Jumat, 09 Juni 2017

Psikologi Kepribadian; Tipologi-Tipologi yang Berdasar Konstitusi

A. Tipologi Mazhab Italia


Pada akhir abad XIX sejumlah ahli-ahli di italia yang bekerja dalam bidang penyelidikan mengenai variasi tubuh manusia mendirikan suatu mazhab yang kemudian terkenal dengan nama mazhab Italia atau mazhab morfologi. Tokoh utama mazhab ini ialah DeGiovani dan Viola
1. Teori De-Giovani: Hukum Deformasi
Pada tahun 1880 De-Giovani menerbitkan karyanya yang berjudul Morfologia del Corpo Umano. Dalam buku tersebut dia merumuskan hukum deformasi, yang berisikan penggolongan variasi tubuh manusia secara singkat pendapat De-Giovani tersebut adalah bahwa ada tiga macam variasi tubuh manusia:
  1. Orang dengan togok kecil, cenderung mempunyai bentuk tubuh panjang yang mempunyai hubungan dengan habitus phthisis
  2. Orang dengan togok besar, cenderung mempunyai bentuk tubuh pendek, mempunyai hubungan dengan habitus apoplectis
  3. Orang dengan togok normal cenderung mempunyai proporsi badan normal
Pendapat De-Giovani ini merintis jalan ke arah penyelidikan-penyelidikan yang lebih meluas dan mendalam yang antara lain dikerjakan oleh Krestschmer.

2. Tipologi Viola
Viola dalam penyelidikannya berhasil menemukan adanya tiga golongan bentuk tubuh manusia yaitu:
  1. Microsplanchnis, bentuk tubuh yang ukuran menegaknya lebih dariada biasa, sehingga kelihatan jangkung
  2. Macrospnachnis, bentuk tubuh yang ukuran mendatarnya lebih daripada dalam perbandingan biasa, sehingga tubuh kelihatan pendek.
  3. Normosplanchnis, bentuk tubuh yang ukuran mendatarnya selaras, sehingga tubuh kelihatan selaras.
Rava, seorang pendukung mazhab italia yang kemudian menemukan bahwa:
  • penderita-penderita neurasthenia dan psychasthenia kebanyakan terdapat pada golongan microsplanchnis
  • penderita-penderita manis-depresif kebanyakan terdapat pada golongan macrosplachnis
Mazhab italia berpendapat, bahwa variasi atau bermacam-ragamnya keadaan jasmani manusia itu berakar pada keturunan , jadi tergantung kepada  dasar uamg donawa sekal ;ajor dam demgam demikian tak dapa diubah oleh pengaruh dari luar.

B. Morfologi Konstitusional: Mazhab Perancis


Para penyelidik Perancis menyelidiki variasi tubuh manusia itu dari segi yang agak berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Mazhab Italia, dan mazhab mereka kemudian terkenal dengan nama mazhab Peranci atau ada juga yang menyebut mazhab morfologi konstitusional.

Seperti para ahli psikologi Gestalt pada zaman itu berpendapat bahwa dalam menyelidiki konfigurasi total orang harus memperhatikan gambaran (figure) dan latarbelakangnya (backgroundnya), maka Sigaud berpendapat bahwa organisme beserta Anomali-anomalinya harus dimengerti sebagai fungsi daripada dasar dan sekitar (lingkungan, miliu); jadi ada kerja sama antara dasar dan sekitar yang dapat digolongkan menjadi empat macam, yaitu:
  1. ada sekitar yang berwujud udara yang menjadi sumber daripada reaksi-reaksi respitotaris
  2. ada sekitar yang berwujud makan-makanan yang menimbulkan reaksi-reaski digestif
  3. ada sekitar yang berwujud keadaan alam yang menjadi dasar aksi-reaksi muskuler dan
  4. ada sekitar yang berwujud keadaan sosial yang menimbulkan aksi-reaksi cerebral
Dengan dasar pikiran demikian itu Sigaud mengadakan penggolongan manusia ke dalam empat tipe. Pendapat di atas itu diikhtisarkan sebagai bagian di bawah ini:
Fungsi yang dominan
Tipe
Keadaan Jasmani yang khas
Motorik
Muskuler
Muka penuh (well-formed), anggota badan kokoh, otot-otot tumbuh dengan baik, organ-organ berkembang dengan secara selaras
Pernapasan
Respiratoris
Thorax dan leher lebih besar daripada yang lain-lain, muka lebar.
Pencernaan
Digestif
Thorax pendek besar, pinggang besar, rahang besar, mata kecil, leher pendek
Susunan Syaraf Sentral
Cerebral
Dahi menonjol ke depan dengan rambut di tengah, mata bersinar, daun telinga lebar, tangan kaki kecil

Salah seorang pengikut Sigaud, yaitu Mac Auliffe menerbitkan monograf sebagai hasil-hasil penyelidikannya dengan nama La Vie Humaine (1923). Ia mengadakan penyelidikan mengenai bagaimana keempat tipe konstitusional seperti yang dikemukakan di atas itu berkembang karena pengaruh keturunan (dasar) dan sekitar. Dalam prakterknya sekitarlah yang dianggap menentukan dalam diferensiasi tipe-tipe tersebut, atau dengan kata lain variasi atau bermacam-ragam keadaan jasmani manusia itu ditentukan oleh sekitar, misalnya:
  1. dalam daerah yang mewah banyak terdapat tipe digestif
  2. tipe respiratoris banyak terdapat di daerah pegunungan dan daerah pertanian
  3. tipe muskular terutama terdapat di daerah-daerah yang menghendaki kekuatan jasmani]
  4. tipe cerebral terutama terdapat di kota-kota.
Selanjutnya karena La Vie Humaine juga membahas masalah kepribadian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keempat tipe konstutusional itu adalah dasar kepribadian.


C. Morfologi Konstitusional Di Jerman: Tipologi Krestschmer


Tipologi Krestchmer merupakan salah satu hasil karya yang besar pada permulaan abad ini. Kretschmer tidak semata-mata membahas masalah konstitusi; dia juga membahas masalah temperamen, seperti dalam karyanya: Korperbau und Character (1921), namun dasar pandangan atau orientasinya tetap konstitusional.

Krestchmer membedakan  arti istilah konstitusi, temperamen, dan watak sebagai berikut:

1. Konstitusi
Keseluruhan (totalitas) segala sifat-sifat individual yang beralas pada keturunan. Disebut faktor keturunan atau faktor endogen karena tergantung kepada keturunan dasar, tidak dapat diubah atau dipengaruhi dari luar.

2. Konstitusi
Bagian daripada kejiwaan yang agaknya dengan melalui darah secara kimiawi mempunyai korelasi dengan aspek jasmaniah. Dengan kata lain temperamen adalah konstitusi kejiwaan. Temperamen mempengaruhi dua macam kualitas kejiwaan:
1. suasana hati (Stimmung), dan
2. tempo psikis

3. Watak (Character dalam Arti Deskriptif, Jadi Kepribadian)
Watak adalah keseluruhan (totalitas) kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi secara emosional dan volisional seseorang, yang terbentuk selama hidupnya oleh unsur-unsur dari luar (pendidikan dan pengalaman, faktor-faktor endogen) dan unsur-unsur dari luar (pendidikan dan pengaaman, faktor-faktor eksogen)

a. Konstitusi Jasmaniah (Biasanya Disebut Konstitusi Saja)

Krestchmer menggolongkan manusia atas dasar bentuk tubuhnya menjadi empat (tiga tambah satu) yaitu:
  1. piknis atau stenis; ukuran mendatar lebih daripada keadaan biasa, sehingga kelihatan pendek-gemuk.
  2. leptosom; ukuran menegak lebih dari keadaan biasa, sehingga tubuh kelihatan jangkung
  3. atletis; ukuran mendatar dan menegak dalam perbandingan seimbang, sehingga tubuh kelihatan selaras (perpaduan piknis dan leptosom)
  4. displatis;merupakan penyimpangan dari ketiga tipe yang telah dikemukakan. Bermacam-macam bagian seolah bertentangan satusama lain. Krestchmer menganggap tioe displastis ini menyimpang dari Konstitusi normal
b. Konstitusi Kejiwaan (Temperament)

Kraepelin menggolongkan penderita psikosis menjadi dua golongan, yaitu
  1. dementia precox, yang kemudian disebut schizophernia oleh Bleuler; golongan ini tidak lagi suka menghiraukan apa-apa yang ada disekitarnya, mereka kehilangan kontak dengan dunia luar dan seolah-olah hidup untuk dengan dirinya sendiri (autisme).
  2. manis depresif; golongan ini sifatnya selalu berubah-ubah, merupakan siklus dari sifat manis (giat, buas) ke sifat depresif (lemah, tak berdaya), kembali ke manis lagi, lalu berubah depresif, dan seterusnya.
c. Korelasi Antara Konstitusi (Jasmani) dan Temperamen
  1. Pada penderita penyakit jiwa
  • penderita manis depresif kebanyak bertubuh piknis, dan
  • penderita schizoprenia kebanyakn bertubuh leptosom, atletis, dan dysplastis
      2. Pada orang normal
  •  orang yang berkonstitusi piknis kebanyakan bertemperamen cyclothym atau sebaliknya 
  •  orang yang berkonstitusi leptosom, atletis, dan dysplastis kebanyakan bertemperamen schizothym atau sebaliknya.
d. Pengaruh teori Kretschmer
  • Pendapat Kretschmer sebenarnya merupakan pendapat ahli-ahli yang lain; mereka menemukan hal yang sama seperti Kretschmer tetapi mereka merumuskannya secara lain
  • Supra-tipe Kretschmer dikritik sebagai hal yang lemah. Hal yang heterogen dikelompokkan jadi satu
  • Keberatan yang umum dikemukakan ialah pendapat bahwa orang yang sehat dan orang yang menderita gangguan jiwa hanya berbeda secara kuantitatif. 
D. Psikologi Konstitusional di Amerika Serikat: Teori W.H. Sheldon

Menurut Sheldon, konstitusi adalah aspek-aspek individu yang relatif tetap tak berubah-ubah-morphologi, psikologi, fungsi kelenjar buntu, dan sebagainya-dan dapat dilawankan dengan aspek-aspek yang relatif labil dan mudah bermodifikasi karena tekanan-tekanan lingkungan, seperti kebiasaan, sikap sosial, kegemaran dan sebagainya. Dalam uraian ini istilah konstitusi dipakai  dalam arti seperti yang dikemukakan Sheldon itu.

a. Struktur Tubuh (Jasmani)

Sheldon menentukan dan memberikan ukuran-ukuran daripada kompone-komponen jasmaniah manusia. Dalam pandangan Sheldon ada suatu struktur biologis hipotesis, yaitu morphogenotipe yang menjadi dasar jasmani yang nampak (phenotipe), dan yang memainkan peranan penting tidak saja dalam perkembangan jasmani, tetapi juga dalam pembentukan tingkah laku.

1. Dimensi-dimensi Jasmaniah

Walaupun Sheldon tahu bahwa telah ada orang-orang lain yang terdahulu yang melakukan pengukuran terhadap jasmani, namun dia memulai usahanya secara induktif. Soal pertama-tama ialah mendapatkan sejumlah besar tubuh/jasmani yang dapat diselidiki kembali. Untuk membuat cara ini supaya praktis, dia membuat foto-foto tubuh dari depan dan dari samping, dengan cara yang distandarisasikan. Cara ini disebutnya: Somatotype Performance Test.

a. Komponen-komponen Jasmani Primer
  1. endomorphy; ditandai oleh alat-alat dalam dan seluruh sistem digestif (yang berasal dari endoterm) memegang peranan terpenting. Nampaknya keluar: lembut, gemuk, berat badan relatif rendah
  2. mesomorphy; bagian-bagian tubuhnya yang berasal dari mesoderm relatif berkembang lebih baik daripada yang lain: otot-otot, pembuluh darah, jamtung dominan. Nampaknya dari luar kokoh, keras, otot kelihatan bersegi-segi, tahan sakit.
  3. ectomorph; organ-organ yang berasal dari ectoderm yang terutama berkembang (kulit, sistem syaraf memainkan peranan terpenting). Nampaknya orang ectomerph itu: jangkung, dada kecil dan pipih, lemah, otot-otot hampir tidak nampak berkembang.
b. Komponen-komponen Jasmani Sekunder

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar, berpendapat, dll. Tiap komentar akan saya balas, dan akan saya kunjungi balik. Bagi yang mau tukaran link atau saling follow juga boleh :)