawa hasil maksimal. Belum muncul manajemen  keberlanjutan.  Kita hanya sampai pada manajemen  dasar-dasar suatu  aktivitas. Siapa yang bertugas melanjutkan, perlu menjadi  pergumulan bersama. Jika tidak, maka kita akan terus seperti ini.  Apakah 20 atau 30 tahun mendatang  generasi kita masih bisa menikmati air, terutama air bersih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita tak menjaga alam. Tebas bakar masih terlihat sepanjang tahun.  Bila demikian kita  akan kembali  kepada sikap-sikap  hukum rimba. Siapa yang kuat dia menang. Dan, kekhawatiran akan musnahnya sumber-sumber mata air  akan menyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini  sekilas catatan kita  dalam memperingati Hari Air Sedunia. Air itu penting karena  ia menjadi segala-galanya.   Mulai dari bangun pagi hingga tidur lagi, tidak terlepas dari kebutuhan akan air. Ada pun kebutuhan akan air yaitu untuk minum, mandi, mencuci,  bercocok tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala macam kebutuhan hidup dan pekerjaan pasti membutuhkan air. Silakan kita menghitung  jumlahnya.  Berapa jumlah penduduk di dunia ini saat ini? Berapa jumlah penduduk di negeri ini, di kota ini  dan di seluruh  propinsi ini dan berapa kebutuhan akan air setiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan ini saya adaptasi dari &lt;a href="http://www.pos-kupang.com/read/artikel/45199/refleksi-kita-memperingati-hari-air-sedunia"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mohon maaf kalo agak sedikit copas hehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-7295889160197012706?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/7295889160197012706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/harga-satu-liter-air-sama-dengan-harga.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7295889160197012706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/7295889160197012706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/harga-satu-liter-air-sama-dengan-harga.html' title='Harga Satu Liter Air sama dengan Harga Satu Liter Bensin; Apa Kata DUNIA?'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6r55UaUFgI/AAAAAAAAASY/3mlpjdRGIiA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-32185190094416194</id><published>2010-03-24T13:00:00.006+07:00</published><updated>2010-03-24T13:29:35.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artwork'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About'/><title type='text'>Tika Putri.... Oh Tika Putri....</title><content type='html'>Akhir-akhir ini, entah mengapa saya jadi tambah kepikiran Tika Putri terus, mulai dari bangun pagi sampai mau tidur lagi... Malah pernah saya pernah bangun tengah malam gara2 gak bisa tidur gara-gara mikirin dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kalo kumat kayak gini, tinggal buka laptop, terus liatin deh tuh foto2 Tika Putri, yang udah saya donlot dari Internet. Tapi kali ini agak lain, walau udah saya liatin berjam2 masih gak puas2 juga. Dibilang bosen nggak juga, lagipula saya juga baru dapet update foto terbaru Tika Putri dari &lt;a href="http://www.blogger.com/kapanlagi.com"&gt;kapanlagi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya edit2 aja foto Tika Putri, pake photoshop. Yah, lumayanlah buat pelampiasaan sekalian ngelatih skill ngedit foto. Nih kalo mo liat hasil fotonya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtyIbJz9I/AAAAAAAAARw/EN8D4nG6dVI/s1600/psyxx.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 246px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtyIbJz9I/AAAAAAAAARw/EN8D4nG6dVI/s320/psyxx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452079900675133394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtx0g6U9I/AAAAAAAAARo/FtM8njF0Oao/s1600/retouch2psy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 210px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtx0g6U9I/AAAAAAAAARo/FtM8njF0Oao/s320/retouch2psy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452079895330575314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto ini saya manipulasi dikit, muka Tika Putri jadi lebih halus dan jerawatnya ilang...&lt;br /&gt;kalo mo liat yang asli, mampir aja ke &lt;a href="kapanlagi.com"&gt;kapanlagi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtxmXh-XI/AAAAAAAAARg/-_M6HPWcrxY/s1600/projectpsy2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 262px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtxmXh-XI/AAAAAAAAARg/-_M6HPWcrxY/s320/projectpsy2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452079891533134194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtxNp3VVI/AAAAAAAAARY/OqFtusNoEgo/s1600/isocolor.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 146px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtxNp3VVI/AAAAAAAAARY/OqFtusNoEgo/s320/isocolor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452079884899145042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtw2OoA5I/AAAAAAAAARQ/5tlHIZZvMxw/s1600/beside.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 209px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtw2OoA5I/AAAAAAAAARQ/5tlHIZZvMxw/s320/beside.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452079878610879378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;beberapa foto Tika Putri yang saya isolasi warnanya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan entah dapat kekuatan dari mana, gara2 Tika Putri saya bisa ngedit gambar dia kayak gini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mu25-u62I/AAAAAAAAASA/jdWuMJ8J1rY/s1600/LadyBurn2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 254px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mu25-u62I/AAAAAAAAASA/jdWuMJ8J1rY/s320/LadyBurn2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452081082208807778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mu3E0jq5I/AAAAAAAAASI/Txqc1hgyRwc/s1600/LadyBurn3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 302px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mu3E0jq5I/AAAAAAAAASI/Txqc1hgyRwc/s320/LadyBurn3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452081085118917522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ini saya kasih nama &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Lady Burn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa Lady Burn? karena dialah yang selalu membakar semangat saya agar tetap terus berkarya. Contohnya Proyek Lady Burn tadi, sampai2 lupa waktu, liat jam udah  jam 3 pagi, hohoho....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;btw, karena akhir2 ini saya juga lagi gemar2 ngedit foto, jadi saya akan menambah kategori "Artwork" di blog ini. Jadi jangan kaget, kalo pas mampir nanti cuma ngeliat ada gambar2 aja tanpa ada teksnya. Yah, semoga aja menghibur, dan mohon maaf kalo gambarnya Tika Putri semua. Namanya juga fans...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir Mohon maaf kepada Tika Putri kalo fotonya saya obrak-abrik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam peace, damai, dan gaul....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-32185190094416194?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/32185190094416194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/tika-putri-oh-tika-putri.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/32185190094416194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/32185190094416194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/tika-putri-oh-tika-putri.html' title='Tika Putri.... Oh Tika Putri....'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6mtyIbJz9I/AAAAAAAAARw/EN8D4nG6dVI/s72-c/psyxx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-3688679842787190592</id><published>2010-03-22T17:18:00.005+07:00</published><updated>2010-03-22T17:21:12.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>Mengapa Telapak Kaki dan Ketiak Tidak Tahan Geli?</title><content type='html'>Ketiak dan telapak kaki hampir sebagian besar orang menjadi bagian tubuh yang paling tidak tahan geli. Kenapa dua bagian ini paling sensitif dan tidak tahan jika digelitik atau disentuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6dEHJYXX3I/AAAAAAAAAQw/S1U89zp61jU/s1600-h/tertawa.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 314px; height: 217px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6dEHJYXX3I/AAAAAAAAAQw/S1U89zp61jU/s320/tertawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451400763523161970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang mungkin memiliki bagian sensitif yang berbeda, karena pada titik tersebut menghasilkan refleks geli dengan derajat yang bervariasi atau bahkan tidak sama sekali. Seseorang mungkin memiliki daerah sensitif dimana orang lain tidak merasakan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telapak kaki dan ketiak merupakan dua daerah dalam tubuh yang paling sensitif bagi kebanyakan orang. Hal ini karena pada telapak kaki memiliki konsentrasi Meissner's corpuscles yang lebih tinggi. Ujung dari saraf ini akan membuat telapak kaki memiliki kadar geli yang lebih tinggi daripada bagian tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6dEGall_dI/AAAAAAAAAQo/214RLBt1NNQ/s1600-h/geli-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6dEGall_dI/AAAAAAAAAQo/214RLBt1NNQ/s320/geli-dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451400750962179538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya tempat yang paling geli adalah tempat yang sangat rentan terhadap serangan, setidaknya di sekitar bagian atas tubuh. Pada bagian ketiak mengandung pembuluh darah dan arteri, serta memungkinkan akses leluasa ke jantung karena tulang rusuk sangkar tidak lagi memberikan perlindungan kepada rongga dada di sekitar ketiak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga berlaku pada bagian tubuh yang geli lainnya seperti leher. Karena tidak ada perlindungan dari tulang, maka secara otomatis seseorang akan bereaksi ketika daerah tersebut disentuh oleh orang lain. Sebagai tambahan, saraf reseptor yang dekat dengan permukaan kulit akan membuat sensitifitasnya makin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, leher juga mengandung bagian-bagian penting. Seperti karotid yang akan memasok darah ke otak serta batang leher yang membawa udara ke paru-paru juga terletak dibagian depan leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti juga menunjukkan bahwa cerebellum (otak kecil), yang merespons sentuhan akan menunjukkan aktivitas yang lebih saat diberi sentuhan yang mendadak dibandingkan dengan sesuatu yang telah diantisipasi. Jika otak sudah bisa mengenali sentuhan yang akan datang, hal ini akan membuat saraf respons tidak terlalu intens. Makanya seseorang tidak akan pernah berhasil menggelitik diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang tertawa saat digelitik dipengaruhi oleh faktor sosial, karena orang akan tertawa jika yang melakukan sentuhan tersebut adalah seseorang yang dekat atau sudah merasa nyaman satu sama lain seperti orang tua, sahabat, atau teman. Namun, jika yang melakukannya adalah orang lain, responsnya bukan tertawa tapi bisa saja menjadi marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://health.detik.com/read/2009/08/13/181543/1182767/766/telapak-kaki-dan-ketiak-kok-tidak-tahan-geli"&gt;detik health&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-3688679842787190592?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/3688679842787190592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/mengapa-telapak-kaki-dan-ketiak-tidak.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3688679842787190592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3688679842787190592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/mengapa-telapak-kaki-dan-ketiak-tidak.html' title='Mengapa Telapak Kaki dan Ketiak Tidak Tahan Geli?'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6dEHJYXX3I/AAAAAAAAAQw/S1U89zp61jU/s72-c/tertawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-6620490501767309738</id><published>2010-03-20T08:36:00.006+07:00</published><updated>2010-03-20T08:54:29.419+07:00</updated><title type='text'>10 Misteri Terbesar Di Alam Semesta</title><content type='html'>Terdapat berbagai hal yang mungkin tidak kita ketahui tentang alam di luar planet kita dan berbagai hal lainnya, saya coba memperlihatkan fenomena alam di luar angkasa, terdapat 10 misteri di luar angkasa dan saya coba rangkum dari berbagai artikel yang saya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Tabrakan Antar Galaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QoHrypFmI/AAAAAAAAAPg/mrbpiw3gezU/s1600-h/ue6u4gkx.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 318px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QoHrypFmI/AAAAAAAAAPg/mrbpiw3gezU/s320/ue6u4gkx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450525561504470626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata galaksi pun dapat saling memakan satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita, dan gambar di atas itu adalah simulasi tabrakan antar galaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Quasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QoHU6orVI/AAAAAAAAAPY/hnlIWvp16P0/s1600-h/k6jxc2rg.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 232px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QoHU6orVI/AAAAAAAAAPY/hnlIWvp16P0/s320/k6jxc2rg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450525555363982674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Materi Gelap (Dark Matter)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpxU9POGI/AAAAAAAAAQg/tZ0Fxwt732Y/s1600-h/zfykuuwo.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 231px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpxU9POGI/AAAAAAAAAQg/tZ0Fxwt732Y/s320/zfykuuwo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450527376441030754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini dan sampai sekarang para ilmuwan dunia masih menelitinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QoHLfHNII/AAAAAAAAAPQ/5IxztfY7OAU/s1600-h/ipr2jlyq.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QoHLfHNII/AAAAAAAAAPQ/5IxztfY7OAU/s320/ipr2jlyq.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450525552832623746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einsten. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Energi Vakum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpxE7B8PI/AAAAAAAAAQY/_4CgCXBMWAI/s1600-h/fnvta1ji.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 236px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpxE7B8PI/AAAAAAAAAQY/_4CgCXBMWAI/s320/fnvta1ji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450527372136804594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik virtual yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mini Black Hole&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpN9zgqQI/AAAAAAAAAQI/l5OFHk_oOyk/s1600-h/sgxlvvzm.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 232px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpN9zgqQI/AAAAAAAAAQI/l5OFHk_oOyk/s320/sgxlvvzm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450526768930793730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika teori gravitasi braneworld yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Neutrino&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpOch1pdI/AAAAAAAAAQQ/r7dmf0wtBx4/s1600-h/wrvs5p82.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpOch1pdI/AAAAAAAAAQQ/r7dmf0wtBx4/s320/wrvs5p82.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450526777178170834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel phantom ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpNANQPRI/AAAAAAAAAPw/bS_9FeoNuNo/s1600-h/1xeoyer0.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpNANQPRI/AAAAAAAAAPw/bS_9FeoNuNo/s320/1xeoyer0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450526752395771154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Radiasi Kosmik Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpNqjzzjI/AAAAAAAAAQA/kG70cbjA_HI/s1600-h/mudkribb.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpNqjzzjI/AAAAAAAAAQA/kG70cbjA_HI/s320/mudkribb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450526763764665906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Antimateri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpNQZyMbI/AAAAAAAAAP4/PN-k8aOVPic/s1600-h/bg658ze6.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QpNQZyMbI/AAAAAAAAAP4/PN-k8aOVPic/s320/bg658ze6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450526756743295410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3636559"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-6620490501767309738?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/6620490501767309738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/10-misteri-terbesar-di-alam-semesta.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6620490501767309738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6620490501767309738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/10-misteri-terbesar-di-alam-semesta.html' title='10 Misteri Terbesar Di Alam Semesta'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6QoHrypFmI/AAAAAAAAAPg/mrbpiw3gezU/s72-c/ue6u4gkx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-289851948740819296</id><published>2010-03-19T19:27:00.006+07:00</published><updated>2010-03-19T19:44:59.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>Mengenal 9 Tipe Kepribadian Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6Nu6N4yJ3I/AAAAAAAAAPA/GHxBuffGv_A/s1600-h/enneagram.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 178px; height: 193px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6Nu6N4yJ3I/AAAAAAAAAPA/GHxBuffGv_A/s320/enneagram.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450321920487729010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kepribadian manusia selalu menjadi tema yang menarik untuk dicari tahu, apalagi kepribadian kita sendiri. Rasa ingin tahu tersebutlah yang lantas membuat banyak orang pergi ke psikolog untuk menjalani tes-tes kepribadian. Semua ini dilakukan demi mengetahui “seperti apa sesungguhnya diri kita ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dibawah ini, akan saya paparkan 9 tipe kepribadian manusia yang sumbernya saya dapat di &lt;a href="http://popsy.wordpress.com/2007/06/16/mengenal-9-tipe-kepribadian-manusia-dengan-lebih-asyik/"&gt;sini&lt;/a&gt;,  silahkan disimak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tipe 1 perfeksionis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tipe 2 penolong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe 3 pengejar prestasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tipe 4 romantis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tipe 5 pengamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tipe 6 pencemas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe 7 petualang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe 8 pejuang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe 9 pendamai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah mengenal tipe kepribadian di atas? termasuk yang manakah anda...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-289851948740819296?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/289851948740819296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/mengenal-9-tipe-kepribadian-manusia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/289851948740819296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/289851948740819296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/mengenal-9-tipe-kepribadian-manusia.html' title='Mengenal 9 Tipe Kepribadian Manusia'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6Nu6N4yJ3I/AAAAAAAAAPA/GHxBuffGv_A/s72-c/enneagram.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-1957915122183125261</id><published>2010-03-18T20:38:00.004+07:00</published><updated>2010-03-18T22:09:51.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>Mengapa kita perlu menjadi pendengar yang baik?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6JB3C0afiI/AAAAAAAAAO4/G8sapCsm7eg/s1600-h/listening1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 272px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6JB3C0afiI/AAAAAAAAAO4/G8sapCsm7eg/s320/listening1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449990912977042978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menjadi pendengar yang baik bukanlah usaha yang mudah. Seseorang harus dapat bersikap obyektif dan dapat memahami pesan yang disampaikan oleh lawan berkomunikasinya. Mendengarkan dengan efektif membutuhkan konsentrasi, pengalaman dan keterampilan. Manfaat dari menjadi pendengar yang baik di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawan berbicara kita akan lebih mudah dalam menyampaikan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan kerja akan semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendorong pembicara untuk tetap berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi dalam bentuk instruksi, umpan balik dan lainnya akan lebih jelas diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pendengar yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pendengar yang baik membutuhkan usaha dan latihan yang teratur. Langkah terpenting pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa mendengarkan seseorang berbicara adalah suatu kebutuhan yang sama pentingnya dengan keterampilan berkomunikasi yang lain seperti: berbicara, menulis dan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini disampaikan beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai panduan pada saat kita mendengarkan seseorang berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Perlu diingat bahwa kita tidak dapat mendengarkan dan berbicara pada saat bersamaan. Hal ini merupakan prinsip dasar dari mendengarkan efektif. Seseorang cenderung untuk selalu menambahkan pendapatnya pada saat ia berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini menjadi persoalan jika lawan bicara kita belum selesai berbicara. Ia bisa saja merasa terganggu. Dari pihak pendengar jelas konsentrasi akan terpecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Mencoba memahami pokok pikiran atau ide utama pembicara. Seorang pendengar yang baik selalu mencoba untuk memahami intisari dari suatu pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Hindari gangguan dari lingkungan sekitar. Pendengar yang baik selalu mencoba untuk memfokuskan diri pada pembicara. Mencoba mendengarkan keluhan karyawan sebagai contoh, tanpa terpengaruh oleh dering telepon, orang yang berlalu lalang, dan sebagainya. Oleh karena itu dianjurkan untuk pembicaraan yang serius, faktor lingkungan perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Mencoba untuk mengendalikan emosi. Pendengar yang baik selalu mencoba untuk mengesampingkan emosi, sehingga ia dapat menerima pembicaraan dengan jernih. Selalu mencoba untuk memahami pembicara tanpa membuat penilaian pribadi atas pembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Membuat catatan jelas dan singkat. Buatlah catatan kecil tanpa mengurangi konsentrasi kita pada saat mendengarkan. Harap diingat kita tidak dapat mengerjakan dua tugas sekaligus tanpa mengurangi keefektifan salah satu di antaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Mencoba untuk bersikap empati. Mencoba untuk menghargai posisi pembicara, sehingga kita terhindar dari mendengar apa yang hanya mau kita dengar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Memperhatikan komunikasi nonverbal. Tataplah lawan bicara, dan perhatikan bahasa tubuh mereka. Seringkali terjadi pemahaman akan suatu informasi lebih bisa kita pahami dengan memperhatikan raut muka dan gerak tubuh lawan bicara. Dan sebagai pendengar, kita pun harus memperhatikan bahasa tubuh yang kita tampilkan, seperti posisi duduk, raut muka, anggukan kepala dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Mendengarkan dengan selektif. Seringkali dalam suatu pembicaraan, pembicara memberikan informasi-informasi yang penting. Kadang informasi tersebut tersembunyi di dalam konteks pembicaraan. Kita diharapkan dapat memilah-milah informasi tersebut untuk mendapatkan yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Bertanya pada tempatnya. Tunda dahulu pertanyaan dan gagasan yang ingin disampaikan sampai pembicara selesai. Ajukan pertanyaan untuk memperjelas maksud pembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Buatlah kesimpulan atas apa yang menjadi inti pembicaraan. Dengan mencoba menangkap intisari pembicaraan diharapkan kita dapat memahami permasalahan dengan kata kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Memberikan umpan balik. Memberikan umpan balik kepada pembicara sehingga ia mengetahui sejauh mana kita sudah memahami pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan hal-hal di atas diharapkan kita dapat menjadi pendengar yang baik dan memperlancar proses komunikasi yang sedang berlangsung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-1957915122183125261?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/1957915122183125261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/mengapa-kita-perlu-menjadi-pendengar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1957915122183125261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1957915122183125261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/mengapa-kita-perlu-menjadi-pendengar.html' title='Mengapa kita perlu menjadi pendengar yang baik?'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6JB3C0afiI/AAAAAAAAAO4/G8sapCsm7eg/s72-c/listening1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-5825586974930471193</id><published>2010-03-17T19:09:00.004+07:00</published><updated>2010-03-17T19:18:06.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoTips'/><title type='text'>Sudah Berapa Kali Kita Berbohong Hari Ini?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6DIRKHgE9I/AAAAAAAAAOo/vP2Kq7fWjeE/s1600-h/pinokio.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6DIRKHgE9I/AAAAAAAAAOo/vP2Kq7fWjeE/s320/pinokio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449575746217448402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebenarnya ada sesuatu yang melatar belakangi seseorang itu berbohong, dan mungkin banyak yang sudah berbohong setiap hari atau bahkan ada yang selalu berbohong setiap hari atau malah sudah hidup dalam kebohongan....&lt;br /&gt;tapi anda perlu tahu kata bijak ini &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;" JIKA ANDA BERBOHONG DAN ANDA TIDAK MAU MERUBAH TABIAT SUKA BOHONG... MAKA HIDUP ANDA TIDAK AKAN PERNAH BERBAHAGIA..."&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah inilah yang melatarbelakangi saya membuat judul posting ini.&lt;br /&gt;Memang tak bisa dipungkiri dan tidak terbantahkan kita semua pasti pernah berbohong, namun kita harus sadar bohong adalah penyakit, penyakit akut yang sangat berbahaya, saya ulangi lagi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SANGAT BERBAHAYA&lt;/span&gt;. Mengapa kebiasaan berbohong sangat berbahaya? dan bagaimana cara anda supa tidak berbohong lagi?sebelum menjawab pertanyaan itu, tanamkan dalam hati dahulu bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERBOHONG ITU JELAS DOSA&lt;/span&gt;. Kita semua tahu itu. Namun kenapa kebanyakan dari kita suka berbohong, jawababnya karena kita tidak mendapat sanksi yang keras atas kebohongan itu. BENAR BUKAN ? atau malah membuat kita untung dalam anggapan kita. Ingatlah bahwa musibah jika kita mengambil keuntungan dengan kebohongan, cepat atau lambat kebohongan itu akan terbongkar.&lt;br /&gt;nah lalu bagaimana mengatasinya supaya anda tidak berbohong lagi dan menghilangkan kebiasaan berbohong anda? ini tipsnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tanamkan dalam benak anda bahwa kebohongan adalah penyakit jiwa, jika anda ingin berbohong, INGAT ANDA SAKIT JIWA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika ada peluang untuk berbohong ingat satu hal....orang yang menyayangi anda akan berbohong pula, keturunan anda juga akan ikutan suka berbohong, cucu anda juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika anda ingin berbohong, INGATLAH AKHIR DARI KEBOHONGAN ADALAH SENGSARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. INGAT SATU HAL BAHWA TIDAK ADA KEBAHAGIAAN DENGAN KEBOHONGAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. hitung berapa kali anda berbohong sehari ini, jika lebih dari 3 kali anda SUDAH SAKIT JIWA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. TANAMKAN DALAM HATI, JIKA HARI INI SAYA TIDAK AKAN BERBOHONG LAGI, jika ada peluang berbohong, DIAM.DIAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. NIATKAN DENGAN KERAS DALAM HATI, AKU BUKAN PENDUSTA, JIKA ANDA SEKALI BERBOHONG ANDA AKAN MENJADI PENDUSTA SEJATI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, semoga tips diatas membantu dan membuat kita sadar. Jadi, sudah berapa kali kita berbohong hari ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-5825586974930471193?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/5825586974930471193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/sudah-berapa-kali-kita-berbohong-hari.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/5825586974930471193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/5825586974930471193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/sudah-berapa-kali-kita-berbohong-hari.html' title='Sudah Berapa Kali Kita Berbohong Hari Ini?'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6DIRKHgE9I/AAAAAAAAAOo/vP2Kq7fWjeE/s72-c/pinokio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-4113830103896917973</id><published>2010-03-17T18:57:00.003+07:00</published><updated>2010-03-17T19:09:06.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoTips'/><title type='text'>Tips Ampuh Mengatasi Rasa Jenuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6DGDhyvXVI/AAAAAAAAAOg/AJOy5oo9l-Y/s1600-h/jenuh1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 306px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6DGDhyvXVI/AAAAAAAAAOg/AJOy5oo9l-Y/s320/jenuh1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449573313031396690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa yang tidak pernah jenuh? anda dan saya tentu pernah merasakan kejenuhan ini...tidak bisa dipungkiri, namun rasa jenuh itu bisa kita tanggulangi dan bisa kita atasi. Kejenuhan bisa terjadi karena kita kurang kreatif dalam menjalankan rutinitas sehari-hari, kurang bersemangat dan kurang memaknai semua kegiatan yang telah kita kerjakan, kurang riang dalam berbuat sesuatu. Inilah sebenarnya yang membuat rasa jenuh dan bosan itu timbul. lalu bagaiman cara mengatasinya sehingga kita tidak dilanda rasa jenuh lagi?&lt;span class="fullpost"&gt; ada tips pintarnya diataranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.ambillah selembar kertas, lalu tuliskan tujuan hidup Anda di baris pertama. Setelah itu tuliskan apa saja yang sudah Anda lakukan untuk mencapai tujuan hidup Anda di baris berikutnya. Setelah itu, tuliskan hal apa yang selama ini membuat Anda lelah dan bosan ketika Anda sedang berusaha untuk mencapai tujuan hidup Anda. Dan yang terakhir, tuliskan apa manfaat dari tujuan hidup yang ingin Anda capai, baik manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, renungkanlah baik-baik. Jika tujuan hidup Anda benar-benar mendatangkan manfaat, coba bayangkan betapa sia-sia hidup Anda jika tujuan utama Anda harus terhenti dan terlupakan karena rasa bosan yang berkepanjangan dan hati yang terus menggerutu karena kebosanan dalam diri. Dan pikirkanlah, akan mendapatkan apa kita dari gerutu kita? Tetapi jika Anda mulai berpikir positif ketika Anda merasa bosan dan hati serasa mau menggerutu, Anda akan mulai menata diri Anda dan melupakan perasaan bosan dan lelah dalam diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. mencari hobi yang mendatangkan manfaat. Contohnya jika Anda pandai memahat, mengukir, dan sebagainya, Anda akan tahu bagaimana memanfaatkan waktu Anda ketika Anda merasa bosan. Dan keuntungannya, talenta Anda akan semakin berkembang, dan yang lebih baik lagi, Anda akan memiliki lebih dari satu keahlian dan tahu mengalokasi waktu Anda untuk semua kegiatan yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selain, itu, dengan Anda mau melihat keadaan orang yang dibawah Anda dengan pergi ke panti asuhan, tempat kumuh, dan lain-lain, Anda akan merasa bahwa waktu dan kegiatan yang Anda lakukan sangatlah berharga, karena Anda menjadi tahu, bahwa ketika Anda mempunyai masa depan, hal itu adalah anugerah. Dan sudah sepantasnyalah kita mensyukuri anugerah berupa masa depan yang diberikan untuk kita, dan tidak membiarkan rasa bosan yang berkepanjangan menggerogoti kebahagiaan kita dan membuat kita tidak mensyukuri anugerah yang Tuhan berikan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan berwarna, seperti jeruk, anggur, brokoli, bayam, kedelai, tauge, wortel, ikan tuna, dan bit, karena mengandung antioksidan penghancur radikal bebas. Selain membuat kulit keriput, radikal bebas dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung dan membuat otot serta tulang lemah, mudah lesu juga malas bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Amati kualitas tidur. Sulit tidur atau mudah terbangun saat tidur, tidak hanya mengganggu kualitas hidup tapi juga produktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Minumlah segelas air sebelum bekerja. Penelitian yang dilakukan Universitas Bristol, Inggris, menyatakan bahwa segelas air dingin dapat meningkatkan prestasi 10% lebih baik dalam hal bilangan atau numerik daripada mereka yang tidak minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bijaklah dalam menghadapi kehidupan karena tak ada masalah tanpa solusinya. Jangan terburu-buru memvonis diri sendiri. Duduklah dengan tenang, hirup nafas panjang dan pejamkan mata. Ulang kembali semua kejadian yang membuat Anda gagal atau tidak mencapai target. Buat evaluasi pada catatan kecil dan langkah-langkah yang harus dan sudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah 7 tips inilah yang membuat anda akan selalu optimis dalam menjalankan kegiatan. selamat mencoba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/manajemenemosi.blogspot.com"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-4113830103896917973?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/4113830103896917973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/tips-ampuh-mengatasi-rasa-jenuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/4113830103896917973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/4113830103896917973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/tips-ampuh-mengatasi-rasa-jenuh.html' title='Tips Ampuh Mengatasi Rasa Jenuh'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S6DGDhyvXVI/AAAAAAAAAOg/AJOy5oo9l-Y/s72-c/jenuh1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-1109764974554494416</id><published>2010-03-15T19:25:00.009+07:00</published><updated>2010-03-15T20:07:53.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>Fakta tentang  Kidal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S54wTZwmk_I/AAAAAAAAAOY/qOXMs3LBlR0/s1600-h/kidalitukerenlarge.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S54wTZwmk_I/AAAAAAAAAOY/qOXMs3LBlR0/s320/kidalitukerenlarge.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448845709055267826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada yang tau ga persamaan dari Paul McCartney, Angelina Jolie, dan Presiden AS Obama ?Jawabannya, mereka semua kidal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidal adalah suatu kebiasaan kita yang selalu (lebih sering) menggunakan tangan kiri untuk melakukan pekerjaan, kaya nulis, makan, atau pegang sesuatu. Menurut The Left Handers Club, sebuah organisasi orang2 kidal tak pernah menganggap bahwa kidal itu adalah sebuah kelainan, tapi sebaliknya, mereka berkata kalo KIDAL itu adalah KEREN!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nih semua hal yang berhubugan dengan kidal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GARA-GARA USG?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe saat ini, nggak ada satupun dokter atau ilmuwan yang tau pasti apa penyebab kidal. Ada beberapa teori yang mencetuskan alasan kenapa seseorang bisa kidal, tapi kebenarannya belum teruji secara pasti.&lt;br /&gt;Menurut Fabiola Priscilla Setiawan, M.Psi., psikolog anak dan remaja, kidal terjadi kalo otak kanan seseorang lebih dominan dibanding otak kirinya.&lt;br /&gt;“Otak kanan itu mengatur bagian tubuh sebelah kiri, sedangkan otak kiri mengatur tubuh sebelah kanan. Orang yang lebih nyaman menggunakan tubuh sebelah kiri, termasuk tangan kiri, berarti otak kanannya yang lebih dominan,” Mbak Febi (ini panggilan akrabnya) menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa penyebabnya? Bisa jadi karena faktor lingkungan, kalo seorang anak emang dibiasakan pake tangan kiri dari kecil, atau bisa juga karena faktor genetis. “Kalo di satu keluarga ada yang kidal, kemungkinan ada anggota keluarga lain yang akan kidal juga. Misalnya anaknya, atau keponakannya,” ujar psikolog yang juga kidal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu yang melewati proses melahirkan yang sulit, dan yang terlalu sering melakukan USG saat sedang hamil, juga disebut-sebut sebagai hal yang menyebabkan kidal. Persalinan yang sulit menyebabkan bayi kekurangan oksigen di otak. “Terlalu sering USG juga dicurigai bisa menimbulkan perubahan di otak janin. Akibatnya, bayi yang dilahirkan jadi kidal,” bilang Mbak Febi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAGO GAMBAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara didominasi otak kanan, orang kidal jadi jauh lebih kreatif dibanding orang-orang yang biasa menggunakan tangan kanan. Otak kiri fungsinya mengatur hal-hal yang berhubungan dengan logika, sedangkan otak kanan mengatur hal-hal yang abstrak kayak seni, bahasa, musik, dan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itulah sebabnya, orang-orang yang kidal biasanya jago gambar. Jadi, nggak heran kalo banyak musisi, pelukis, aktor, dan seniman yang bertangan kidal,” kata psikolog yang berpraktek di Lembaga Psikologi Terapan UI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat otak kanan lebih dominan, anak-anak yang kidal juga biasanya punya daya khayal dan imajinasi yang tinggi, yang bikin mereka jadi lebih kreatif dibanding anak-anak bertangan kanan.&lt;br /&gt;Itu kelebihannya. Kalo kekurangannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak yang kidal biasanya lebih sensitif. Mereka juga cenderung nggak pede, apalagi kalo lingkungannya nggak menerima dia sebagai orang kidal. Penelitian menunjukkan kalo kompetensi orang yang kidal dan orang yang “normal” itu sebenarnya sama kok,” Mbak Febi menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKALI KIRI, TETAP KIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting nih! Kalo lo kidal, jangan sekali-kali berusaha untuk berubah jadi right-hander alias pengguna tangan kanan. Termasuk kalo disuruh oleh orang tua atau guru. Kalo dipaksain, efeknya justru bakal nggak bagus buat lo, baik secara psikologis maupun secara prestasi. Mbak Febi ngasih contoh lewat pengalaman pribadinya, “Waktu SD prestasi saya bagus, selalu masuk rangking. Tapi begitu duduk di kelas empat, saya nggak diijinkan masuk kelas kalo saya nggak belajar pake tangan kanan, termasuk nulis pake tangan kanan. Itu sulit banget buat saya. Nulis jadi lambat, mikir juga jadi nggak konsen. Apalagi kalo guru lagi mendikte catatan atau ngasih soal mencongak. Sejak itu, prestasi saya langsung drop,” bilang Mbak Febi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kidal yang maksain berubah jadi “normal” juga biasanya jadi lebih gampang cemas, tidur terganggu, nggak percaya diri, bahkan bisa jadi gagap. Hah?! Gagap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, ini biasanya terjadi pada anak yang sering diingatkan dengan cara yang keras, misalnya dibentak, untuk pake tangan kanan. Akibatnya dia jadi waswas, mau melakukan apapun jadi serba takut,” Mbak Febi menjelaskan.&lt;br /&gt;Kasus ini juga dialami oleh Raja Inggris King George VI yang jadi gagap dan dyslexia akibat dipaksa menggunakan tangan kanan, padahal dia aslinya adalah seorang kidal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tangan kanan dan tangan kiri kan dua-duanya ciptaan Tuhan. Nggak ada yang baik atau buruk. Yang penting, untuk hal-hal normatif kayak salaman, tetap dibiasakan pake tangan kanan. Tapi kalo untuk nulis atau ngelempar bola, ya silakan aja pake tangan mana yang menurut kamu paling nyaman. Inget deh, Tuhan itu nyiptain semua orang dengan kelebihan dan kekurangan. Dan, kidal itu bukan kekurangan!” tutup Mbak Febi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/unik77.blogspot.com"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-1109764974554494416?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/1109764974554494416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/fakta-tentang-kidal.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1109764974554494416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/1109764974554494416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/fakta-tentang-kidal.html' title='Fakta tentang  Kidal'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S54wTZwmk_I/AAAAAAAAAOY/qOXMs3LBlR0/s72-c/kidalitukerenlarge.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-970912926214311887</id><published>2010-03-14T12:59:00.002+07:00</published><updated>2010-03-14T13:08:59.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>Misteri Lukisan Bung Karno</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5x9N-DdBUI/AAAAAAAAAOQ/zIdGYPXsm-U/s1600-h/13010809.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 158px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5x9N-DdBUI/AAAAAAAAAOQ/zIdGYPXsm-U/s320/13010809.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448367328160712002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Museum bung karno yang terletak di blitar memiliki berbagai koleksi peninggalan bung karno, selain benda-benda yang bernilai sejarah yang erat kaitannya dengan bung karno, di museum yang tak pernah sepi pengunjung ini juga terdapat sebuah lukisan besar yang berukuran 150cm x 175cm yang bergambar bung karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita misteri keanehan Lukisan ini , menurut sejumlah orang yang pernah melihatnya adalah TAMPAK HIDUP, siapapun yang melihat lukisan ini sambil memusatkan konsentrasi serta pandangan terarah penuh dibagian jantung bung KARNO pada lukisan ini maka SEKETIKA NAMPAK BERGERAK, SEOLAH-OLAH BERDETAK SEPERTI LAYAKNYA ORANG SEDANG BERNAFAS. banyak pengunjung yang heboh karena menyaksikan lukisan ini seperti hidup. sejak saat itu lukisan ini menjadi obyek pertama yang didatangi pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Penjaga musseum Tanwir, didalam lukisan tersebut berdiam sosok gaib bernama jatoro suro sosok jin penunggu gunung kelud yang telah di takhlukkan bung karno. cerita ini berdasar pada penerawangan beberapa paranormal. dulu sebelum ada lukisan tersebut sosok jin penunggu lukisan tersebut bersemayam di dekat makam bungkarno dan bukanlah cerita misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon bung karno adalah seseorang yang gemar bermeditasi, pada saat melakukan ritual di gunung kelud, ada sosok makhluk halus yang menggodanya dan berusaha menggagalkan meditasinya, karena digoda tak mempan akhirnya jin ini menyerangnya, akhirnya terjadilah perkelahian di alam gaib yang pada akhirnya dimenangkan oleh bung karno, pada saat itulah akhirnya jin ini menjadi pengawal bungkarno. Jin ini sangat setia pada bung karno, saat bung karno meninggalpun jin ini tetp setia berada di samping makam nya bahkan terkadang jin ini merubah wujudnya menjadi bung karno. Fenomena ini asli fenomena alam gaib dan bukan rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eirhamdi.co.cc/2010/03/misteri-lukisan-bung-karno.html"&gt;&lt;br /&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-970912926214311887?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/970912926214311887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/misteri-lukisan-bung-karno.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/970912926214311887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/970912926214311887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/misteri-lukisan-bung-karno.html' title='Misteri Lukisan Bung Karno'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5x9N-DdBUI/AAAAAAAAAOQ/zIdGYPXsm-U/s72-c/13010809.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-2029577059759019868</id><published>2010-03-13T23:43:00.003+07:00</published><updated>2010-03-13T23:49:08.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><title type='text'>Fenomena Alay terhadap Multikulturalisme di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5vB7eY7QKI/AAAAAAAAAOI/IEuh7-k6UxE/s1600-h/n208397676068_4406.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5vB7eY7QKI/AAAAAAAAAOI/IEuh7-k6UxE/s320/n208397676068_4406.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448161401748799650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebutan kata “Alay” mungkin sudah tidak asing lagi didengar ditelinga kita sekarang. Dan akhir-ahir ini merupakan sebuah topik umum yang sering dibahas di manapun seiring dengan perkembangan remaja jaman sekarang. Nah, Mungkin untuk memulai tulisan ini, izinkan saya pertama-tama untuk mendefinisikan kata Alay itu sendiri, yang “mungkin” bagi beberapa orang masih belum mengetahui definisi alay tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alay pada dasarnya memiliki arti Anak LebAY, yang (menurut observasi saya) sebutan ini di dasari oleh anak-anak yang dijuluki sifat ini berperilaku berlebihan, mulai dari tingkahnya sampai tulisannya. Selain itu, Alay juga mempunyai arti Anak LAYangan yang didasari oleh adanya segerombolan anak-anak yang rambutnya berwarna merah tidak karuan seperti orang kebanyakan main layangan. Ini dikarenakan cat yang digunakan bukan cat rambut sehingga yang harusnya rambut menjadi bagus, malah menjadi jelek. Tapi, parahnya orang-orang Alay ini tidak sadar, dan menganggapnya bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang, sebelum saya membahas lebih jauh, saya akan memberi ciri-ciri orang Alay, agar anda tidak terjebak. Karna, yang sering terjadi, banyak orang yang menjelek-jelekan Alay, tanpa sadar bahwa dirinya sendiri adalah Alay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat Umum:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selalu merasa paling tahu tentang musik&lt;br /&gt;2. Tongkrongannya di pinggir jalan&lt;br /&gt;3. Di tempat umum, (seperti Mall, dll.) selalu membawa headset dari handphone untuk mendengarkan lagu&lt;br /&gt;4. Tidak tahu persis apa itu EMO tapi berlagak EMO&lt;br /&gt;5. Dengan alasan mengikuti trend, berpakaian terlalu berlebihan, sehinggan malah terlihat norak&lt;br /&gt;6. Kapanpun, dan dimanapun selalu foto-foto   &lt;br /&gt;7. Dan, dengan gaya kawaii pula (contoh: pipi digembungkan dengan jari di dekat mulut membentuk simbol “peace” dan di foto dari atas)  &lt;br /&gt;8. Buat cewek kerjaannya ngomongin cowok mulu! Begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;9. Sering buat status atau sejenisnya yang tidak penting di Facebook, atau jejaring sosial lainnya. Contoh: Otw ke kamar...!, Selesai Mandi..., dan lain-lain&lt;br /&gt;10. Kata /singkatan selalu diakhiri huruf z/s (cth : nama adalah talitra,dbuat jadi : talz. nama adalah niken,dibuat jadi qens..dsb!)&lt;br /&gt;11. foto di HP nya bisa mencapai ratusan lebih padahal cuman foto DIRINYA SENDIRI, dan yang lebih parah sampai meminjam hp temannya hanya untuk memotret dirinya sendiri.&lt;br /&gt;12. Diam-diam mengidolakan : kangen band, ST12, radja,dll&lt;br /&gt;13: Menggunakan kata-kata dalam Bahasa Inggris, tp Grammarnya salah.&lt;br /&gt;14. Di Facebook, Siblingnya sampai puluhan bahkan ada yang ratusan&lt;br /&gt;15. Namanya di Facebook narsis berat, seperti: RoyZz GuAn73nGzz, DeA iMoetS. Atau juga sebaliknya, contoh: aQuuWh cIi dodolz, sTuppiD lemOodH, dll&lt;br /&gt;16. Dan pastinya, tulisan mereka sok imut dan berciri khas huruf besar dan kecil, bahkan kadang disubsitusikan dengan angka, simbol, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, masih banyak lagi ciri Alay lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, tapi ciri diatas saya rasa cukup untuk mewakili ciri yang lainnya. Jika kita lihat dari ciri-ciri diatas, mungkin inilah ciri-ciri orang Alay yang sebenarnya, yang membuat kebanyakan orang malah menganggap orang-orang Alay ini sebuah proletariat, rendah, kotor, bahkan menjijikkan. Dan karena itu muncullah segala macam bentuk Diskriminasi, Ejekan, Hinaan, dll pada Alayers, baik itu di Dunia Nyata, maupun Di Dunia Maya. Alay bahkan sekarang malah seperti menjadi kasta paling rendah di bawah orang-orang yang tidak Alay/Normal yang memang patut dinjak-injak dan dihina-hina sehingga apapun yang orang Alay lakukan selalu dianggap najis dan kotor. Maaf, tapi ini sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa reaksi para Alay tersebut? Menurut mereka tidak ada yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang,  sepak terjang Alay di jaman sekarang ini, mungkin cukup menganggu bagi kita. Tapi jika ditelaah lebih dalam lagi, sebenarnya para Alay, hanyalah sebuah korban dari trend jaman. Mengapa saya bilang begitu? Bagaimana tidak. Jika dilihat dari cara pakaiannya, mungkin dalam hal ini penampilannya, para Alay berusaha untuk tidak ketinggalan trend saat ini. Tapi sayangnya, mereka malah tidak tahu bagaimana menempatkan trend itu, sehingga bukannya bagus, malah terkesan norak. Ditambah lagi para Alay tidak tahu pantas atau tidaknya ia berpenampilan seperti itu, sehingga ia dengan percaya dirinya tetap melangkah maju tanpa memperdulikan orang sekitar  yang (kebanyakan) menganggap dirinya norak dan berlebihan. Dan yang disayangkan lagi, Para Alayers ini selalu ketinggalan zaman, karna apa yang dianggap trend masa kini tersebut sudah basi dan telah menjadi “sampah” bagi para trendsetter sebelumnya, jadi tidak mengherankan jika ada yang menganggap orang Alay itu KOOL (Koalitas Orang Low CLass) bukannya cool. Tapi, seperti tulisan saya diatas, para Alay tetap menganggap tidak ada yang salah dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menurut saya pribadi, perilaku-perilaku Alay diatas (walau kebanyakan dari kita merasa terganggu) masih bisa ditolerir. Setiap orang punya hak untuk mengekspresikan dirinya dengab cara apapun, selama ia tidak menganggu orang lan dan kepentingan umum. Seperti yang saya katakan tadi, mereka hanyalah korban trend yang bisa dikatakan sudah basi/kuno di antara orang-orang yang gaul dsb. Sebenarnya, sifat-sifat Alay ini adalah suatu Multikulturalisme di Indonesia yang harus ditegakkan dan diakui di lingkungan sekitarnya. Dan bahkan bisa menjadi suatu kebudayaan Indonesia yang baru diantara berbagai macam kebudayaan yang lainnya. Ingat, pada dasarnya tujuan Alayers berperilaku dan berpenampilan seperti itu adalah agar dapat diakui di lingkungannya. Walau, caranya agak salah yaitu dengan meniru penampilan orang lain, dan bukannya menjadi “be your self”. Salah satu caranya, dengan membangun kepercayaan terhadap dirinya, dan lain sebagainya. Bukannya malah semakin memojokkan mereka dengan hinaan yang semena-mena sehingga malah membuat rasa percaya dirinya hilang. Ingat, salah satu ciri masyarakat multikultural adalah memiliki rasa saling menghormati terhadap perbedaan-perbedaan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai para Alay malah menjadi bermultikutralisme kritikal, dari empat jenis multikulturalisme lainnya seperti yang dikatakan oleh Parekh (1997: 183-185) yaitu kelompok budaya dominan (dalam hal ini orang normal/tidak Alay) memaksakan kebudayaannya kepada kelompok kebudayaan minoritas (dalam hal ini Alay) sehingga kelompok minoritas ini berbalik menantang budaya dominan dan menuntut untuk diakui. Tidak mau kan Indonesia rusuh hanya karena Alay? Biar bagaimanapun Alay juga salah satu generasi penerus Indonesia. Jika dari awal, mereka sudah ciut, bagaimana mungkin ia bisa membangun negeri tercinta kita ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akui, saya sendiri memang tidak suka Alay. Tapi dalam konteks yang berbeda tentunya. Saya bukan tidak suka dengan Subyeknya tapi lebih dari Obyek itu sendiri (dalam hal ini sifat Alay itu sendiri) Hal ini juga berlandaskan teori-teori kuat yang saya anut selama ini salah satunya dari Edward Sogorin, yaitu satu metode yang efektif untuk membuat sebagian besar orang untuk tetap berada pada jalur yang benar adalah melempar beberapa orang yang menyimpang keluar dari jalur. Sehingga hal tersebut membuat orang-orang di dalam jalur akan tunduk pada suatu kepatuhan tetapi pada saat yang sama mereka dalam kondisi yang eksklusif (Zanden; 1993; 134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan teori belajar sosial dari Bandura, yang menyatakan bahwa ketika individu melihat orang yang mereka kagumi sedang beraksi atau berperilaku yang dikatakan oleh masyarakat sebagai menyimpang maka individu tersebut akan mempolakan perilaku mereka sendiri seperti orang tersebut (Persell;1987;159) Juga teori Durkheim tentang anomie-nya yang menjadi landasan dalam perspektif ini. Anomi ini mengacu pada situsasi tanpa norma dan arah, sehingga kondisi tersebut tercipta. Dan akibat dari tidak selarasnya harapan kultural dengan kenyataan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun, kalau sifat Alay tadi resmi diterapkan untuk dijadikan kebudayaan nasional Indonesia, saya rasa sah-sah saja, asal tetap dalam norma-norma yang berlaku dan tidak melanggar kepentingan umum. Karena, sifat Alay yang diatas adalah sifat umum Alay yang sering kita lihat dengan kasat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tahukah anda masih ada satu jenis sifat Alay lagi yang sangat parah (dalam arti sebenarnya) dan untuk sifat Alay yang ini, saya pribadi menyatakan 100% tidak setuju untuk dijadikan salah satu Kebudayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat Alay Yang Tidak Kita Sadari (Karena ciri ini sebagian saya copas, maka mohon maaf jika penulisannya tidak EYD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Suka merusak sarana umum. Contoh: telepon umum, halte dll.&lt;br /&gt;2. Suka mencorat-coret atau nulis nama sekolah loe di tempat-tempat umum? (Gravity, Murral dll ngga termasuk karena itu seni)&lt;br /&gt;3.Suka punya barang abal (palsu), tapi loe ngakunya itu original.&lt;br /&gt;4. Suka godain cwe atau cwo yang ngga loe kenal.&lt;br /&gt;5. Suka nongkrong ditempat yang ngga jelas.&lt;br /&gt;6. Suka malak atau mengintimidasi orang.&lt;br /&gt;7. Suka menyelesaikan masalah dengan kekerasan, padahal hanya masalah sepele.&lt;br /&gt;8. Di acara musik, suka bgt moshing dng rusuhnya tangan dan kaki kemana-mana smp kena orang disekitarnya. [Tangan = Nyikut atau nonjok, Kaki = Nendang]&lt;br /&gt;9. Suka memamerkan HP dimanapun, padahal lagi ngga ada SMS atau telepon masuk dan hal penting lainnya.&lt;br /&gt;10. Bahasa yang digunakan sehari-hari kasar.&lt;br /&gt;11. Suka memakai aksesoris yang berfugsi sbg alat tawuran. [Contoh sabuk kopel]&lt;br /&gt;12. Motornya body dipretelin, diceperin dan dipasangin knalpot sok racing yang suaranya cempreng bgt.&lt;br /&gt;13. Suka membahayakan diri sendiri dengan mengoplos minuman keras dengan barang-barang yg tidak layak dikonsumsi.&lt;br /&gt;14. Orang yang cenderung berfikir pendek dan tidak memakai logika.&lt;br /&gt;15. Sok merasa paling tau tentang otomotif dan teknologi, tapi klo ditanya yang dia ngga tau dijawab dng asal.&lt;br /&gt;16. Suka ngambil buah di pohon punya tetangga tp ngga minta izin dulu.&lt;br /&gt;17. Suka menyelewengkan dana atau uang yang dipercayakan kpd dirinya [Seperti uang kas atau SPP/BP3]&lt;br /&gt;19. Suka meresahkan warga sekitar di tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;21. Memakai pakaian yang tidak sopan untuk bepergian k tempat umum atau acara formal/non-formal.&lt;br /&gt;23. Suka menjelek-jelekan aliran-aliran musik yang ngga termasuk kriteria aliran musik kesukaannya. Tidak menghargai jenis musik lain lah singkatnya..&lt;br /&gt;26. Tidak bisa ngehargain selera orang lain. [Baik fashion dan pilihan tempat nongkrong]&lt;br /&gt;27. Tidak respect dengan,&lt;br /&gt;a. Diri sendiri. [5 hari nggak mandi, makan sembarangan, ngeganja sembarangan, minum alkohol, gak melakukan safe sex, dll]&lt;br /&gt;b. Orang lain. [Ribut di tempat umum, nyerobot antrian dll]&lt;br /&gt;c. Lingkungan. [Buang sampah dan ngeludah dimana-mana]&lt;br /&gt;28. Pada saat lg minjem barang tmnya, barang yang temannya pinjamkan itu dia pamerin dan dengan bangga menyatakan itu kepunyaan dia kpd orang lain.&lt;br /&gt;29. Suka minta numb HP atau tlp ke cwe atau cwo cakep kenalan baru di media jejaring sosial seperti di FS atau Facebook dan Chatting [YM/MSN?GTalk]&lt;br /&gt;30. Klo cwe, jika pergi ke skul/kul atau pergi ke mall dandannya menor bgt dengan bedak yang tebel dng bawahan foundation yang cukup tebal juga [byar keliatan putih gitu], eyeliner, blushon dan lipstcik.&lt;br /&gt;31. Klo berantem loe suka bawa temen sekampung. [Ngga berani man to man tuh] Tidak berani menyelesaikan masalah sendiri.&lt;br /&gt;32. Suka ngepost Bulletin Board ngga penting di Friendster. [Cuma ngasih tau sekedar lagi OL atau OFF, curhat atau minta diadd FS yang lainya] *untung di FB ngga ada*&lt;br /&gt;33.biasanya para alay itu ga pede pake nama asli mereka.. mereka selalu pake nama samaran dgn gaya penulisan yg aneh2 .. n emg bener bgt klo fs itu uda jd sarangnya para alay.... let's keep our facebook free and clean from alay then..&lt;br /&gt;34. Kalo telpon suka, loudspeaker padahal di tempat umum&lt;br /&gt;35. Yang pasti, Alay sedikit menuju ke arah ketidaknormalan padahal dia normal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah membaca ciri diatas, nyadarkan bahwa Alay tak hanya sekadar tentang gayanya yang lebay, tulisannya yang gak jelas dan semacamnya. Jadi jangan sampai kita yang selalu menghina-hina Alay tapi tidak sadar kelakuan kita sendiri termasuk. Jadi, sudah saatnya kita berhenti untuk melakukan segala penghinaan dan diskriminasi terhadap para Alay. Kecuali, jika mereka memang menganggu ketentraman kita seperti ciri alay diatas....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-2029577059759019868?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/2029577059759019868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/fenomena-alay-terhadap.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/2029577059759019868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/2029577059759019868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/fenomena-alay-terhadap.html' title='Fenomena Alay terhadap Multikulturalisme di Indonesia'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5vB7eY7QKI/AAAAAAAAAOI/IEuh7-k6UxE/s72-c/n208397676068_4406.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-5259146950723522320</id><published>2010-03-12T19:24:00.009+07:00</published><updated>2010-03-15T19:23:45.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><title type='text'>Politik dan Anak muda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o2TRWzLWI/AAAAAAAAANY/LJyuEsOTBxc/s1600-h/PICT5269.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o2TRWzLWI/AAAAAAAAANY/LJyuEsOTBxc/s320/PICT5269.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447726403962482018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kata “Politik”, mungkin memang sudah tidak asing lagi didengar ditelinga kita. Sebuah kata dengan berbagai makna jika kita melihat dari berbagai aspek dan dimensi. Contohnya, jika kita sedang membicarakan bensin langka, atau ongkos angkutan umum naik, dan semacamnya. Secara tidak langsung, kita sudah berbicara mengenai politik. Mengajak generasi kita untuk peduli politik, mungkin tak semudah membalikkan telapak tangan. Malah bahkan ada yang bilang nyaris mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup wajar jika generasi kita sekarang ini acuh terhadap politik. Karena kebanyakan bagi generasi muda sekarang ini, menganggap politik sebagai inkarnasi dari segala hal yang membosankan dan tidak penting. Bahkan ada yang membuat perumpamaan bahwa politik, adalah obat tidur paling mujarab sedunia. Selain itu, selama ini sudah tertanam opini tentang politik yang identik dengan kebusukan, korup, menjijikkan, kotor dan lain sebagainya. Bagaimana tidak? Sepanjang sejarah negara ini, politik nyaris selalu tampil dalam tampang buruknya saja. Di era Orde Lama, politik digariskan sebagai panglima, tapi sekaligus menelan semua aspek kehidupan. Yang tidak berpolitik disisihkan. Yang jalur politiknya salah tamat riwayatnya. Ini pengalaman buruk pertama. Di era Orde Baru, politik digunakan hanya sebagai peranti penindas kebebasan. Ini pengalaman buruk kedua. Di era reformasi, politik jadi ajang sirkus yang hanya menghibur pelakunya. Ini pengalaman buruk ketiga. Jadi, tak ada alasan bagi pemuda untuk peduli terhadap politik. Pun kalo ada, apa untungnya? Sikut menyikutnya? Atau skandalnya barangkali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Politik tidak sekejam seperti yang dituduhkan dewasa ini. Pengertian politik sendiri secara sederhana mempunyai arti sebagai seni memperoleh dan pembagian kekuasaan, yang  pada ujungnya berwujud dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari realita yang ada, memang cukup kontras, Politik di negara kita ini memang masih berkutat dalam perolehan kekuasaan dan pembagiannya. Tapi saat proses pengambilan kekuasaan ini (yang merupakan komponen utama dari politik) yang sering “diselewengkan”. Pengambilan keputusan yang seharusnya memihak kepada kepentingan umum ini malah disalahgunakan untuk keuntungan pribadi. Dan inilah salah satu penyebab utama, mengapa politik kita mendapat stigma yang negatif di masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jika kita ingin membuka mata, sebenarnya apa yang kita tuduhkan pada politik kita ini tidaklah sepenuhnya benar. Perlu diketahui, politik disini berposisi sebagai objek. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan politik mendapat konotasi negatif adalah oknum-oknumnya, yang berposisi sebagai subjek. Jadi, pun jika ada yang harus disalahkan bukan si politik ini, tapi subjeknya itu sendiri. Dalam catatan yang melakukan skandal-skandal di dalam politik tadi. Dan inilah inti utama “kesalahkaprahan” kita terhadap politik. Sehingga politik dijauhi bahkan diabaikan. Dan tugas kita sebagai generasi penerus adalah meluruskan kesalahkaprahan yang sudah tertanam dan berakar lama dalam pandangan masyarakat ini. Bukannya malah ikut-ikutan menjauhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa harus politik? Dan mengapa generasi muda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Politik itu penting, jika diumpamakan secara kasar, tanpa politik takkan ada pemerintahan, tanpa pemerintahan takkan ada aturan, dan tanpa aturan akan terjadi kekacauan. Dan mengapa harus generasi muda? Seperti yang kita tahu, kita anak muda adalah sebagai generasi penerus bangsa ini. Yang mau tidak mau, terima tidak terima, pasti akan bersinggungan dengan politik. Jika diawal saja kita sudah mulai apatis, bagaimana untuk kedepannya? Ingat, disadari atau tidak, pemuda adalah kunci penting kemajuan suatu negara. Contohnya negara kita Indonesia. Para pemudalah yang memulai pergerakan nasional di negara kita, seperti Indische Partij dengan semangat persatuannya, PNI dengan perlawanan radikalnya, PI dengan semangat kemerdekaannya dan lain-lain. Partai-partai ini banyak pengikutnya karena mereka mempunyai cara propaganda yang sama yaitu, Politik. Masih belum cukup mengapa harus pemuda? Yang berinsiatif mengadakan kongres pemuda, juga pemuda Indonesia, yang akhirnya melahirkan sumpah pemuda seperti yang kita ketahui sekarang. Yang mendesak Ir. Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan juga pemuda. Sampai mereka harus menculik Ir. Soekarno ke rengasdengklok. Dan mungkin tanpa pemuda yang berperan, kemerdekaan  kita mungkin bukan pada tahun 1945, bisa saja beberapa tahun kemudian. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemudalah yang berperan membawa perubahan-perubahan besar terhadap bangsa kita ini, Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya perlu mengambil sikap peduli terhadap politik. Caranya tidak hanya dengan mengikuti pemilu saja yang notabene 5 tahun sekali itu, atau ikut-ikutan berdemo anarkis turun dijalanan. Kita juga tidak harus menjadi anggota parlemen untuk menunjukkan bahwa kita peduli politik, karna kita juga harus berbagi peran dalam kancah politik nanti, ada yang mengambil peran di bidang ekonomi, seperti enterpreneur, ada yang menjadi tokoh agama, atau bidang-bidang lainnya yang masih sangat terbuka. Tapi setidaknya, untuk anak muda seperti kita ini, minimal kita harus mengetahui perkembangan umum  politik di negara kita ini. Itu saja, yang penting jangan pernah sekali pun mengambil sifat acuh dalam politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang bilang, kalau kita anak muda dari generasi apatis. Mereka salah, kita dari generasi muda yang apatis dan manja. Kita , cuma bisa mengeluhdiam, dan berharap akan datangnya orang membantu kita. Tapi pada akhirnya, semua anak manja harus menjadi mandiri untuk kepentingan hidupnya. Dan kepentingan anak manja ini, pasti berhubungan dengan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mau berapa lama lagi kita seperti ini? mau berapa lama lagi kita ngomel di blog, karna guru gak becus ngajar? Mau berapa lama lagi kita marah-marah di status FB karna indonesia payah. Atau maki-maki mau pindah jadi warga negara lain karna indonesia dengan yang kita harapkan? Coba bayangkan, jika kita hidup di tahun 1945, apa kita yakin Indonesia bisa merdeka? Padahal waktu itu fasilitas mereka sangat minim jika dibandingkan dengan kita sekarang. Tapi mereka bisa terhubung jadi satu, karna kepentingan merdeka tiap orang, menjadi kepentingan bersama, energi yang sama bisa kita genggam detik ini. Kalau kita peduli dengan kepentingan yang lebih besar, karna kita mempunyai fasilitas yang jauh lebih maju. Jadi bagi saya, ini saatnya Indonesia didukung oleh anak-anak muda terbaik yang mau mementingkan bangsanya! Mau Indonesia maju kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Inspired By: &lt;a href="http://queenbeethemovie.com/home/"&gt;QB Movies&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-5259146950723522320?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/5259146950723522320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/politk-dan-anak-muda.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/5259146950723522320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/5259146950723522320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/politk-dan-anak-muda.html' title='Politik dan Anak muda'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o2TRWzLWI/AAAAAAAAANY/LJyuEsOTBxc/s72-c/PICT5269.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-2950891504756372337</id><published>2010-03-11T21:38:00.003+07:00</published><updated>2010-03-11T21:39:57.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><title type='text'>Yuk ngomongin KECOAK...!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5kAeo-VRFI/AAAAAAAAANQ/_-x_KlJBmJE/s1600-h/kecoak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5kAeo-VRFI/AAAAAAAAANQ/_-x_KlJBmJE/s320/kecoak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447385750676259922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Serangga berkaki enam dan berwarna kecokelatan ini memang sering membuat jijik orang yang melihatnya. Tapi tahu gak klo kecoak ini termasuk serangga yg sulit dibasmi loh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini saya akan memaparkan fakta-fakta tentang kecoak yg saya dpt dari berbagai sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecoak udah hidup sangat lama di bumi kita ini kira2 udah 300 juta tahun silam tanpa banyak berevolusi. Mungkin, serangga ini emang ditakdirkan buat bertahan hidup kali ya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, dia ini bisa idup di musim apapun, selain itu, kecoak bahkan lebih resisten terhadap radiasi dibandingkan dgn makhluk lain. Trus yg lebih mengejutkan lagi (saya sempet kaget juga denger fakta ini) pas bom atom dijatuhkan di jepang pada perang dunia 2 kecoak termasuk spesies yg selamat! Ini karena pembelahan sel di tubuh kecoak lebih lambat dari tubuh manusia yg menyebabkan dia lebih tahan dari radiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut George Beccaloni, sang pakar kecoak dari Natural History Museum, menyatakan bahwa Kecoak di bumi ini udah mencapai 4.500 spesies. Eeiiiit... tunggu dulu 4500 spesies ini yg udah di deskripsikan lo, sedangkan sisanya yg blom dideskripsikan atau ditemukan sekitar dua atau tiga kalinya! Bayangkan, berapa banyak kecoak-kecoak di bumi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O iya, kecoak-kecoak ini tersebar di hutan amazon, restoran, rumah sakit, dan yah seperti yg kita liat dirumah kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan kecoak yg lain dia msh bisa idup walau kepalanya udah gk ada! Ini karena kecoak gk perlu otak sebagai alat gerak tubuhnya, kecoak juga gk butuh kepala buat bernapas, dan kehilangan kepala juga gk membuat dia kehabisan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, walaupun begitu, kecoak tetap mati kehilangan kepala karna dia butuh kepala buat makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam bebas, kecoak menjadi santapan burung, mamalia kecil, dan amfibi. Tapi... klo udah di perkotaan dia hampir tak terkalahkan alias gk punya musuh! (eng-ing-eng!) kecuali klo anda memang sudah menyatakan perang terhadap kecoa dan akan membasmi kecoak with all cost..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecoak juga tahan banting, maksudnya kecoak tidak mudah mati jika dipukul sekali karena kecoak punya punggung yang memiliki pelindung yg kuat. Mungkin kecoak kelihatan sudah mati setelah dipukul tapi, selang beberapa menit kemudian kecoak pasti udah ngilang entah kemana seperti Avatar yg ilang pas kerajaan api memulai perang *mulai gk nyambung*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dibalik kehebatan2 kecoak yg tahan banting itu kecoak punya 1 kelemahan. Mereka (para kecoak) tdk mempunyai kemampuan untuk membalikkan badannya sendiri. Jadi, berhati-hatilah para kecoak2...! kelemahanmu telah diketahui oleh manusia maka mulai dari sekarang WASPADALAH...WASPADALAH....!*ngawur lagi*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, back to our main topic...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecoak juga mempunyai kemampuan berkembang biak, hewan ini tidak mengenal program KB yg telah diberikan pemerintah, karna dalam sebulan ia bisa menghasilkan kecoak junior lebih dari 40 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi kecoak juga termasuk hewan omnivora, mereka dapat makan apa saja kayak; lem, sisa makanan dapur, organisme mati (termasuk mayat manusia), bir, bahkan sesama kecoak! Makanya kecoak termasuk hewan kesayangannya Sumanto karna sifatnya yg hampir sama yaitu pemakan sesama*ngarang* O iya, dia juga makan feses loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecoak juga dapat mengkontaminasi makanan dgn bakteri dan penyakit, dan juga katanya dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan pemicu asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, menurut fakta bahwa kecoak adalah pembawa penyakit itu salah besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan menyatakan hanya 1 persen dari keseluruhan spesies kecoak yg membawa penyakit. Fakta ini dan beberapa keterangan sangat terperinci mengenai kelompok serangga yang biasa disebut Blattodea ini di dapat dari database yg diluncurkan oleh Natural History Museum , London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari pernyataan diatas timbul pertanyaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa sih manfaat kecoak di bumi ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah, kecoak manfaatnya cukup banyak loh, Kecoak itu termasuk sebagai bagian dari rantai makanan. Jadi, klo kecoak musnah, maka hewan pemangsa kecoak juga ikutan musnah dst. Trus, kecoak juga dapat membantu membersihkan lingkungan dari sisa2 organisme karna mereka pemakan segala. Selain itu, tahu gk jantung buatan di ilhami oleh kecoak loh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut lebih jelasnya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;“Para ilmuwan di india yg sedang mengembangkan teknologi jantung buatan menggunakan jantung kecoak sebagai model, sebuah prototype yg dihasilkan mampu memberikan sebuah jantung buatan yang lebih murah dan lebih bisa diandalkan untuk dicangkok dibanding dengan jantung buatan yang sekarang ada.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kunci utama jantung buatan tersebut berkaitan dengan sistem pernafasan kecoak yang sangat unik. Kecoak memiliki 13 bilik pemompa darah, sedang manusia hanya memiliki 4.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jika sebuah bilik jantung manusia tidak mampu memompa maka dia akan mendapatkan serangan jantung yang sangat fatal, tapi dengan jantung yang memiliki 13 bilik ini, jantung akan tetap mampu memompa meskipun 1 bilik mengalami kerusakan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jantung kecoak yang memiliki 13 bilik membuatnya mampu untuk tetap bertahan meskipun salah satunya mengalami kegagalan, tapi hal itu tidak bisa terjadi pada manusia. Model yang mereka buat berbasis pada sistem kerja jantung kecoak, dimana mereka membuat mekanisme tekanan menjadi lebih terperinci. Jadi meskipun salah satu bilik gagal, orang yang menggunakan jantung ini masih bisa hidup. Jantung buatan ini tidak menekan komponen lain (elemen pemompa) dan menggunakan tekanan yang rendah pada sel darah, ini kata Professor Sujoy Guha sang pemimpin tim penelitian.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;10 orang anggota tim penelitian di Indian Institute of Technology (ITT) yang berada di barat Bengal ini menghabiskan hampir 3 tahun waktunya untuk mengembangkan jantung buatan ini dengan menggunakan bahan metal dan plastik. Jantung buatan ini merupakan terobosan baru dan lebih maju dibandingkan dengan jantung buatan yang sekarang ada di pasaran, dimana pemompaan darah masih tergantung pada sebuah bilik.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ini adalah sebuah kemajuan tetapi merupakan satu hal yang rumit. Akan membutuhkan 3 tahun lagi untuk memasarkan produk ini. Saat ini produk ini sedang diujicobakan ke binatang, memerlukan beberapa tahun untuk dicobakan ke manusia, kata Professor Sujoy Guha lagi.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Diperkirakan harga jantung buatan ini bakal berkisar 100.000 rupee yang ampir sama dengan $2000. Ini 30 kali lebih murah loh dari jantung buatan yang ada dipasaran saat ini.”&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kecoak juga termasuk hewan yg mempunyai protein yg sangat tinggi dan bisa disantap bersama keluarga atau dgn orang terkasih! He..he..he.. Asal gk jijik aja yah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini saya dpt resep dari Mbak Dria Soetomo (sebagian post ini saya ambil dari dia, makasih infonya ya mbak..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KECOAK PANGGANG...!!! (eng-ing-eng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kecoak secukupnya (sesuai porsi anda dan kebutuhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bawang putih secukupnya juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Garam juga secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memasak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potong keenam kaki kecoak serta sayapnya. Buang bagian kepala. Buat irisan memanjang di bagian perut kecoak supaya bumbu meresap. Campur dengan bawang dan garam. Panggang hingga matang. Dan... Voila! Kecoak Panggang siap dimakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bg anda yg tidak tega membunuh apalagi memakan kecoa karna masih mempunyai rasa keprikecoa’an anda bisa menjadikan kecoak sebagai binatang piaraan di rumah, selain gk repot, mati satu muncul seribu. hehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-2950891504756372337?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/2950891504756372337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/yuk-ngomongin-kecoak.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/2950891504756372337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/2950891504756372337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/yuk-ngomongin-kecoak.html' title='Yuk ngomongin KECOAK...!!!'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5kAeo-VRFI/AAAAAAAAANQ/_-x_KlJBmJE/s72-c/kecoak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-8712803224901480078</id><published>2010-03-10T22:31:00.006+07:00</published><updated>2010-03-12T19:46:57.035+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoTips'/><title type='text'>Tips menghadapi Ujian Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o3nktjUXI/AAAAAAAAANg/64XVfQITnh8/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 237px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o3nktjUXI/AAAAAAAAANg/64XVfQITnh8/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447727852267196786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hehehe... akhirnya update  juga... Sebenarnya hari ini bingung mo mosting apa, tapi demi hidupnya blog ini saya akan berjuang untuk mencari bahan buat di posting. Dan akhirnya dapet juga pas lagi blogwalking &lt;a href="http://kangmaspandjie.blogdetik.com/2010/03/05/10-tips-saat-ujian/"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Karena bulan maret ini anak-anak sekolah yang kelas 3 nya bakal segera menghadapi ujian nasional, maka kali ini saya akan memberikan tips-tips untuk menghadapi ujian. Here it goes...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5fCfnV62-I/AAAAAAAAAM4/5HZ4IHlP6cY/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;terhadap perkembangan belajarmu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kondisi lingkungan&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;Sepuluh tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;span id="more-14"&gt;&lt;/span&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya.  Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Tenang dan percaya diri.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Bersantailah tapi waspada.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian.  Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya.  Pertahankan posisi duduk tegak.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal.  Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit.  Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Jawab soal-soal ujian secara strategis.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi.  Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;soal paling sulit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;memiliki nilai terkecil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah.  Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan.  Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan.  Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis.  Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama.  Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu.  Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil.  Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian.  Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan.  Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca.  Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal).  Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:'Verdana';font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Analisa hasil ujianmu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya.   Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu.  Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah.  Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Gimana? semoga tipsnya bermanfaat. Bagi yang mau Ujian nanti, saya ucapin semoga berhasil dan sukses menghadapi Ujian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asta La Vista...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-8712803224901480078?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/8712803224901480078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/tips-menghadapi-ujian-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/8712803224901480078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/8712803224901480078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/tips-menghadapi-ujian-nasional.html' title='Tips menghadapi Ujian Nasional'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o3nktjUXI/AAAAAAAAANg/64XVfQITnh8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-4544813384319752927</id><published>2010-03-09T18:44:00.006+07:00</published><updated>2010-03-09T21:21:20.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>Elcio @ Reel Part 2</title><content type='html'>Hari yang ditunggu pun tiba, hari dimana saya, anak Elcio, dan bacang lainnya, berangkat ke bukit Reel dengan konvoi menggunakan motor beramai-ramai pada pagi itu. Perlu diketahui, setelah TEP sakit, saya mencari pengganti panitia lain. Dan panitia itu adalah.....&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;Fariz Tole&lt;/span&gt; dan&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;Fiqrie&lt;/span&gt;. Walau saya tahu meminta mereka menjadi Panitia adalah sia-sia, tapi apa salahnya mencoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pertama adalah cek perlengkapan. Ini perlu, karena di bukit nanti tidak ada yang namanya warung atau semacamnya. Jadi, jika ada bacang yang tidak membawa barang, kami masih bisa mencari penggantinya. Dan setelah cek perlengkapan, kami  pun berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5EwAaD5I/AAAAAAAAALA/nTIQIvU3w8I/s1600-h/S4021275.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5EwAaD5I/AAAAAAAAALA/nTIQIvU3w8I/s320/S4021275.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446603553120063378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5FQt2KJI/AAAAAAAAALI/y8Ljs1_EexI/s1600-h/S4021278.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5FQt2KJI/AAAAAAAAALI/y8Ljs1_EexI/s320/S4021278.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446603561900583058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Cek perlengkapan sebelum berangkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekitar 40 menit perjalanan, akhirnya kami sampai ke tujuan. Setelah parkir motor, kami langsung menuju lokasi bukit Reel. Sesampai disana, sesuai dengan renlap, bacang di suruh pemanasan terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Perlu diketahui, PJ pemanasan adalah Tole.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5FwYLOGI/AAAAAAAAALQ/q1KScL2-Ju0/s1600-h/S4021285.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5FwYLOGI/AAAAAAAAALQ/q1KScL2-Ju0/s320/S4021285.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446603570399623266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Pemanasan sebelum kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemanasan, kami langsung ke lokasi utama kegiatan. Puncak bukit Reel. Kemudian para bacang kami suruh membuat Bivak, sedangkan saya dan Andi memeriksa kembali rute penjelajahan mini yang telah kami pasang beberapa hari yang lalu. Sisa dari kami turun kebawah untuk berjaga-jaga (kecuali Fiqrie karena saya suruh mengawasi bacang) sambil menunggu Bivak selesai dibuat. Setelah saya dan Andi selesai mengecek rute, kami berdua menuju ke tempat Adien dan Tole berjaga. Dan apa yang terjadi? Mereka malah dengan bodohnya main kartu Yugioh. Bayangkan, di tengah hutan rimba seperti itu sempat-sempatnya mereka berdua main Yugi Oh. Memang, saat itu dikelas kami sedang marak-maraknya permainan kartu Yugi Oh. Bagi yang mau tahu ceritanya &lt;a href="http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/saat-wabah-yugi-oh-melanda.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi, melihat Adien dan Tole main kartu Yugi Oh, tidak tinggal diam. Bukannya melarang, ia malah menantang Tole berduel dengannya. Andi memang berambisi mengalahkan Tole kali ini, setelah dikalahkan Tole 3 kali berturut-turut beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5GSRvyDI/AAAAAAAAALY/2ots6yrhJQ4/s1600-h/S4021334.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5GSRvyDI/AAAAAAAAALY/2ots6yrhJQ4/s320/S4021334.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446603579499464754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sang duelist sejati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sedang sibuk berduel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekitar jam 12 siang, tepat di saat bivak selesai dibuat. Kami bersama bacang makan siang bersama diatas bukit. Karena kebetulan sisa makanan dari bacang masih banyak, maka kami dengan tanpa rasa malu sedikitpun meminta kepada bacang. Karena saat itu bekal makanan yang kami bawa sudah habis dimakan tadi. Alhasil, satu panci indomie + kornet kami hantam berempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5IdAhdZI/AAAAAAAAALg/4YaaLBAgbDU/s1600-h/S4021358.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5IdAhdZI/AAAAAAAAALg/4YaaLBAgbDU/s320/S4021358.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446603616739751314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Makan siang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan siang, kegiatan di lanjutkan kembali. Yaitu pembongkaran Bivak, setelah itu dilanjutkan penjelajahan mini di sekitar lokasi bukit Reel. Sedangkan Saya, Adien, dan Fiqrie berjaga di End Point. Setelah kira-kira menunggu selama 15 menit, akhirnya para Bacang sampai ke End Point. Setelah itu, mereka kami suruh membuat Shelter. Sedangkan kami? Main Yugi Oh lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y8KWSgBWI/AAAAAAAAALo/n510Fd0Ll7c/s1600-h/S4021410.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y8KWSgBWI/AAAAAAAAALo/n510Fd0Ll7c/s320/S4021410.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446606947830728034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penjelajahan mini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kurang lebih 60 menit, akhirnya Shelter pun jadi. Kegiatan selanjutnya adalah Bakti Sosial, yaitu memunguti seluruh sampah yang ada di sekitar bukit. Dan setelah selesai, saatnya peringanan beban. Yang artinya, menghabiskan seluruh makanan yang ada di dalam ransel oleh para bacang. Yang pada kenyataannya malah kami yang banyak makan. Setelah kenyang, barulah kami berfoto ria untuk dokumentasi kegiatan. Dan setelah selesai Shelter pun di bongkar. Kemudian kami pun pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kenang-kenangannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y8N9aC_XI/AAAAAAAAAMI/cwSwCnzOTFs/s1600-h/S4021428.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y8N9aC_XI/AAAAAAAAAMI/cwSwCnzOTFs/s320/S4021428.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446607009870970226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y8MzSTcZI/AAAAAAAAAMA/Nf4azwyqA5k/s1600-h/S4021427.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y8MzSTcZI/AAAAAAAAAMA/Nf4azwyqA5k/s320/S4021427.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446606989974270354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Foto bareng di Shelter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5ZWmV9VxmI/AAAAAAAAAMQ/hLxjs-o03Es/s1600-h/S4021434.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5ZWmV9VxmI/AAAAAAAAAMQ/hLxjs-o03Es/s320/S4021434.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446636016080635490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5ZWm0LB0AI/AAAAAAAAAMY/JJuIJd0qVEc/s1600-h/S4021433.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5ZWm0LB0AI/AAAAAAAAAMY/JJuIJd0qVEc/s320/S4021433.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446636024191111170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto-foto dulu sebelum pulang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5ZWnSv9vGI/AAAAAAAAAMg/WjQCbMOr9jE/s1600-h/S4021455.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5ZWnSv9vGI/AAAAAAAAAMg/WjQCbMOr9jE/s320/S4021455.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446636032399096930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nemu sungai pas dijalan jadi istirahat dolo, hehehe....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5ZWnwEbmbI/AAAAAAAAAMo/TphK5LbEwy8/s1600-h/S4021454.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5ZWnwEbmbI/AAAAAAAAAMo/TphK5LbEwy8/s320/S4021454.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446636040269568434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Perjalanan pulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5ZWoFuzEJI/AAAAAAAAAMw/1MbL6MI_l8c/s1600-h/S4021462.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5ZWoFuzEJI/AAAAAAAAAMw/1MbL6MI_l8c/s320/S4021462.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446636046084411538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di parkiran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu postingan kali ini, tunggu cerita kami selanjutnya hanya di &lt;a href="www.psychosocial.blogspot.com"&gt;PsychoSocial&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Au Revoir....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-4544813384319752927?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/4544813384319752927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/elcio-reel-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/4544813384319752927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/4544813384319752927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/elcio-reel-part-2.html' title='Elcio @ Reel Part 2'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5Y5EwAaD5I/AAAAAAAAALA/nTIQIvU3w8I/s72-c/S4021275.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-5192867929817810850</id><published>2010-03-08T18:37:00.007+07:00</published><updated>2010-03-12T19:48:37.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opportunity'/><title type='text'>A.W.Surveys: Get dollar with easy way</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o379mn-jI/AAAAAAAAANo/3l-N-vAotC4/s1600-h/awsurveys.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o379mn-jI/AAAAAAAAANo/3l-N-vAotC4/s320/awsurveys.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447728202546412082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Postingan kali ini, saya akan memberikan informasi tentang dapetin dollar dengan mudah... Caranya gampang dan bisa dilakukan semua orang. Program ini bukan dengan cara memasang iklan, melainkan dengan survey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, nama program ini &lt;a href="http://www.awsurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=Psychosocial"&gt;A.W.Surveys&lt;/a&gt;. Adalah website yang memberi kesempatan pada membernya untuk mensurvey, web-web yang sudah mereka tentukan sebelumnya. Nah, enaknya tiap survey yang kita lakukan ada bayarannya tersendiri, terkadang untuk sekali survey, kita bisa dapat $4 dan sebagainya, tergantung dari survey yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya tertarik untuk ikut adalah, kita mendapat $6 saat sign up. Selain itu, survey yang diberikan tidak hanya 1-2 survey, tapi dari 5-6 survey sekaligus. Jadi. hitung aja kalo sekali survey $4 dikalikan 5 jadi $20 tambah bonus dari sign up tadi jadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;$25!&lt;/span&gt; lumayan kan, awal2 udah dapat segitu. Dan untuk mengetahui survey berikutnya akan diberi tahukan melalui via email.  Nah, selama menunggu survey berikutnya, inilah saatnya kita mengajak teman-teman kita untuk ikut bergabung. Karna tiap orang yang bergabung di akun kita berharga $1.25. Lumayan kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembayarannya ada 3 cara. Pertama, melalui USPS (untuk yang di amerika). Dan yang kedua menggunakan &lt;a href="http://www.blogger.com/www.paypal.com"&gt;Paypal&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.blogger.com/alertpay.com"&gt;AlertPay&lt;/a&gt; gimana? tertarik kan? kalo mau daftar langsung aja &lt;a href="http://www.awsurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=Psychosocial"&gt;klik disini!&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span class="style1" style="font-weight: 700;font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-5192867929817810850?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/5192867929817810850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/awsurveys-get-dollar-with-easy-way.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/5192867929817810850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/5192867929817810850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/awsurveys-get-dollar-with-easy-way.html' title='A.W.Surveys: Get dollar with easy way'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o379mn-jI/AAAAAAAAANo/3l-N-vAotC4/s72-c/awsurveys.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-6808178342479985259</id><published>2010-03-07T13:54:00.003+07:00</published><updated>2010-03-07T14:27:16.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>Elcio @ Reel Part 1</title><content type='html'>Dalam rangka mempererat keakraban dan rasa kebersamaan antara Anggota SISPALA dan Bacangnya, maka beberapa waktu yang lalu, SISPALA mengadakan kegiatan “Pengenalan Alam” untuk bacang-bacangnya. Yang kegiatannya sendiri diadakan di bukit Reel, di daerah sekitar Siantan. Nah, kegiatan SISPALA kali ini memang cukup berbeda, dikarenakan panitia-panitianya bukan anggota SISPALA, melainkan anak-anak Elcio. Beberapa hari sebelum kegiatan, saya bersama Andi, TEP, dan Adien, mengadakan survei terlebih dahulu ke bukit tersebut sekaligus pemasangan String Lane untuk penjelajahan mini  nanti. Langit memang agak mendung pada hari itu. Maka setelah sampai, Adien dan Andi memutuskan untuk membawa jas hujan, agar tidak kehujanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami memasang String Lane, hujan mulai turun. Adien dan Andi pun bergegas memakai jas hujannya. Dalam rute penjelajahan mini tersebut, kami juga melewati beberapa kuburan tua, yang diberi banyak sesajen yang bermacam-macam. Dari yang tradisional sampai modern. Dari buah-buahan, sampai susu kotak yess! Sajen yang tidak biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kembali berjalan lagi, dengan Adien dan Andi memakai mantel tentunya. Kami sampai di rute dimana kami harus naik bukit untuk memasang String Lane. Sebenarnya, bukitnya tidak cukup sulit untuk didaki, tapi berhubung saat itu hujan, yang otomatis membuat tanah di bukit tersebut malah menjadi licin. Akhirnya kami memutuskan untuk naik satu persatu. Walau dengan susah payah (karena tanah yang licin), akhirnya saya berhasil naik, disusul dengan TEP. Tapi malang Andi, karena memakai jas hujan, Andi malah kesusahan mendaki, dan terpeleset beberapa kali. Dan bahkan hampir masuk jurang! Begitu pula Adien, belum naik saja, ia sudah dikagetkan dengan kalajengking biru yang tiba-tiba muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya melakukan sesuatu, si Adien malah berteriak histeris melihat kalajengking tersebut, dan tidak mau naik ke bukit. Akhirnya, kami malah terpaksa turun lagi untuk membujuk Adien naik, sekaligus membuang kalajengking tersebut tentunya setelah di foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk yang kedua kalinya, kami naik kembali ke atas dengan susah payah. Adien yang badannya paling besar, adalah orang paling menderita saat mendaki. Ia terpeleset berkali-kali, dan tidak bisa naik sendiri. Akhirnya dengan didorong oleh Andi dari belakang dan ditarik oleh saya dari atas. Akhirnya Adien bisa naik dengan selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAPI,&lt;br /&gt;Masalah kembali muncul, kami malah lupa memasang String Lane di rute pendakian tadi. Karena tidak ada yang mau turun kembali ke bawah, terpaksa saya yang turun tangan. Mantap! 3 kali turun naik bukit dalam sehari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, akhirnya kami melanjutkan kembali pemasangan String Lane kembali di rute berikutnya.  Dengan baju yang sudah basah kuyup dan badan yang sudah babak belur tentunya. Termasuk Andi dan Adien, mantel yang mereka kenakan, sama sekali tidak membantu, malah membuat ia kesulitan saat mendaki bukit tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rute pendakian tadi adalah rute utama penjelajahan, maka setelah pendakian tadi, rute yang kami lalui tidak terlalu sulit, walau medan yang kami lalui terdapat cukup banyak jurang. Dan akhirnya, kami sampai juga ke End Point, tempat Finish Penjelajahan tersebut.&lt;br /&gt;Setelah itu, kami pulang setelah puas berfoto-foto di bukit tersebut. Sebenarnya sih fotonya mo saya aplot disini, tapi berhubung fotonya bukan saya yg megang jadi gk bisa deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata pendakian kemarin memakan korban. Keesokan harinya TEP langsung terkena sakit tipes dengan suhu badan 38 derajat. Huhuhu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu Part 2 dari cerita ini pada posting berikutnya...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-6808178342479985259?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/6808178342479985259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/elcio-reel-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6808178342479985259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6808178342479985259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/elcio-reel-part-1.html' title='Elcio @ Reel Part 1'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-5478150059363818493</id><published>2010-03-06T13:18:00.006+07:00</published><updated>2010-03-24T20:32:18.821+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About'/><title type='text'>Saat Wabah Yugi Oh Melanda</title><content type='html'>Sindrom ini berawal dari kebosanan Genk Elcio dalam menjalani Classmeeting yang membosankan. Bagaimana tidak membosankan? Bayangkan, seluruh siswa harus datang jam 7 pagi tepat dan tidak boleh terlambat atau dicatat. Mau bolos, di absen sama ketua kelas. Dan yang lebih suck lagi, pulangnya sampai jam 11. Sebelum jam 11, pagar di kunci sama pak Satpam. Bayangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pada suatu hari, Adien datang kesekolah membawa kartu Duel Master (kekanak-kanakan yah?) dan bermain ber sama Danny, anak kelas sebelah. Melihat ini, Genk Elcio pun penasaran. Namun karena permainan kartu Duel Master ini tidak banyak dikuasai oleh anak-anak Elcio, permainan ini kurang laku. Lalu kemudian entah siapa yang mulai, tiba-tiba beberapa anak Elcio sepakat untuk membawa kartu Yugi Oh, karena selain banyak dari anak Elcio yang tahu permainan tersebut, mereka juga ada Deck kartu Yugi Oh. Dan keesokan harinya, mulailah anak Elcio yang bermain kartu Yugi Oh dikelas. Awalnya memang hanya sedikit, tapi makin lama malah semakin ramai. Anak-anak yang dulunya hanya meminjam deck-deck anak yang lain mulai membeli  decknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan lokasi bermain Yugi Oh sendiri tidak tentu. Terkadang di bawah lantai kelas, di atas meja, atau bahkan di pojokan dinding. Pernah suatu hari kelas XII Try Out selama 3 hari, yang otomatis seluruh kelas dipakai untuk Try Out. Dan selama 3 hari itu, semua anak-anak mengungsi untuk bermain Yugi Oh di Musholla. Awalnya hanya di Serambi saja, tapi karena semakin ramai, bahkan sampai masuk-masuk kedalam Musholla. Sampai-sampai seluruh Musholla penuh hanya untuk bermain kartu Yugi Oh. Dan bahkan ada yang sampai berduel di dekat mimbar segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindrom bermain Yugi Oh tidak berakhir sampai Classmeeting aja. Pada saat pembagian Rapot saja, Andi dan Orsan masih sempat-sempatnya bermain di saat menunggu orang tua datang. Bahkan saking ngetopnya, malah sampai ada yang buat kartu Yugi Oh pake yugiohcardmaker kayak ini nih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H3GSWFSQI/AAAAAAAAAKw/YG65LKIF9_8/s1600-h/21069_1224986913086_1481424488_30707895_1322152_n.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H3GSWFSQI/AAAAAAAAAKw/YG65LKIF9_8/s320/21069_1224986913086_1481424488_30707895_1322152_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445405111843375362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H3GCSLYUI/AAAAAAAAAKo/3FqYIbl11T0/s1600-h/18574_106334306050272_100000211100743_163572_1764635_n.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H3GCSLYUI/AAAAAAAAAKo/3FqYIbl11T0/s320/18574_106334306050272_100000211100743_163572_1764635_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445405107532030274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H3F5UUThI/AAAAAAAAAKg/CFUXLImstrY/s1600-h/16956_1153448328405_1593584325_30346422_7200640_n.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H3F5UUThI/AAAAAAAAAKg/CFUXLImstrY/s320/16956_1153448328405_1593584325_30346422_7200640_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445405105125084690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini beberapa foto anak Elcio yang sedang asyik berduel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H2yoLm2GI/AAAAAAAAAKY/5vcosZ6ljjc/s1600-h/DSCN1240.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H2yoLm2GI/AAAAAAAAAKY/5vcosZ6ljjc/s320/DSCN1240.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445404774107633762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H2yCMTlRI/AAAAAAAAAKQ/OdztCy5OFrM/s1600-h/DSCN1233.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H2yCMTlRI/AAAAAAAAAKQ/OdztCy5OFrM/s320/DSCN1233.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445404763910018322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H2xXZY6pI/AAAAAAAAAKI/eEJUEoAtaZY/s1600-h/DSCN1232.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H2xXZY6pI/AAAAAAAAAKI/eEJUEoAtaZY/s320/DSCN1232.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445404752422169234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya udah deh, sekian dulu postingan kali ini. Sampai jumpa di Postingan berikutnya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-5478150059363818493?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/5478150059363818493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/saat-wabah-yugi-oh-melanda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/5478150059363818493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/5478150059363818493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/03/saat-wabah-yugi-oh-melanda.html' title='Saat Wabah Yugi Oh Melanda'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5H3GSWFSQI/AAAAAAAAAKw/YG65LKIF9_8/s72-c/21069_1224986913086_1481424488_30707895_1322152_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-439819555154484834</id><published>2010-02-28T15:21:00.005+07:00</published><updated>2010-02-28T15:43:09.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><title type='text'>Ebony and Ivory; Sebuah Filosofi</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Ebony and ivory live together in perfect harmony&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Side by side on my piano keyboard, oh lord, why don't we?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar lirik lagu diatas? Akhir-akhir ini, entah mengapa telinga saya selalu terngiang-ngiang lagu Ebony and Ivory-nya Paul McCartney dan Stevie Wonder. Padahal lagunya baru denger sekali pas ada orang nyetel, tapi kok serasa familiar sekali ditelinga, karna penasaran, saya cari deh tu lagu di Internet dan didengerin terus tiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, udah hampir sebulan saya nyanyi-nyanyi lagu itu terus. Tapi, setelah sekian lama saya nyanyikan, saya malah jadi penasaran sendiri, apa sih maksud dari lirik lagu ini sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Ebony and Ivory live together in perfect harmony”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya juga bingung maksudnya apa, Ebony kan kayu yang warnanya hitam itu. Sedangkan Ivory sendiri adalah gading gajah. Terus apa hubungannya? Kok di lirik lagu ini dia bisa bilang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“live together in perfect harmony.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut akhirnya saya ngerti juga, ternyata, lagu ini menyiratkan pesan yang sangat dalam tentang perbedaan. Coba kita lihat dari Ebony. Ebony adalah kayu berwarna hitam sejati. Sedangkan, Ivory, seperti yang kita tahu, adalah gading gajah, yang bentuk fisiknya sudah jelas, berwarna putih bersih. Banyak konflik-konflik yang terjadi disekitar kita disebabkan oleh perbedaan bukan? Padahal, perbedaan itu, bukan untuk dipertentangkan. Coba kita lihat dari Ebony dan Ivory tadi, walau secara fisik, mereka sangat bertolak belakang, tapi jika mereka disatukan akan tampak benar-benar indah. Pernah lihat gajah pahatan yang warnanya hitam? Itu adalah perpaduan dari Ebony dan Ivory tadi. Indah bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4oq22iYvvI/AAAAAAAAAJA/IDGTuz6uUJQ/s1600-h/img_124670_48a0882076f877aced3808dd1b7d656f.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 247px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4oq22iYvvI/AAAAAAAAAJA/IDGTuz6uUJQ/s320/img_124670_48a0882076f877aced3808dd1b7d656f.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443210221471710962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gajah pahatan (Elephant carving)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;“We all know that people are the same where ever we go&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;There is good and bad in ev'ryone,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;We learn to live, we learn to give&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;Each other what we need to survive together alive.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sudah saatnya kita memandang perbedaan itu adalah suatu anugrah dan bukan untuk dipertentangkan. Lihat negara kita ini, berbagai macam suku budaya berkumpul menjadi satu dalam sebuah negara. Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo yang belum pernah denger, ini video clipnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/TZtiJN6yiik&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/TZtiJN6yiik&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita bangga dengan negara kita yang penuh dengan perbedaan ini. Tak banyak negara yang mempunyai berbagai adat dan budaya sebanyak kita. Ingat kan, mengapa Bahasa Indonesia disebut bahasa persatuan? Karena banyaknya berbagai macam bahasa dinegeri ini. Maka bahasa Indonesialah yang menyatukannya sebagai bahasa komunikasi yang ‘netral’ bagi berbagai suku di bangsa kita ini. Dan tak banyak juga negara lain yang mempunyai bahasa yang solid di negaranya. Malaysia contohnya, di negara mereka, bahasa yang dipakai malah Melayu, yang malah di negara malah di sebut bahasa daerah bukan? Contoh yang lain Singapura, mereka malah memakai dua bahasa sekaligus, Inggris dan Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loh, kok jadi ngelantur? Ok, back to topic...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang di sampaikan oleh lagu ini juga semakin kuat karena dinyanyikan juga oleh dua orang penyanyi yang berbeda latarbelakang dan fisik. Paul McCartney, seorang berkebangsaan Amerika berkulit putih (yang menurut saya mungkin disimbolkan sebagai Ivory), sedangkan Stevie Wonder sendiri orang berkulit hitam, dan buta (Ebony). Tapi, mereka bisa berduet bersama menyanyikan lagu Ebony and Ivory yang malah menjadi lagu legendaris sampai sekarang. Ini membuktikan, perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tapi  jika disatukan malah menjadi suatu yang indah. Seperti Ebony dan Ivory ini....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;“Ebony, ivory living in perfect harmony....&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Ebony, ivory living in perfect harmony....&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Ebony, ivory living in perfect harmony....”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-439819555154484834?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/439819555154484834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/02/ebony-and-ivory-sebuah-filosofi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/439819555154484834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/439819555154484834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/02/ebony-and-ivory-sebuah-filosofi.html' title='Ebony and Ivory; Sebuah Filosofi'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4oq22iYvvI/AAAAAAAAAJA/IDGTuz6uUJQ/s72-c/img_124670_48a0882076f877aced3808dd1b7d656f.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-3492312754589107789</id><published>2010-02-27T21:00:00.011+07:00</published><updated>2010-02-27T21:56:02.940+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Social'/><title type='text'>Urgent: SAVE Our PALESTINE!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Oke, langsung aja ya, jadi pas saya lagi blogwalking di sebuah blog, nemu banner kayak gini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kl_azlbcI/AAAAAAAAAHo/rER4-l9nU-o/s1600-h/banner-palestine-blog.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kl_azlbcI/AAAAAAAAAHo/rER4-l9nU-o/s320/banner-palestine-blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442923396111625666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;oke, bagi yang masih bingung, biar saya jelasin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gini, ceriagames, bekerjasama dengan PMI mengadakan program bernama &lt;a href="http://ceriagames.com/support_palestine"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"1 klik dari anda Rp. 100 rupiah dari kami untuk palestina"&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Tujuannya sudah tentu untuk membantu rakyat palestina sekarang yang sedang berada dalam krisis perang. Yah... Seperti yang kita tahu sekarang lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jadi tujuan program ini hanya ingin meraup para visitor untuk mengunjungi web tersebut, hingga tercapai dana Rp. 100.000.000,00 (Seratus juta rupiah) dan apabila sudah tercapai, maka program ini akan diakhiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Terus kita ngapain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gampang, kita cuma perlu mengajak teman-teman kita (termasuk kita juga) untuk memasang link&lt;strong&gt; http://ceriagames.com/support_palestine&lt;/strong&gt;  di forum, chat, e-mail, situs jejaring sosial yang kita miliki. Atau bagi yang punya web atau blog sendiri memasang banner seperti diatas yang dapat di ambil di &lt;a href="http://ceriagames.com/support_palestine"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah saya cantumkandi blog saya hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, serious mode on...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, tunggu apa lagi, jangan terlalu banyak pikir panjang hanya untuk membantu saudara kita disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;They need our help...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;“When dealing with people, remember you are not dealing with creatures of logic, but creatures of emotion.” &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Dale Carnegie)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Tugas kita tidaklah berat, kita hanya perlu meluangkan sedikit waktu dan ruang di blog kita untuk mencantumkan backlink tersebut disana. Sudah saatnyalah kita peduli akan penderitaan mereka disana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And I think, this is the easy one...  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4ktkaHN3EI/AAAAAAAAAHw/-N8o416fnm0/s1600-h/btre4bs10ob00btre4bs10ob00i30556320.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4ktkaHN3EI/AAAAAAAAAHw/-N8o416fnm0/s320/btre4bs10ob00btre4bs10ob00i30556320.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442931728162085954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kt4FA6LOI/AAAAAAAAAI4/sXj2MHftfZQ/s1600-h/mtfh13154jer32i30553020.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 228px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kt4FA6LOI/AAAAAAAAAI4/sXj2MHftfZQ/s320/mtfh13154jer32i30553020.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442932066095869154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kt3CP40CI/AAAAAAAAAIo/I_bEbmy_Wvw/s1600-h/image008.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 275px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kt3CP40CI/AAAAAAAAAIo/I_bEbmy_Wvw/s320/image008.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442932048173518882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kt26wTQoI/AAAAAAAAAIg/4D6FHiOXw2E/s1600-h/image007.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 264px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kt26wTQoI/AAAAAAAAAIg/4D6FHiOXw2E/s320/image007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442932046161986178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kt2qgLYMI/AAAAAAAAAIY/CBFVUz_colc/s1600-h/image006.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 218px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kt2qgLYMI/AAAAAAAAAIY/CBFVUz_colc/s320/image006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442932041799393474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4ktlgpaC6I/AAAAAAAAAIQ/7K1yw5DnnKg/s1600-h/image004.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 270px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4ktlgpaC6I/AAAAAAAAAIQ/7K1yw5DnnKg/s320/image004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442931747095972770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4ktlf63SOI/AAAAAAAAAII/MqMJeFVBifc/s1600-h/image003.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 211px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4ktlf63SOI/AAAAAAAAAII/MqMJeFVBifc/s320/image003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442931746900756706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4ktlOmMMnI/AAAAAAAAAIA/3n-nM4XflTo/s1600-h/image002.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4ktlOmMMnI/AAAAAAAAAIA/3n-nM4XflTo/s320/image002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442931742250644082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4ktku77ssI/AAAAAAAAAH4/7Aa18h1x44w/s1600-h/image001.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4ktku77ssI/AAAAAAAAAH4/7Aa18h1x44w/s320/image001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442931733751902914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kt3galoKI/AAAAAAAAAIw/GF_brgJl0pU/s1600-h/image010.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kt3galoKI/AAAAAAAAAIw/GF_brgJl0pU/s320/image010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442932056271462562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;“If each man or woman could understand that every other human life is as full of sorrows, or joys, or base temptations, of heartaches and of remorse as his own . . . how much kinder, how much gentler he would be.” &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(William Allen White)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Info lebih lanjut klik &lt;a href="http://ceriagames.com/support_palestine"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-3492312754589107789?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/3492312754589107789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/02/urgent-save-our-palestine.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3492312754589107789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/3492312754589107789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/02/urgent-save-our-palestine.html' title='Urgent: SAVE Our PALESTINE!!'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kl_azlbcI/AAAAAAAAAHo/rER4-l9nU-o/s72-c/banner-palestine-blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-6619052754076394856</id><published>2010-02-27T20:27:00.004+07:00</published><updated>2010-03-03T19:48:41.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opportunity'/><title type='text'>SkyCPM : Cara mudah cari uang di Internet</title><content type='html'>Pas lagi asik-asik blogwalking kemaren, ketemu info tentang dapet duit internet dengan mudah. Walau saya  belum nyoba juga sih, tapi gak papa deh sekedar sharing, semoga aja bermanfaat....&lt;br /&gt;Program ini bernama &lt;a href="http://skycpm.com/"&gt;SkyCPM&lt;/a&gt;. Bedanya dengan program yang lain adalah program ini menggunakan Pay of Impression, artinya kita dibayar tiap web/blog (yang sudah dipasangi banner dari &lt;a href="http://skycpm.com/"&gt;SkyCPM&lt;/a&gt;) dikunjungi pengunjung. Mengapa mudah? Karna kita cukup hanya memasang banner atau popup yang berukuran 728X90 atau 300X250 dan... VOILA! Muncul deh tuh dollar...  Seperti yang saya katakan diatas, karena SkyCPM menggunakan sistem Pay of Impression, maka kita akan dibayar hanya jika pengunjung berkunjung ke web kita, walaupun tanpa mengklik banner tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asik kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga, yang enak dari &lt;a href="http://skycpm.com/"&gt;SkyCPM&lt;/a&gt; ini, tidak mengharuskan pengunjung datang dari negara tertentu. Jadi pengunjung dari negara manapun tetap dihitung. Dan perbedaan yang paling mencolok dari program ini adalah bayaran &lt;a href="http://skycpm.com/"&gt;SkyCPM&lt;/a&gt; ini bukan perbulan atau perminggu, tapi tiap hari pun pembayaran dapat diambil asal balance di akun kita minimal 1 Dollar. Oh iya, buat tambahan, pembayaran &lt;a href="http://skycpm.com/"&gt;SkyCPM&lt;/a&gt; ini menggunakan via &lt;a href="http://www.blogger.com/paypal.com"&gt;PayPal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dibawah ini saya kasih deh screenshot dari cashoutnya, yang saya ambil dari &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aF1-NJj2B7g/S3__6WbUJyI/AAAAAAAAA84/BKq4FhvKh1U/s1600-h/skycpm.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kfag1K23I/AAAAAAAAAHg/OZkZ2FNNNaA/s1600-h/skycpm.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kfag1K23I/AAAAAAAAAHg/OZkZ2FNNNaA/s320/skycpm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442916165003959154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana? Tertarik gak? Selamat mencoba ya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-6619052754076394856?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/6619052754076394856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/02/skycpm-cara-mudah-cari-uang-di-internet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6619052754076394856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/6619052754076394856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/02/skycpm-cara-mudah-cari-uang-di-internet.html' title='SkyCPM : Cara mudah cari uang di Internet'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4kfag1K23I/AAAAAAAAAHg/OZkZ2FNNNaA/s72-c/skycpm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-9074368900257293016</id><published>2010-02-26T10:45:00.007+07:00</published><updated>2010-03-03T20:01:45.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nama Dan Peristiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><title type='text'>Perkebunan Teh Dewata</title><content type='html'>Kemaren nonton Global TV, gak sengaja denger berita longsor di Perkebunan Teh Dewata. Mungkin, teman-teman yang lain juga udah tahu ya? Perkebunan teh ini terletak di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It just terribble...&lt;/span&gt; Karna yang saya dengar diberita, perkebunan teh ini cukup sukses. Karena, selain daun teh yang dihasilkan sangat berkualitas, pekerjanya juga mempunyai keterampilan dalam memilah-milah daun dengan kualitas terbaik. Bahkan hasil produksi dari teh ini, sampai di ekspor ke kerajaan Inggris!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia foto Perkebunan Teh Dewata sebelum longsor...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFPXWMA0I/AAAAAAAAAGI/sZMHCIG9amY/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFPXWMA0I/AAAAAAAAAGI/sZMHCIG9amY/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442394804967965506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFQC9C2ZI/AAAAAAAAAGY/ReJTj6eBthg/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFQC9C2ZI/AAAAAAAAAGY/ReJTj6eBthg/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442394816673667474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFdrJNQxI/AAAAAAAAAGo/6R0qEuqCgh0/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFdrJNQxI/AAAAAAAAAGo/6R0qEuqCgh0/s320/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442395050800399122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFQSFgzAI/AAAAAAAAAGg/n3MjpeCGV5E/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFQSFgzAI/AAAAAAAAAGg/n3MjpeCGV5E/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442394820735716354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFPgxUGAI/AAAAAAAAAGQ/H7962VoRj8E/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFPgxUGAI/AAAAAAAAAGQ/H7962VoRj8E/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442394807497660418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang? Semua telah rata dengan tanah. Perkebunan teh Dewata sekarang malah dikabarkan akan ditutup dalam waktu yang tak ditentukan. Yah, semua ini pasti gak bakal terjadi jika karena ulah manusia sendiri. Ini dikarenakan pengalihfungsian lahan yang (saya dengar) menjadi daerah permukiman. Ditambah lagi tanah disekitar longsor yang berkonstruksi berbukit-bukit itu hanya ditanami kebun teh, sehingga sangat rawan longsor saat musim penghujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini foto setelah longsor....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dGQI5sV-I/AAAAAAAAAHQ/V27R2CQpU4k/s1600-h/15.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dGQI5sV-I/AAAAAAAAAHQ/V27R2CQpU4k/s320/15.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442395917781850082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFfT6gRVI/AAAAAAAAAHI/gt3zcri-e0E/s1600-h/14.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFfT6gRVI/AAAAAAAAAHI/gt3zcri-e0E/s320/14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442395078924453202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFeg5b51I/AAAAAAAAAG4/PIXvByH60YQ/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFeg5b51I/AAAAAAAAAG4/PIXvByH60YQ/s320/12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442395065229764434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFezKjl3I/AAAAAAAAAHA/0B46YcxSu04/s1600-h/13.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFezKjl3I/AAAAAAAAAHA/0B46YcxSu04/s320/13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442395070133409650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFPOwtQGI/AAAAAAAAAGA/L5BlUOxoFLg/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFPOwtQGI/AAAAAAAAAGA/L5BlUOxoFLg/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442394802663276642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkebunan teh Dewata sendiri persisnya terletak diantara lembah yang diapit oleh pegunungan di sekelilingnya. Dan jika kita lihat dari sana, maka tampaklah terhampar menghijau perkebunan teh ini sampai ke hutan kaki gunung, kebun teh ini berada di tengah hutan belantara. Di dasar lembah mengalir sungai yg berkelok-kelok mengikuti alur bukit, tampak di bawah lembah sebuah telaga dimana air sungai dibendung dan di sekitarnya, berjajar rumah-rumah kebun teh dengan bangunan besar pabrik teh di tengahnya. Walau saya tidak pernah kesana, tapi dengan membayangkannya saja sudah sangat menakjubkan! Konon daerah tersebut dinamakan dewata, karena menurut kepercayaan orang-orang dulu, daerah itu adalah tempat bersemayamnya para dewa. Oh iya, sejarah perkebunan teh ini didirikan oleh seorang pengusaha perkebunan Belanda pada awal abad 20. Bisa dikatakan tempat ini tidak banyak berubah sejak 100 tahun yang lalu. Daerah ini juga termasuk daerah terpencil, kendaraan sangatlah jarang berlalu lalang, bahkan dua tahun yang lalu listrik belum masuk. Sehingga orang-orang disana membuat sendiri pembangkit listrik skala kecil dengan memanfaatkan sungai yg mengalir di tengah lembah tersebut, dimana berada pula perumahan karyawan kebun teh dan pabrik pengolahan teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah musibah longsor tersebut, ribuan karyawan PT Chakra (Nama perusahaan perkebunan teh Dewata) telah dievakuasi keluar area perkebunan. Sedangkan sejumlah karyawan asli Kampung Dewata ada yang memilih bertahan di area perkebunan dengan medirikan tenda-tenda darurat dan ada yang memilih tinggal di rumah sanak keluarga terdekat. Dan korban terakhir yang saya baca dari internet malah sudah mencapai 26 orang. Yang artinya, bertambah 6 orang dari yang saya dengar di TV kemarin. Atau udah bertambah lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah... kita hanya bisa berdoa semoga para korban dapat menghadapi cobaan ini dengan sabar dan tabah. Dan bagi perkebunan Teh Dewata sendiri, semoga dapat cepat bangkit dari keterpurukan ini. Dan point yang terpentingnya adalah, agar kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari cobaan ini. Amin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-9074368900257293016?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/9074368900257293016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/02/perkebunan-teh-dewata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/9074368900257293016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/9074368900257293016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/02/perkebunan-teh-dewata.html' title='Perkebunan Teh Dewata'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4dFPXWMA0I/AAAAAAAAAGI/sZMHCIG9amY/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-353863427001581033</id><published>2010-02-25T20:35:00.011+07:00</published><updated>2010-03-12T19:50:45.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoInfo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagi Waras'/><title type='text'>Bipolar Disorder</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o4Z-cE0TI/AAAAAAAAANw/O6U1rXUsV24/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 209px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o4Z-cE0TI/AAAAAAAAANw/O6U1rXUsV24/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447728718166675762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oke, karna permintaan pembaca, maka postingan kali ini saya akan membahas tentang Bipolar Disorder. Apakah itu? Awalnya saya juga tidak tahu, tapi setelah googling di Internet akhirnya mudeng juga. Berikut liputannya, silakan di simak:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bipolar Disorder&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bipolar Disorder adalah penyakit Psikologi yang diakibatkan oleh depresi yang berkepanjangan, dan ditandai oleh perubahan ekspresi yang sangat ekstrim berupa depresi dan maniak. Pengambilan istilah Bipolar Disorder sendiri diambil dari sifat penyakit ini yang dapat mengubah suasana hati penderitanya secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yaitu kesedihan dan kebahagiaan. Walau pada umumnya orang normal biasa merasakan suasana hati yang baik (mood highs) dan suasana hati yang buruk (mood lows). Tapi, berbeda dengan penderita penyakit ini, perubahan mood mereka secara tiba-tiba dan sangat eksttrim. Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa saja merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, ciri utama pengidap penyakit ini adalah gangguan dalam menimbang suatu tindakan. Contohnya, seorang dengan Bipolar disorder bisa saja membeli 500 unit Tv karna percaya bahwa suatu saat harganya akan naik. Salah satu penderita penyakit ini pernah mengakui bahwa ia pernah membeli rumah mewah dengan harga yang tinggi karena ingin mempunyai rumah impiannya waktu kecil. Ada pula seorang wanita yang kalap mengejar mobil hanya karena mobil itu sedikit menyerempet mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, penyakit ini ditemukan di seluruh budaya dan kelompok ras, tetapi ras Amerika dan Afrikalah yang paling dominan mengidap bipolar disorder dibandingkan ras-ras lain di dunia. Bahkan menurut data, penyakit ini telah diperkirakan telah mempengaruhi lebih dari lima juta orang di Amerika. Skalanya adalah 3-5 orang dari setiap 100 orang dewasa dipastikan mengidap bipolar disorder. Hal ini sama-sama terjadi pada laki-laki dan perempuan dengan tingkat resiko yang sama. Bipolar disorder mulai terlihat pada masa remaja dan terus berlangsung sepanjang hidup. Pada awalnya, penyakit ini sering tidak diakui oleh para penderitanya karena hanya dianggap sebagai depresi biasa. Oleh karena itu, diagnosis sejak dini sangatlah penting agar penyakit ini bisa ditindaklanjuti dengan tepat dan tidak membahaykan si penderita maupun orang-orang di sekitarnya. Bipolar disorder dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, seperti kemampuan di berbagai bidang, gangguan besar bagi kesehatan, hubungan sosial, dan gaya hidup seseorang. Oleh sebab itu, penyakit ini memerlukan penanganan secara serius agar penderitanya dapat menjalani hidup dengan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua tipe bipolar disorder, Tipe I dan tipe II. Kedua tipe ini dibedakan oleh jenis kelainan yang diderita. Tipe I lebih parah dari tipe II karena tipe I ini ditandai dengan rasa senang berlebihan (mania), dan kelainan ini sendiri bisa saja muncul pada anak-anak. Jika tidak ditangani kelainan ini akan semakin parah jika ia beranjak dewasa. Penderita akan terlalu sensitif, percaya diri, atau bahkan idealis. Misalnya saja, Ia bahkan berani datang menghadap kepala sekolah dan memintanya untuk mengeluarkan siswa yang tak disukainya. Sedangkan yang Tipe II mereka cenderung tidak menunjukkan tanda-tanda akan membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Tipe II juga ditandai dengan Hipomania (kebalikan dari mania) dan masih dapat dinilai berada pada tahap aman karena tak memiliki sifat yang ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4Z-z7J1eMI/AAAAAAAAAFY/-UI0hgOzjyI/s1600-h/720px-US-NIH-NIMH-Logo.svg.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 212px; height: 154px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4Z-z7J1eMI/AAAAAAAAAFY/-UI0hgOzjyI/s320/720px-US-NIH-NIMH-Logo.svg.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442176630241196226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor penyebab penyakit Bipolar Disorder ini sendiri, menurut Institut Nasional Kesehatan Mental Amerika Serikat (USA government's National Institute of Mental Health) atau NIMH disebabkan oleh berbagai macam faktor, baik itu intern maupun ekstern. Faktor intern yang memicu penyakit ini adalah faktor gen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4aAiBRHoSI/AAAAAAAAAFg/No4VU7bUneM/s1600-h/hsp_genetik_02.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 114px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4aAiBRHoSI/AAAAAAAAAFg/No4VU7bUneM/s320/hsp_genetik_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442178521667969314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa bipolar disorder sangat terkait dengan umur ayah dari pasien. Semakin tua seorang ayah ketika istrinya mengandung maka anak yang lahir nantinya semakin berisiko untuk mengalami bipolar disorder. Hal ini terkait dengan kemungkinan terjadinya mutasi pada gen yang mengatur perkembangan kelainan saraf akibat pembentukan sel sperma terus menerus sehingga menyebabkan kelainan pada DNA. Hal ini dibuktikan dengan suatu studi yang menemukan bahwa seseorang yang memiliki ayah dengan umur 55 tahun ke atas berisiko 37 kali lebih besar daripada mereka yang memiliki ayah sekitar umur 20 hingga 24 tahun. Secara genetika pun, ditemukan seorang dengan bipolar disorder memang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan yang sama pada beberapa generasi. Studi pada kembar identik menunjukkan bahwa kelainan ini memiliki kemungkinan 40-80 persen dimiliki oleh pasangan kembarnya. Hal ini berbeda dengan kembar tidak identik yang hanya memiliki kemungkinan berkisar 10-20 persen. Dugaan penyebab lain seperti trauma masa kecil, dan stress berkepanjangan. Kelainan ini biasanya dimulai pada akhir usia remaja atau menjelang masa dewasa (sekitar umur 20 tahun). Pada laki-laki, gejala yang pertama kali muncul adalah mania sebagai episode awal dari kelainan ini. Pada wanita terjadi sebaliknya, terjadi gejala depresi yang cukup berat. Rata-rata perubahan antara episode mania dan depresi ini terjadi sebanyak empat kali dalam kurun waktu sepuluh tahun, dengan memiliki masa antara yang "normal". Terdapat 5-15 persen kasus dimana perubahan episode tersebut terjadi dalam kurun waktu setahun tanpa ada fase normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan faktor ekstern disini adalah lingkungan. Selain faktor gen (yang merupakan faktor utama penyakit ini) Lingkungan juga berpengaruh besar akan timbulnya penyakit ini. Yang melibatkan hubungan antar perseorangan atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (reward) dalam hidup. Contohnya, penderita pernah mengalami putus cinta, kematian sahabat, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4aCgIcdZ9I/AAAAAAAAAFo/JE3tC5dHIPc/s1600-h/lovehurts.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4aCgIcdZ9I/AAAAAAAAAFo/JE3tC5dHIPc/s320/lovehurts.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442180688258099154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah, atau dipecat dari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4aEfqJvy1I/AAAAAAAAAF4/jl8ONwwXJio/s1600-h/stress.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 157px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4aEfqJvy1I/AAAAAAAAAF4/jl8ONwwXJio/s320/stress.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442182879149804370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, seorang penderita bipolar disorder yang gejalanya mulai muncul saat masa ramaja kemungkinan besar mempunyai riwayat masa kecil yang kurang menyenangkan seperti mengalami banyak kegelisahan atau depresi. Selain penyebab diatas, alkohol, obat-obatan, dan penyakit lain yang diderita juga dapat memicu munculnya bipolar disorder Di sisi lain, keadaan lingkungan di sekitarnya yang baik dapat mendukung penderita gangguan ini sehingga bisa menjalani kehidupan dengan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari Sistemneurokimia, penyakit ini oleh terganggunya keseimbangan cairan kimia utama (key cemichals) di dalam otak. Sebagai organ yang berfungsi menghantarkan rangsang, otak membutuhkan neurotransmitter (saraf pembawa pesan atau isyarat dari otak ke bagian tubuh lainnya) dalam menjalankan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4aC06HoaGI/AAAAAAAAAFw/ysgrhb_O4VI/s1600-h/Neurochemical.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 222px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S4aC06HoaGI/AAAAAAAAAFw/ysgrhb_O4VI/s320/Neurochemical.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442181045189896290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norepinephrin, dopamine, dan serotonin adalah beberapa jenis neurotransmitter yang penting dalam penghantaran impuls syaraf. Pada penderita bipolar disorder, cairan-cairan kimia tersebut berada dalam keadaan yang tidak seimbang. Sebagai contoh, suatu ketika seorang pengidap bipolar disorder dengan kadar dopamine yang tinggi dalam otaknya akan merasa sangat bersemangat, agresif, dan percaya diri. Keadaan inilah yang disebut fase maniak. Sebaliknya dengan fase depresi. Fase ini terjadi ketika kadar cairan kimia utama otak itu menurun di bawah normal, sehingga penderita merasa tidak bersemangat, pesimis, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri yang besar. Seseorang yang menderita bipolar disorder menandakan adanya gangguan pada sistem motivasional yang disebut dengan behavioral activation system (BAS). BAS memfasilitasi kemampuan manusia untuk memperoleh reward (pencapaian tujuan) dari lingkungannya. Hal ini dikaitkan dengan positive emotional states, karakteristik kepribadian seperti ekstrover(bersifat terbuka), peningkatan energi, dan berkurangnya kebutuhan untuk tidur. Secara biologis, BAS diyakini terkait dengan jalur saraf dalam otak yang melibatkan dopamine dan perilaku untuk memperoleh reward. Peristiwa kehidupan yang melibatkan reward atau keinginan untuk mencapai tujuan diprediksi meningkatkan episode mania tetapi tidak ada kaitannya dengan episode depresi. Sedangkan peristiwa positif lainnya tidak terkait dengan perubahan pada episode mania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat episode yang menandai penyakit Bipolar Disorder ini, yaitu episode depresi, mania, hipomania, dan campuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Episode Depresi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala dari tahap depresi bipolar disorder adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesedihan dan menangis secara umum.&lt;br /&gt;2. Mengalami kesulitan tidur (insomnia) atau terlalu banyak tidur (hypersomnolence).&lt;br /&gt;3. Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan atau sebaliknya.&lt;br /&gt;4. Menarik diri dari pergaulan, hilangnya rasa percaya diri.&lt;br /&gt;5. Kehilangan rasa suka terhadap hal-hal yang menyenangkan saat penderita dalam kondisi normal. 6. Merasa pesimis, putus asa, tidak ada yang bersedia membantu, tidak bernilai atau berharga. dan   tidak diinginkan.&lt;br /&gt;7. Terjadi komplikasi pada organ lainnya yang disebabkan oleh sugesti yang buruk terhadap kesehatannya.&lt;br /&gt;8. Memiliki respon yang lambat saat berbicara, kesulitan untuk berkonsentrasi, selalu berpikiran yang tidak jelas, dan bingung.&lt;br /&gt;9. Pekerjaan dan hubungan interpersonal terganggu&lt;br /&gt;10. Merasa tidak berdaya dan benar-benar berpikir tentang cara membunuh dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua penderita bipolar disorder mempunyai pikiran tentang bunuh diri dan 30% diantaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Episode Mania&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala dari tahap mania bipolar disorder adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merasa sangat bersemangat, penuh energi, dan siap untuk apapun.&lt;br /&gt;2. Berperilaku agresif, intoleran, terkadang membosankan, cepat marah, tidak sabaran, serta perilaku ugal-ugalan.&lt;br /&gt;3. Penurunan kebutuhan untuk tidur karena selalu aktif beraktifitas.&lt;br /&gt;4. Memiliki rencana yang realistis, suka berlibur dan bersenang-senang, serta peningkatan hubungan seksual.&lt;br /&gt;5. Kepercayaan diri yang meningkat, tidak takut pada apapun.&lt;br /&gt;6. Suka berbicara dengan cepat dan melompat dari subyek yang satu ke subyek yang lain.&lt;br /&gt;7. Keputusan tentang bisnis dan keuangan dilakukan dengan terburu-buru tanpa memperhatikan akibatnya.&lt;br /&gt;8. Memilih pakaian dan make up yang mendukung suasananya hatinya yang ceria.&lt;br /&gt;9. Hubungan sosial dan pekerjaan terganggu.&lt;br /&gt;10. Meminta anggota keluarga maupun orang lain untuk memperhatikannya dan merasa tidak memerlukan orang lain.&lt;br /&gt;11. Mengalami gejala psychotic yaitu delusion (kepercayaan palsu) dan hallucination (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata).&lt;br /&gt;12. Muncul banyak ide dan gagasan yang berlebihandan terkesan muluk-muluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Weisberg (1994), perubahan mood mempengaruhi motivasi untuk menghasilkan karya kreatif daripada proses kreatif itu sendiri. Seorang penderita bipolar disorder yang berada pada tahap mania cenderung lebih berani mengeluarkan isi pikirannya daripada seseorang tanpa bipolar disorder. Penyakit ini banyak ditemukan pada orang-orang yang terlibat dalam dunia seni. Sejumlah artis, komposer, dan penulis yang mempunyai riwayat bipolar disorder dikenal dapat menghasilkan karya-karya yang baik. Bahkan para sejarawan percaya bahwa Vincent Van Gogh mengidap bipolar disorder. Keadaan mania dapat memicu kreativitas terkait dengan adanya peningkatan mood, pikiran yang muncul tiba-tiba, dan kemampuan menghubung-hubungkan ide dan gagasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Episode Hipomania&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap Hipomania mirip dengan mania. Perbedaanya adalah, penderita pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania sulit untuk di diagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama seperti mania. Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder dalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kretivitas&lt;br /&gt;2. Bersifat optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah&lt;br /&gt;3. Penurunak kebutuhan untuk tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Episode Campuran (Mixed State Episode)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks bipolar disorder, mixed state adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlalu-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi berganti dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Alkohol, narkoba, dan obat-obat antipedresan sering dikonsumsi oleh penderita saat berada pada epiode ini. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination. Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;2. Memiliki pandangan pribadi tentang kematian.&lt;br /&gt;3. Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol.&lt;br /&gt;4. Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita yang mengalami gejala-gejala tersebut atau siapa saja yang mengetahuinya sebaiknya segera menelepon dokter atau ahli jiwa, jangan meninggalkan penderita sendirian, dan jauhkan benda-benda atau peralatan yang beresiko dapat membahayakan penderita atau orang-orang disekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penyakit Bipolar Disorder, selain terapi yang diberikan dalam bentuk pengobatan oleh dokter, pengobatan dapat pula berupa edukasi dan pembentukan pengetahuan serta sikap yang seharusnya. Target penanganannya pun tidak hanya melibatkan pasien, tetapi dapat pula ditekankan pada keluarga serta kerabat dekat dari pasien sebagai upaya memperkuat dukungan social bagi kesembuhan pasien. Tindakan  tindakan tersebut terbukti efektif untuk mengurangi depresi, kekambuhan, dan emosi berlebihan yang menjadi ciri khas bipolar disorder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Indonesia sendiri, belum diketahui berapa banyak penduduk yang terkena kelainan mental seperti ini. Hanya saja, kita tetap perlu mewaspadai kelainan ini dengan beragam cara. Selain memperbaiki hubungan sosial, tidak ada salahnya jika kita menghindari berbagai faktor risiko yang sudah dipaparkan sebelumnya. Jika muncul gejala-gejala yang menunjukkan kelainan ini, segera bawa ke psikiatri terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana, panjangkan? Semoga bermanfaat dan menambah wawasan yah...&lt;br /&gt;Oh iya, kalo misalnya mau kasih saran untuk postingan berikutnya silahkan, saya siap menampung. Hehehe....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7788472174693701574-353863427001581033?l=was-psychosocial.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/feeds/353863427001581033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/02/bipolar-disorder.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/353863427001581033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7788472174693701574/posts/default/353863427001581033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://was-psychosocial.blogspot.com/2010/02/bipolar-disorder.html' title='Bipolar Disorder'/><author><name>Psychosocial</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08293603344686466643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://3.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/Sz2fx3ioy6I/AAAAAAAAABI/D2ofYC7PiiY/S220/4601_1157003161674_1125595649_477637_8301410_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o4Z-cE0TI/AAAAAAAAANw/O6U1rXUsV24/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7788472174693701574.post-2375451277523739206</id><published>2010-02-23T14:15:00.007+07:00</published><updated>2010-03-12T19:54:55.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PsychoTips'/><title type='text'>Senam Otak Agar Tak Cepat Pikun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o4zLXL0tI/AAAAAAAAAN4/kChVtf8_IGk/s1600-h/brain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 247px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/S5o4zLXL0tI/AAAAAAAAAN4/kChVtf8_IGk/s320/brain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447729151132553938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak hanya bagi para manula, kebiasaan lupa kini kerap menjadi keluhan kaum muda. Lupa merupakan salah satu tanda adanya penurunan fungsi otak. Kondisi ini bisa menjadi indikasi Anda sedang stres atau gangguan kesehatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Richard Restak, ahli syaraf menyatakan, dalam perjalanan lebih dari 25 tahun penelitian klinis yang dilakukan, ia telah menemukan cara efektif untuk meningkatkan kekuatan otak. Berikut 10 aktivitas yang bis
