Jumat, 09 Juni 2017

Psikologi Kepribadian; Orientasi Pengantar

A. Masalah Istilah


Psikologi Kepribadian sebenarnya bukanlah barang baru. Cabang ilmu pengetahuan yang disebut Psikologi Kepribadian disini sebenarnya telah lama diusahakan oleh para ahli, hanya saja seringkali diberi nama lain. Ada yang memberinya Characterologie atau Karakterkunde, ada yang memberi nama Typologie, ada yang memberinya nama The Psychology of Personality, ada yang memberi nama Psychology Character, ada pula yang memberi nama Theory of Personality, dan lain-lain istilah lagi. Di dalam bahasa Indonesia istilah-istilah yang banyak digunakan adalah Ilmu Watak atau Ilmu Perangai atau Karakterologi, Teori Kepribadian, dan Psikologi Kepribadian.

Dalam masalah ini istilah Psikologi Kepribadian lah yang paling tepat, dikarenakan istilah-istilah lain mengandung banyak kelemahan.

1. Istilah Ilmu Watak atau Karakterologi Mempunyai Arti Rangkap
2. Istilah Teori Kepribadian Kurang Jelas Mengenai Sasarannya

B. Bermacam-Macam Psikologi Kepribadian


1. Atas dasar jalan yang ditempuh:
a. Teori-teori yang disusun atas dasar pemikiran spekulatif, seperti misalnya teori-teori Plato, Kant, ahli-ahli dari aliran Neo-kantianisme, Bahnsen, Queyrat, Malapert, dan lain-lainnya lagi, yaitu teori-teori yang disusun terutama oleh parah ahli filsafat.
b. Teori-teori yang disusun atas dasar data-data dari hasil penyelidikan empiris atau eksperimental, seperti teori-teori Heymans, Freud Jung, Adler, Eysenck, Rogers, dan lain-lain teori yang dikembangkan pada abad ini.

2. Atas dasar komponen kepribadian yang dipakai sebagai landasan atau titik tolak dalam penyusunan perumusan-perumusan teoritis, dapat kita ketemukan adanya:
a. Teori-teori konstitusional, seperti misalnya teori-teori mazhab Italia, mazhab Perancis, Kretschmer, Sheldon, dan lain-lainnya lagi.
b. Teori-teori temperamen, seperti misalnya teori-teori Kant, Meumann, Enselhans, Heymans, Ewald, dan lain-lainnya lagi.
c. Teori-teori ketidaksadaran, seperti misalnya teori-teori Freud, Jung, Adler, dan pengikut-pengikut dari mereka itu.
d. Teori-teori faktor, seperti misalnya teori-teori Eysenck, Cattel, dan lain-lainnya lagi.
e. Teori-teori kebudayaam, seperti misalnya teori Spranger.

3. Penggolongan atas dasar pendekatan (Approach), yaitu:
a. Teori-teori yang mempunyai pendekatan cara pendekatan tipologis seperti teori-teori Plato, Hipocrates-Galenus, Enselhans dan ahli-ahli modern seperti Heymans dan Ewald.
b. Teori-teori yang mempunyai cara pendekatan pensifatan (traits approach), seperti misalnya teori-teori Klages, Allport, Rogers, Freud, Jeung, Murphy, dan lain-lain.

C. Latar Belakang Sejarah Psikologi Kepribadian


1. Usaha-usaha yang Masih Bersifat Prailmiah
  • chirologi; gurat-gurat tangan
  • astrologi; ilmu perbintangan
  • grafologi; ilmu tulisan tangan
  • Phisiognomi; ilmu tentang wajah
  • phrenologi; ilmu tentang tengkorak
  • onychologi; ilmu tentang waktu
2. Usaha-usaha yang Lebih Tinggi Nilainya
a. Ajaran tentang Cairan Badaniah
  1. Pendapat Hippocrates; bahwa dalam diri seseorang terdapat empat macam sifat: kering, basah, dingin, dan panas yang didukung oleh keadaan konstitusional berupa cairan-cairan dalam tubuh orang itu. Kering terdapat dalam chole (empedu kuning), basah terdapat dalam melanchole (empedu hitam), dingin terdapat dalam phlegma (lendir), dan panas terdapat dalam sanguis (darah). Apabila cairan-cairan tersebut adanya dalam tubuh dalam proporsi selaras, maka orang tersebut normal. Jika keselarasan proporsi tersebut terganggu maka orangnya menyimpang dari keadaan normal (sakit).
  2. Pendapat Galenus; penyempurnaan dari pendapat Hippocrates, jika suatu cairan dalam tubuh tersebut melebih proporsi yang seharusnya maka akan mengakibatkan adanya sifat-sifat kejiwaan yang khas (dominant) yang disebut Galenus temperamen.
b. Pengaruh Ajaran Hippocrates dan Galenus

Ajaran Hippocrates yang kemudian disempurnakan oleh Galenus itu tahan uji sampai berabad-abad; pendapatnya lama sekali diikuti oleh para ahli, hanya dengan variasi yang berbeda-beda. Bahkan sampai dewasa ini pun pengaruh itu masih sangat terasa.

Lama kelamaan latar belakang kefilsafatannya, yaitu adanya kesatuan dalam seluruh kosmos, ditinggalkan, dan sebagai akibatnya terdapat dua garis perkembangannya, yaitu;
a. yang menekankan pentingnya kejasmanian, yaitu teori-teori konstitusional, dan
b. yang menekankan pentingnya segi kejiwaan, yaitu teori-teori temperamen.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar, berpendapat, dll. Tiap komentar akan saya balas, dan akan saya kunjungi balik. Bagi yang mau tukaran link atau saling follow juga boleh :)